BACAAJA, SEMARANG- PSIS Semarang akhirnya lolos dari jeratan play-off degradasi dan memastikan diri tetap bertahan di Liga 2 musim depan. Hasil ini jadi penutup dari musim yang penuh tekanan dan drama.
COO PSIS, Fariz Julinar Maurisal menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi untuk seluruh elemen tim. Lewat unggahan Instagram pribadinya, ia menegaskan kalau perjuangan musim ini bukan hal yang mudah.
“Musim yang sangat berat bisa kita lalui bersama. Target bertahan di Liga 2 tidak mungkin tercapai tanpa kerja keras semua pihak,” tulisnya. Perjalanan tim berjuluk Mahesa Jenar ini memang jauh dari kata mulus. Setelah turun dari Liga 1 musim lalu, tekanan langsung terasa sejak awal kompetisi.
Baca juga: Promosi Dicanangkan, PSIS Siap “Bongkar Pasang” Tim
Bahkan, saat awal pengambilalihan klub oleh keluarga Fariz Julinar Maurisal, tim hanya mengoleksi dua poin. Situasi itu sempat bikin pesimistis banyak pihak.
Namun pelan tapi pasti, perubahan mulai kelihatan. Restrukturisasi manajemen, pembenahan tim, dan dukungan penuh dari berbagai lini bikin performa PSIS berangsur membaik. Hingga akhirnya, mereka mampu menutup musim dengan 23 poin, cukup lah untuk bertahan.
Perubahan Kepemilikan
Perubahan besar juga terjadi di level kepemilikan. Keluarga Fariz mengakuisisi mayoritas saham klub, termasuk dari Yoyok Sukawi dan Junianto, yang jadi titik balik arah manajemen PSIS. Meski performa tim belum sepenuhnya stabil, target utama musim ini tercapai: tetap bertahan di Liga 2.
Faktor lain yang nggak kalah penting adalah dukungan suporter. Di saat hasil di lapangan belum memuaskan, mereka tetap setia berdiri di belakang tim jadi “bensin” tambahan buat kebangkitan PSIS.
Baca juga: Misi Kas Hartadi: Selamatkan PSIS!
Kini, PSIS punya waktu buat evaluasi sebelum masuk musim 2026/2027. PR-nya jelas: bikin tim lebih konsisten dan nggak lagi flirting sama zona degradasi.
Musim ini, PSIS bukan sekadar main bola, tapi juga main drama bertahan hidup.
Lolos dari degradasi memang lega, tapi kalau tiap musim harus deg-degan kayak gini, mungkin yang butuh diperkuat bukan cuma lini belakang… tapi juga jantung suporternya. (tebe)

