BACAAJA, SEMARANG- Paguyuban Entertainment Semarang (Pagersemar) ngerayain anniversary ke-9 dengan cara yang cukup “niat”. Selain kumpul dan halalbihalal, mereka juga resmi ngukuhin pengurus baru buat periode 2026-2027 di Space KTV, Jl Siliwangi, Semarang, Jumat (24/4/2026).
Acara dihadiri Sekretaris Disbudpar Kota Semarang, Samsul Bahri Siregar yang mewakili Kepala Disbudpar, Indriyasari. Hadir juga Ketua Pagersemar, Fic Indarto bareng para anggota yang bikin suasana makin cair tapi tetap bermakna.
Menurut Samsul, Pagersemar bukan sekadar komunitas tempat usaha hiburan biasa. Ada peran gede di balik itu semua, mulai dari nyerap tenaga kerja sampai bantu naikin angka kunjungan wisata ke Kota Semarang.
Baca juga: Jam Operasional Tempat Hiburan Resmi Disetel Mode Ramadan
“Harapannya sih makin solid, makin guyub, dan makin kerasa dampaknya buat ekonomi kota, khususnya dari sektor hiburan dan pariwisata,” ujarnya. Dia juga nyinggung kalau dunia entertainment itu punya efek domino yang nggak main-main. Jadi, kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah itu bukan opsi, tapi keharusan kalau mau ekosistemnya sehat dan terus tumbuh.
Sementara itu, Fic Indarto juga nggak mau ketinggalan buat ngasih “wejangan santai”. Intinya sederhana: Pagersemar harus tetap kompak dan nggak jalan sendiri-sendiri.
Ajang Recharge
“Kami butuh support dari semua pihak. Biar Pagersemar nggak cuma eksis, tapi juga benar-benar ngasih manfaat buat anggota,” katanya. Momentum anniversary ini juga jadi ajang “recharge” hubungan antaranggota.
Halalbihalal setelah pengukuhan bikin suasana makin hangat, nggak cuma formalitas, tapi beneran jadi ruang buat nyambung lagi secara personal dan profesional.
Dengan pengurus baru, Pagersemar juga dituntut lebih adaptif. Apalagi sekarang industri hiburan lagi kencang-kencangnya berubah, terutama karena digitalisasi. Mau nggak mau, harus ikut lari, bukan cuma jalan.
Baca juga: 9 Ball Fun Competition: Cara Pegersemar Jaga Kekompakan
Suasana acara sendiri? Hangat, santai, tapi tetap terasa solid. Kombinasi antara hiburan, obrolan, dan visi ke depan bikin acara ini nggak sekadar seremoni tahunan. Pagersemar pun optimistis bisa terus jadi “mesin penggerak” industri hiburan di Semarang. Nggak cuma soal cuan, tapi juga soal warna budaya kota yang makin hidup.
Karena pada akhirnya, dunia hiburan itu bukan cuma soal lampu panggung yang terang, tapi juga seberapa kompak orang-orang di balik layar. Dan kalau cuma nyanyi bareng tanpa arah, ya paling banter cuma jadi playlist… bukan jadi gerakan. (tebe)

