Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Eks Rektor UGM Bongkar Dugaan Kejanggalan Gelar Sarjana Jokowi: Tak Pernah Lulus S1?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Eks Rektor UGM Bongkar Dugaan Kejanggalan Gelar Sarjana Jokowi: Tak Pernah Lulus S1?

Hingga kini, pihak Universitas Gadjah Mada belum memberikan pernyataan resmi terbaru. Publik masih menanti kejelasan, terutama soal kesahihan skripsi dan status akademik yang menjadi dasar pemberian gelar S1 kepada Jokowi.

Nugroho P.
Last updated: Agustus 14, 2025 10:10 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Mantan Rektor UGM Prof. Sofian Effendi.
Mantan Rektor UGM Prof. Sofian Effendi.
SHARE

NARAKITA, YOGYAKARTA – Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Sofian Effendi, mengungkap pernyataan mengejutkan terkait status akademik Presiden Joko Widodo. Dalam sebuah wawancara yang ditayangkan Rabu (16/7/2025), ia menyebut bahwa Jokowi diduga tidak pernah memenuhi syarat untuk meraih gelar sarjana strata satu (S1) dari UGM.

Pernyataan itu disampaikan dalam sesi wawancara dengan ahli forensik digital Rismon Sianipar. Dalam wawancara tersebut, Prof. Sofian menjelaskan bahwa dirinya sudah menelusuri riwayat akademik Jokowi melalui rekan-rekannya sesama dosen dan mantan pejabat di Fakultas Kehutanan UGM.

Menurut Sofian, Jokowi memang pernah terdaftar sebagai mahasiswa di jurusan kehutanan sejak tahun 1980. Namun, berdasarkan data akademik yang ia peroleh, prestasi Jokowi selama dua tahun pertama tergolong di bawah standar kelulusan.

Ia menjelaskan bahwa indeks prestasi kumulatif (IPK) Jokowi dalam empat semester pertama sangat rendah. Bahkan, menurut sistem akademik UGM saat itu, mahasiswa dengan IPK seperti itu seharusnya tidak diizinkan melanjutkan ke tahap penyusunan skripsi atau program sarjana.

Transkrip nilai yang sempat ditampilkan Bareskrim Polri dalam sebuah konferensi pers beberapa waktu lalu disebut hanya mencerminkan masa studi Jokowi saat mengikuti program sarjana muda, bukan program S1 yang utuh.

“Saya lihat sendiri, nilai-nilainya di bawah dua. Itu artinya kalau sistemnya berjalan normal, ya tidak lulus. Maksimal hanya sampai sarjana muda, atau DO,” jelas Prof. Sofian.

Lebih jauh, ia menyatakan bahwa skripsi Jokowi yang sempat beredar dan diklaim sebagai karya akhir pendidikan S1, patut diragukan keasliannya. Bahkan ia menyebut skripsi itu terindikasi menjiplak pidato dari salah satu dekan Fakultas Kehutanan.

Sofian mengaku sempat mengonfirmasi langsung kepada staf administrasi di fakultas tersebut. Saat ditanya soal lembar pengesahan skripsi Jokowi, petugas menyebut bahwa dokumen tersebut tidak memiliki tanda tangan dosen penguji dan tidak disertai tanggal ujian.

“Lembar pengesahan kosong, tak ada nilai, tak ada tanggal ujian, dan tak ada tanda tangan dosen penguji. Jadi skripsi itu tidak pernah diuji. Tidak sah,” ungkapnya.

Prof. Sofian juga mengungkap bahwa Kasmudjo, dosen yang selama ini disebut sebagai pembimbing akademik Jokowi, ternyata tidak pernah terlibat dalam proses pembimbingan, baik akademik reguler maupun skripsi.

Ia turut membandingkan Jokowi dengan kerabatnya, Hari Mulyono, yang juga kuliah di jurusan yang sama. Menurut Sofian, Hari dikenal cerdas, aktif di organisasi mahasiswa, dan lulus tepat waktu. Sebaliknya, Jokowi dinilai kurang menonjol dan tak menunjukkan performa akademik yang memadai.

Dalam pengakuannya, Sofian menyebut mendengar kabar bahwa Jokowi sempat menggunakan ijazah Hari Mulyono untuk tujuan tertentu. Ia menilai hal itu berbahaya jika benar dilakukan, karena menyangkut dugaan pemalsuan identitas akademik.

“Kabarnya, yang sering dibawa-bawa sebagai ijazahnya Jokowi, justru bukan milik dia. Foto di ijazahnya pun bukan dirinya. Kalau ini terbukti, ya itu penipuan akademik besar-besaran,” ujar Sofian.

Lebih lanjut, ia mempertanyakan sikap lembaga negara yang selama ini justru tidak memperjelas persoalan ini secara transparan. Menurutnya, jika semua data akademik dibuka, publik bisa menilai sendiri kebenaran informasi yang beredar.

Prof. Sofian Effendi bukan sosok sembarangan. Ia pernah menjabat sebagai Rektor UGM pada 2002–2007, Kepala BKN pada era reformasi, dan Ketua Komisi ASN pertama sejak 2014. Sebagai Guru Besar Ilmu Administrasi Negara, pernyataannya tentu memiliki bobot dalam perdebatan akademik ini.

Pernyataan ini menambah panjang kontroversi seputar ijazah Presiden Jokowi. Meski hasil uji forensik Polri menyebut dokumen tersebut asli, kritik terhadap proses dan transparansi akademik tetap mengemuka.

Hingga kini, pihak Universitas Gadjah Mada belum memberikan pernyataan resmi terbaru. Publik masih menanti kejelasan, terutama soal kesahihan skripsi dan status akademik yang menjadi dasar pemberian gelar S1 kepada Jokowi. (*)

You Might Also Like

Full Ricuh! Laga PSIR Rembang Vs Persak Kebumen Berubah Jadi Tawuran Massal

Particle Physics: Exploring the Unknown

Malaysia Bolehkan Warga Menambang Emas, Biar Cuan dan Gak Diribeti Izin Negara

Trailer Nyangkut di Perlintasan Kaligawe Bikin 10 Kereta Delay Berjam-jam

Rayakan HUT Jateng, Ini Gaya Baznas Bantu UMKM dan Sajikan Bakso Gratis

TAGGED:dugaan ijazah palsufotokopi ijazah jokowiheadlineijazah jokowiijazah palsuProf. Sofian Effendi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bobby Kertanegara Dapat Sorotan Tajam!! Ketika Kucing Presiden Mendapat Perlakuan Berlebihan
Next Article Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Trump Turunkan Tarif Bea Masuk Jadi 19 Persen untuk Indonesia, Siapa Untung Siapa Buntung?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sentra Bandeng Tambakrejo Naik Kelas, Agustina Soroti Jalan hingga Mesin Presto

Cegah Gangguan Penerbangan, Bandara Ahmad Yani Sisir Area Runway

PIAGAM PENGHARGAAN: Kolase foto piagam penghargaan Kantor Advokat da. Kurator LDN Ernst yang diberikan Hukumonline dalam ajang pemeringkatan Top 100 Indonesian Law Firm 2026. (ist)

LDN Ernst Raih Dua Penghargaan, Diakui Law Firm Terbaik di Jateng

FOOD FESTIVAL - Pembeli sedang memesan cahkwe di food festival kawasan Pecinan Semarang, Jumat (25/9/2026). (dul)

Berburu Kuliner di Heritage Food Festival Pecinan Semarang, Pengunjung Soroti Tenant Halal dan Nonhalal

Anak bungsu pasangan Soekarno-Fatmawati, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra (Guruh Soekarnoputra).

Profil Guruh Soekarnoputra, Jejak Sosok Politikus Marhaenis cum Seniman

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

PRAJURIT NAKAL - Ilustrasi oknum TNI nakal menghadapi persidangan militer.
Info

Oknumn TNI Jadi Backing Matel, Kopral R Terlibat Pembacokan Anggota Brimob Banten

Juni 5, 2026
Unik

Pasang Listrik Baru Mei 2025? Ini Daftar Harganya, dari Rp 400 Ribuan!

Mei 5, 2025
Unik

Curiosity Unleashed: Journeying into the World of Scientific Exploration

April 23, 2023
Unik

Jateng-Lampung Gandengan, Kerja Sama Senilai Rp 832 Miliar per Tahun Diteken

Januari 7, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Eks Rektor UGM Bongkar Dugaan Kejanggalan Gelar Sarjana Jokowi: Tak Pernah Lulus S1?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?