Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Luthfi: Banjir Demak Nggak Cuma Soal Tanggul Jebol
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Luthfi: Banjir Demak Nggak Cuma Soal Tanggul Jebol

Air meluap, tanggul jebol, warga mengungsi. Tapi ternyata, masalah banjir di Demak bukan sekadar urusan “air kebanyakan”. Dari hulu sampai hilir, ceritanya udah kompleks, dan kali ini pemerintah mulai ngomongin solusi yang nggak setengah-setengah.

T. Budianto
Last updated: April 4, 2026 9:09 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
BANTUAN PEMPROV: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyerahkan bantuan berupa uang tunai kepada Bupati Demak, Hj Eisti'anah di Kantor Kecamatan Guntur, Demak, Sabtu (4/4/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, DEMAK– Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi langsung gercep. Di tengah kondisi banjir yang masih terasa di sejumlah wilayah, ia langsung ngegas rencana rapat koordinasi lintas daerah dan kementerian. Targetnya nggak main-main: beresin persoalan banjir Demak dari hulu sampai hilir.

Banjir yang mulai terasa sejak Jumat (3/4/2026) ini dipicu hujan deras di wilayah hulu. Efek domino pun terjadi, debit Sungai Tuntang naik drastis, dan tiga titik tanggul nggak kuat nahan. Lokasi jebolnya ada di Desa Trimulyo (Dukuh Solondoko sekitar 30 meter dan Solowire sekitar 10 meter), serta di Desa Sidoharjo sepanjang 15 meter. Semuanya ada di Kecamatan Sayung.

Baca juga: Tanggul Sungai Tuntang Jebol: Ketinggian Banjir Demak Capai 1,5 Meter, 583 Warga Mengungsi

Dampaknya? Delapan desa di empat kecamatan ikut kena imbas. Air bahkan sempat menggenang hingga setinggi 1 sampai 1,5 meter. Nggak heran kalau ribuan warga akhirnya harus ngungsi. Data dari BPBD Kabupaten Demak mencatat per 4 April 2026 pagi, ada 2.839 jiwa yang tersebar di 13 titik pengungsian. Wilayah paling parah ada di Kecamatan Guntur.

Di sela peninjauan, Luthfi tegas bilang kalau pola lama harus ditinggalin. “Tidak bisa kita seperti pemadam kebakaran, banjir datang baru ditangani. Ini nggak akan selesai,” katanya. Makanya, ia dorong penanganan menyeluruh. Bukan cuma tambal tanggul, tapi bongkar akar masalahnya sekalian.

Banyak PR

Menurutnya, Sungai Tuntang punya banyak PR: mulai dari sedimentasi, bangunan liar, sampai lahan bersertifikat di bantaran sungai yang bikin aliran air jadi nggak lancar.

Kepala Pelaksana BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, bilang kondisi di lapangan mulai kondusif. Evakuasi sudah dilakukan, dan kebutuhan pengungsi relatif ter-handle.

Baca juga: Pemprov Jateng Dorong Normalisasi Sungai Tuntang untuk Tangani Banjir Demak-Grobogan

Sementara itu, Sekda Demak Akhmad Sugiharto ikut angkat suara. Ia menilai sumber masalah besar justru ada di hulu, tepatnya di Bendung Glapan, wilayah Grobogan. “Kalau hulunya nggak dibenahi, ya hilir bakal terus kena dampaknya,” ujarnya.

Rapat mau digelar, koordinasi lintas instansi siap jalan, masalah juga sudah dipetakan. Tinggal satu yang sering jadi tantangan klasik: semua sepakat di meja rapat… tapi beda cerita begitu kembali ke lapangan. (tebe)

You Might Also Like

Sepanjang 2025 Jateng Diterpa 361 Bencana

Mendesak, Normalisasi Sungai Plumbon

Beasiswa Santri Jateng, Dari 942 Pendaftar, Cuma 73 yang Lolos!

Banjir Pesisir dan Dinding Raksasa yang Belum Menjawab

Jepang Kekurangan Tenaga Sopir

TAGGED:ahmad luthfibanjir Demakbnpbpemprov jatengsungai tuntang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PSIS Siap Tempur!
Next Article Sate Kelinci Gunung Lawu Bikin Nagih, Ini Sate Terbaik di Tempat Ini

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TERIMA PENGHARGAAN: Petugas operator alat berat (baju batik) menerima penghargaan dari Wali Kota Agustina. (ist)

Dua Operator Alat Berat Dapat Penghargaan, Berdedikasi Bantu Tangani Kebakaran TPA Jatibarang

Empat Anak Jadi Korban Eksploitasi Seksual, Ini Cara Pulihnya

Sultan HB X Sentil Pembawa Sajam di Demo Yogya

YLKI Minta Pajak Pembalut Disetop, Ini Alasannya

Kapolri Siapkan Poliran, Penganggur Bakal Dilatih Kerja

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

576 Ribu UMKM Ditarget Kantongi Sertifikat Halal

April 21, 2026
Info

Harkitnas 2026, Luthfi Ajak Masyarakat Perkuat Solidaritas Sosial

Mei 20, 2026
Daerah

Raih Indeks Integritas Tertinggi, KPK Ingatkan Jateng Perkuat Pencegahan Korupsi

Juli 22, 2025
Ekonomi

Sabar, UMP-UMK Jateng 2026 Bakal Diketok 24 Desember

Desember 17, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Luthfi: Banjir Demak Nggak Cuma Soal Tanggul Jebol
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?