Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kadinkes Jateng: Jam Panjang di PPDS Bagian dari Proses Pendidikan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kadinkes Jateng: Jam Panjang di PPDS Bagian dari Proses Pendidikan

R. Izra
Last updated: Juli 30, 2026 10:08 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Kepala Dinkes Jawa Tengah, dr. Zulfachmi Wahab, Sp.PD, Subsp.H.Onk.M(K), FINASIM, saat ditemui di kantornya, Kamis (30/6/2026). (bae)
Kepala Dinkes Jawa Tengah, dr. Zulfachmi Wahab, Sp.PD, Subsp.H.Onk.M(K), FINASIM, saat ditemui di kantornya, Kamis (30/6/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Jam kerja panjang yang dijalani peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) kerap menjadi sorotan, terutama setelah muncul sejumlah kasus yang menyeret dunia pendidikan dokter.

Namun, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, dr. Zulfachmi Wahab, menilai kondisi tersebut tidak bisa langsung dipandang sebagai bentuk perundungan.

Menurutnya, profesi dokter berbeda dengan pekerjaan pada umumnya karena harus siap menangani pasien kapan pun dibutuhkan. Karena itu, selama menjalani pendidikan, peserta PPDS juga dibentuk agar terbiasa menghadapi situasi tersebut.

Bacaaja: Cegah Bullying PPDS dan Internship, Dinkes Jateng Siapkan Lima Langkah Pengamanan
Bacaaja: Kasus dr Aulia Sudah Inkrah, Tapi IDI Belum Jatuhkan Sanksi Etik ke Tiga Terpidana, Kenapa?

“Dokter itu enggak punya jam kerja. Pasien datang jam tiga pagi ya harus diterima. Pendidikan itu melatih fisik dan mental supaya siap menghadapi kondisi seperti itu,” kata Zulfachmi, Kamis (30/7/2026).

Ia menjelaskan, sejak awal peserta PPDS sudah diberi pemahaman bahwa dunia kerja dokter tidak mengenal jam kantor. Pasien bisa datang sewaktu-waktu, sehingga calon dokter harus siap bertugas dalam berbagai kondisi.

“Kalau kerja seperti pegawai biasa, jam delapan masuk, jam empat pulang, lalu setelah itu enggak mau menerima pasien, ya bagaimana? Orang sakit kan enggak mengenal waktu,” ujarnya.

Zulfachmi mengatakan rumah sakit pendidikan memang menerapkan sistem shift. Namun, menurutnya, pendidikan dokter juga harus mempersiapkan peserta menghadapi kondisi ketika mereka bertugas sendirian di daerah yang kekurangan tenaga medis.

“Nanti kalau ditempatkan di daerah terpencil dan tidak ada dokter lain yang membantu, mereka harus siap. Pendidikan itu memang untuk membentuk kesiapan menghadapi kondisi nyata di lapangan,” katanya.

Karena itu, ia menilai jam bertugas yang terkadang melebihi delapan jam tidak serta-merta bisa disebut sebagai tindakan bullying. Menurutnya, hal tersebut harus dilihat dalam konteks proses pendidikan.

“Itu bagian dari pembentukan kemampuan fisik dan mental dokter,” ujarnya.

Meski demikian, Zulfachmi menegaskan pembentukan mental tidak boleh dijadikan alasan untuk memperlakukan peserta didik secara semena-mena. Menurutnya, tujuan pendidikan kedokteran adalah mempersiapkan dokter yang tangguh menghadapi situasi darurat, bukan mencelakai anak didik.

“Yang paling penting itu tulus. Tidak ada guru dalam dunia medis yang bermaksud mencelakai anak didiknya. Tidak ada,” tegasnya. (bae)

You Might Also Like

Mudik Gratis Pemprov, 346 Bus dan 17 Kereta Siap Antar Pemudik ke Kampung Halaman

Pemprov Jateng Kerahkan Helikopter, ‘Geser Awan Hujan’ di Muria Raya

Kuliah Praktik Ala Unkartur Semarang: Ngatur Jam Makan dan Ngurusin Mood Satwa

Pak Luthfi Bilang ASN Nggak Boleh Santai

Puluhan Lapak PKL di Atas Drainase Pasar Kobong Ditertibkan

TAGGED:bullyingdinkes jatengdr. Zulfachmi Wahabjam kerjaperundunganPPDS
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Lokasi Strategis RS Samsoe Hidajat, Dekat Bandara Ahmad Yani Semarang
Next Article Era Baru Nonton Sepak Bola

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Era Baru Nonton Sepak Bola

Kepala Dinkes Jawa Tengah, dr. Zulfachmi Wahab, Sp.PD, Subsp.H.Onk.M(K), FINASIM, saat ditemui di kantornya, Kamis (30/6/2026). (bae)

Kadinkes Jateng: Jam Panjang di PPDS Bagian dari Proses Pendidikan

Lokasi Strategis RS Samsoe Hidajat, Dekat Bandara Ahmad Yani Semarang

Pengamat politik dari Universitas Diponegoro, Nur Hidayat Sardini. (bae)

Banyak Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, Pengamat Undip Sorot Lemahnya Pengawasan Internal

PILOT ASING DITANGKAP - Kolase foto pilot asing dengan kartu identitas Malaysia ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) karena ketahuan selundupkan narkoba berupa 70.000 butir ekstasi.

Pilot Asing Ditangkap di Bandara Soetta, Bawa 70 Ribu Butir Ekstasi dalam Koper

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Bunga Pinjaman Mau Dipangkas, Begini Suara OJK

Mei 17, 2026
TAK KUAT MENAHAN HARU - Beny Riswandi langsung sujud syukur saat divonis bebas, Kamis (7/5/2026). (bae)
Hukum

Akhir Manis Kasus Sritex, Beny Sujud Syukur di Depan Hakim setelah Vonis Bebas

Mei 7, 2026
Ilustrasi pajak.
Hukum

Drama Mengguncang Negara, Keluarga Terkaya Indonesia Terseret Kasus Pajak

November 21, 2025
PSG juara Liga Champions setelah menghajar Inter Milan dengan skor 5-0. Namun, pesta juara PSG membawa petaka dengan menelan dua korban jiwa.
Sepak Bola

Rusuh Pesta Juara PSG Telan 2 Korban Jiwa, 559 Suporter Ditangkap

Juni 1, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kadinkes Jateng: Jam Panjang di PPDS Bagian dari Proses Pendidikan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?