Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kadinkes Jateng: Jam Panjang di PPDS Bagian dari Proses Pendidikan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kadinkes Jateng: Jam Panjang di PPDS Bagian dari Proses Pendidikan

R. Izra
Last updated: Juli 31, 2026 5:11 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Kepala Dinkes Jawa Tengah, dr. Zulfachmi Wahab, Sp.PD, Subsp.H.Onk.M(K), FINASIM, saat ditemui di kantornya, Kamis (30/6/2026). (bae)
Kepala Dinkes Jawa Tengah, dr. Zulfachmi Wahab, Sp.PD, Subsp.H.Onk.M(K), FINASIM, saat ditemui di kantornya, Kamis (30/6/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Jam kerja panjang yang dijalani peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) kerap menjadi sorotan, terutama setelah muncul sejumlah kasus yang menyeret dunia pendidikan dokter.

Namun, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, dr. Zulfachmi Wahab, menilai kondisi tersebut tidak bisa langsung dipandang sebagai bentuk perundungan.

Menurutnya, profesi dokter berbeda dengan pekerjaan pada umumnya karena harus siap menangani pasien kapan pun dibutuhkan. Karena itu, selama menjalani pendidikan, peserta PPDS juga dibentuk agar terbiasa menghadapi situasi tersebut.

Bacaaja: Cegah Bullying PPDS dan Internship, Dinkes Jateng Siapkan Lima Langkah Pengamanan
Bacaaja: Kasus dr Aulia Sudah Inkrah, Tapi IDI Belum Jatuhkan Sanksi Etik ke Tiga Terpidana, Kenapa?

“Dokter itu enggak punya jam kerja. Pasien datang jam tiga pagi ya harus diterima. Pendidikan itu melatih fisik dan mental supaya siap menghadapi kondisi seperti itu,” kata Zulfachmi, Kamis (30/7/2026).

Ia menjelaskan, sejak awal peserta PPDS sudah diberi pemahaman bahwa dunia kerja dokter tidak mengenal jam kantor. Pasien bisa datang sewaktu-waktu, sehingga calon dokter harus siap bertugas dalam berbagai kondisi.

“Kalau kerja seperti pegawai biasa, jam delapan masuk, jam empat pulang, lalu setelah itu enggak mau menerima pasien, ya bagaimana? Orang sakit kan enggak mengenal waktu,” ujarnya.

Zulfachmi mengatakan rumah sakit pendidikan memang menerapkan sistem shift. Namun, menurutnya, pendidikan dokter juga harus mempersiapkan peserta menghadapi kondisi ketika mereka bertugas sendirian di daerah yang kekurangan tenaga medis.

“Nanti kalau ditempatkan di daerah terpencil dan tidak ada dokter lain yang membantu, mereka harus siap. Pendidikan itu memang untuk membentuk kesiapan menghadapi kondisi nyata di lapangan,” katanya.

Karena itu, ia menilai jam bertugas yang terkadang melebihi delapan jam tidak serta-merta bisa disebut sebagai tindakan bullying. Menurutnya, hal tersebut harus dilihat dalam konteks proses pendidikan.

“Itu bagian dari pembentukan kemampuan fisik dan mental dokter,” ujarnya.

Meski demikian, Zulfachmi menegaskan pembentukan mental tidak boleh dijadikan alasan untuk memperlakukan peserta didik secara semena-mena. Menurutnya, tujuan pendidikan kedokteran adalah mempersiapkan dokter yang tangguh menghadapi situasi darurat, bukan mencelakai anak didik.

“Yang paling penting itu tulus. Tidak ada guru dalam dunia medis yang bermaksud mencelakai anak didiknya. Tidak ada,” tegasnya. (bae)

You Might Also Like

Jelang Nataru, Pantai Tirang Perkuat Keamanan dan Penataan Area

Mbappe Kejar Sepatu Emas, Inggris Buru Penawar Luka

Mbak Ita-Alwin Keluar Penjara, Bukan Bebas tapi Izin Nikahin Anak

Doorstop Rapat Pemakzulan Bupati Pati Berujung Main Sikut, Wartawan Jadi Korban

Drama Politik Masuk Lapangan: Iran Mundur dari Piala Dunia 2026

TAGGED:bullyingdinkes jatengdr. Zulfachmi Wahabjam kerjaperundunganPPDS
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Lokasi Strategis RS Samsoe Hidajat, Dekat Bandara Ahmad Yani Semarang
Next Article Era Baru Nonton Sepak Bola

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

MENKEU BARU - Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet lagi. Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, Senin (14/9/2026).

BREAKING NEWS: Prabowo Reshuffle Kabinet, Suahasil Nazara Gantikan Purbaya sebagai Menkeu

KIAI CABUL--Tampang Achmad Fauzi alias Abah Khan, pengasuh ponpes di Kota Semarang yang cabuli santriwatinya, mengenakan kaus 'Ngopeni Nglakoni' saat digelandang ke kantor Kejari Kota Semarang, Rabu (24/6/2026). (ist)

Ponpes Abah Khan Tak Berizin, Perberat Tuntutan Hukuman Kiai Cabul Semarang

JUARA TURNAMEN--Tim dari SMAN 4 Semarang menerima sertifikat juara pertandingan Free Fire (FF) Battle Royale Mayoritas Tournament, Minggu (13/9/2026). (ist)

SMAN 4 Semarang Juara Turnamen Free Fire Battle Royale Mayoritas

Dari Pena ke Layar, Kaligrafi MTQ Makin Ngegas

Agustina Ingin Alun-Alun Kauman Jadi Pusat Budaya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Longsor Cisarua: 17 Meninggal, 11 Teridentifikasi

Januari 26, 2026
Info

Stop Naik Gajah! Semarang Zoo Bilang: Cukup Difoto, Jangan Ditunggangi

Februari 6, 2026
Sepak Bola

Tembok Rossocrociati Ditantang Messi, Mampukah Bikin Kejutan?

Juli 11, 2026
Info

HUT ke-9 Pagersemar: Bukan Cuma Bisnis Hiburan, Tapi Bikin Kota Lebih Hidup

April 24, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kadinkes Jateng: Jam Panjang di PPDS Bagian dari Proses Pendidikan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?