Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tembok Rossocrociati Ditantang Messi, Mampukah Bikin Kejutan?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Sepak Bola

Tembok Rossocrociati Ditantang Messi, Mampukah Bikin Kejutan?

Kalau ada laga yang pantas disebut pertarungan "raksasa versus pengganggu pesta", inilah jawabannya. Argentina datang dengan status juara bertahan dan favorit kuat menuju semifinal, sementara Swiss melangkah tanpa banyak sorotan, tapi juga tanpa pernah kalah.

T. Budianto
Last updated: Juli 11, 2026 4:11 pm
By T. Budianto
5 Min Read
Share
PEMAIN KUNCI: Bintang Argentina, Lionel Messi dan playmaker Swiss, Granit Xhaka menjadi pemain kunci saat kedua tim bertemu pada laga perempat final Piala Dunia 2026 yang mentas di Stadion Kansas City, Kansas, Minggu, (12/7/2026) pukul 08.00 WIB. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, KANSAS CITY– Argentina berhasil melangkah ke perempat final Piala Dunia 2026, tetapi performa La Albiceleste masih menyisakan banyak tanda tanya. Di balik status favorit juara, pasukan Lionel Scaloni dinilai belum benar-benar tampil dominan.

Sorotan terbesar tentu kembali mengarah kepada Lionel Messi. Kapten Argentina itu lagi-lagi menjadi penyelamat ketika timnya nyaris tersingkir saat menghadapi Mesir di babak 16 besar.

Argentina sempat tertinggal 2-0 hingga memasuki 11 menit terakhir waktu normal. Situasi makin sulit setelah Messi gagal mengeksekusi penalti. Namun seperti berkali-kali terjadi sepanjang kariernya, sang megabintang kembali menjadi pembeda.

Argentina bangkit lewat gol Cristian Romero, Messi, dan Enzo Fernández untuk membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-2 sekaligus mengamankan tiket ke delapan besar.

Momen dramatis itu bahkan membuat Lionel Scaloni tak mampu menyembunyikan emosinya usai pertandingan. “Aku tidak bisa bahkan melihatmu. Maaf. Aku jelas sangat emosional. Betapa luar biasanya kelompok pemain ini. Sudah, aku harus pergi,” ujar Scaloni.

Baca juga: Adu Tajam Haaland vs Kane, Siapa Melaju ke Semifinal?

Meski belum terkalahkan, perjalanan Argentina dinilai jauh dari kata mulus. Sebelum menyingkirkan Mesir, mereka juga dipaksa bekerja keras saat menghadapi Cape Verde di babak 32 besar. Argentina baru memastikan kemenangan pada menit-menit akhir setelah terus mendapat tekanan sepanjang pertandingan.

Kondisi itu memunculkan kritik bahwa performa Argentina belum mencerminkan kualitas sebagai juara bertahan. Meski demikian, Scaloni menolak anggapan tersebut.

Menurutnya, Argentina tetap mampu mengendalikan pertandingan meski harus berkali-kali bangkit dari situasi sulit. Fenomena itu sebenarnya bukan hal baru. Pada Piala Dunia 2022, Argentina juga beberapa kali kehilangan keunggulan, termasuk saat menghadapi Prancis di final sebelum akhirnya keluar sebagai juara.

Usai laga kontra Mesir, pelatih lawan sempat melontarkan tudingan bahwa pertandingan telah diatur. Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) juga dikabarkan tengah menghadapi penyelidikan terkait kerja sama komersial di Amerika Serikat.

Meski begitu, pihak AFA membantah seluruh tuduhan tersebut. “Langkah-langkah investigasi saja tidak menentukan tanggung jawab atau kesalahan,” kata Tomas Regalado, Duta Besar AFA untuk Amerika Utara.

Scaloni sendiri juga mendapat sorotan karena dinilai terlalu bergantung pada pemain-pemain senior. Messi bahkan terlihat kelelahan setelah pertandingan sebelumnya dan sempat muncul dalam konferensi pers dengan lebam di bagian dahi. Namun, sang kapten justru menanggapinya dengan santai sambil bercanda bahwa pemain lawan yang paling keras melanggarnya biasanya menjadi orang pertama yang meminta bertukar jersey setelah pertandingan.

Tanpa Beban

Berbeda dengan Argentina yang dibayangi ekspektasi tinggi, Swiss justru melangkah dengan tenang. Tim asuhan Murat Yakin belum pernah kalah maupun tertinggal sejak fase kualifikasi hingga babak gugur Piala Dunia 2026.

Keberhasilan menyingkirkan Kolombia lewat adu penalti semakin mempertegas kekuatan utama Rossocrociati, yakni organisasi pertahanan yang disiplin dan kemampuan mengendalikan tempo pertandingan.

Namun Swiss juga menghadapi persoalan cedera. Johan Manzambi yang sudah mencetak tiga gol masih diragukan tampil karena mengalami cedera lutut. Jika absen, Ardon Jashari diperkirakan kembali dipercaya mengisi lini tengah bersama Granit Xhaka dan Remo Freuler.

Sebaliknya, Argentina datang dengan skuad lengkap. Lionel Scaloni tinggal menentukan siapa yang akan menjadi tandem Messi di lini depan, antara Julián Álvarez atau Lautaro Martínez. Pertandingan diperkirakan akan ditentukan oleh pertarungan di sektor tengah.

Argentina akan mengandalkan kreativitas Alexis Mac Allister dan Rodrigo De Paul untuk membuka ruang bagi Messi, yang kini memimpin daftar top skor sementara dengan delapan gol.

Baca juga: Statistik Berpihak ke La Furia Roja

Di sisi lain, Swiss diprediksi bermain lebih pragmatis. Xhaka dan Freuler akan membangun blok pertahanan rapat sebelum melancarkan serangan balik cepat melalui Dan Ndoye, Ruben Vargas, dan Breel Embolo.

Bagi Argentina, tantangan terbesar bukan sekadar mencetak gol, tetapi membongkar pertahanan Swiss yang belum kebobolan satu gol pun sepanjang fase gugur.

Sebaliknya, Swiss dituntut tampil nyaris sempurna jika ingin menghentikan Messi, pemain yang hanya membutuhkan sedikit ruang untuk mengubah jalannya pertandingan.

Swiss dipastikan memberi perlawanan sengit lewat organisasi permainan yang disiplin. Namun pengalaman Argentina di laga-laga besar dan kualitas individu Messi diperkirakan kembali menjadi pembeda.

Argentina datang membawa status juara bertahan, Swiss membawa pertahanan paling rapat. Di Piala Dunia, yang sering menang bukan yang paling tenang sepanjang pertandingan, melainkan yang paling sedikit panik ketika semuanya mulai berantakan. (tebe)

You Might Also Like

Ketua DPR Puan Maharani Tegaskan Putusan MK Soal Pemisahan Pemilu Salahi UUD ’45

Guru Diminta Upgrade Cara Main Abad ke-21

Eks Rektor UGM Bongkar Dugaan Kejanggalan Gelar Sarjana Jokowi: Tak Pernah Lulus S1?

Dari Reshuffle, Prabowo Mulai Lepas Bayang Jokowi, Siapa Masuk Siapa Tersingkir?

Jack Brown Perkuat Lini Tengah Mahesa Jenar

TAGGED:granit xhakaheadlinelionel messipiala dunia 2026
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Anak Lebih dari Tiga? Tenang, Tetap Bisa Masuk BPJS Kesehatan
Next Article Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jateng, Arfan Triono. (bae) Kejati Jateng Tegaskan Tak Geledah SPPG: Cuma Pendataan Aja

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Akhiri Dominasi Solo, Semarang Juara Umum Peparpeda Jateng 2026

Entaskan Kemiskinan, TP PKK-Baznas Jateng Berikan Pelatihan Usaha

LATIHAN PENANGANAN KARHUTLA - Kodim 0728/Wonogiri menggelar latihan gabungan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Alas Kethu.

Kebakaran Hutan dan Lahan di Jateng Meledak 700 Persen

Pengurus MUI Jateng Dikukuhkan

KEBERSAMAAN - Berbagai lomba yang memperkuat kekompakan digelar PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah bersama para Iconers, untuk memeriahkan HUT ke-81 RI.

Bukan Sekadar Perayaan, Ini Cara PLN Icon Plus SBU Jateng Maknai Kemerdekaan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Tol Bawen-Yogya Disiapin Fungsional H-10 Lebaran

Maret 2, 2026
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, meninjau lokasi kebakaran di Jalan Pesanggrahan Raya, Kelurahan Mlatibaru, Kota Semarang, Jumat (25/7) sore.
Unik

Agustina Janjikan Rp40 Juta untuk Bangun Ulang Rumah Korban Kebakaran Tewaskan 5 Orang

Juli 26, 2025
Ilustrasi warga binaan dalam penjara.
Hukum

Sudah Berlaku! Seks di Luar Nikah dan Living Together Bisa Bikin Masuk Penjara

Januari 3, 2026
Info

Saat Difabel Boyolali Minta Akses, Bukan Iba

Juni 3, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tembok Rossocrociati Ditantang Messi, Mampukah Bikin Kejutan?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?