BACAAJA, SEMARANG – Perayaan hari jadi Kota Semarang yang digelar di kawasan Balai Kota harus berdamai dengan cuaca. Hujan deras yang turun sejak sekitar pukul 19.30 WIB bikin suasana langsung berubah drastis.
Awalnya meriah, tapi begitu hujan turun, penonton langsung panik. Banyak yang berlarian cari tempat berteduh, terutama yang bawa anak-anak. Nggak sedikit juga yang akhirnya memilih pulang lebih dulu demi menghindari kehujanan.
Sebagian lainnya masih bertahan di sekitar lokasi, berharap hujan cepat reda biar bisa lanjut nonton rangkaian acara.
Bacaaja: Semarang Night Carnival 2026 Chaos: Diguyur Hujan Deras, Diiringi Banjir, Warga Kasih Sindiran Menohok
Bacaaja: HUT ke-579 Semarang, Pemkot Diminta Serius Urus RTH Biar Nggak Langganan Banjir
Nggak cuma penonton, para pedagang juga ikut kelabakan. Sejumlah UMKM terlihat buru-buru dorong gerobak mereka menjauh dari lokasi, berusaha menyelamatkan dagangan dari guyuran air. Suasana sempat kacau karena banyak yang “evakuasi mandiri”.
Di tengah kondisi itu, kabar pembatalan acara mulai beredar. Salah satu petugas parkir di belakang Balai Kota menyebut peserta sebenarnya sudah siap tampil.
“Kayaknya nggak jadi, Mas. Soalnya tadi peserta sudah siap, tapi bubar karena hujan,” ujarnya, Sabtu (02/05/2026).
Ia menyebut peserta sudah berkumpul sejak pukul 18.10 WIB. Tapi baru sekitar 15 menit bersiap, hujan deras langsung turun dan bikin rencana berantakan.
Acara sempat tertunda cukup lama. Setelah hujan agak reda, kegiatan kembali dilanjutkan sekitar pukul 21.09 WIB.
Namun, salah satu agenda utama, Semarang Night Carnival (SNC), akhirnya resmi dibatalkan. Meski begitu, pertunjukan drumband tetap jalan, bahkan tampil di tengah genangan air yang masih tersisa.
Walau nggak berjalan mulus, perayaan HUT Semarang tetap lanjut dengan berbagai penyesuaian. Penonton yang bertahan pun masih bisa menikmati sisa acara, meski harus ditemani cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat. (*)

