BACAAJA, SEMARANG- Kepercayaan investor ke Jawa Tengah lagi naik level. Terbaru, perusahaan kemasan kertas asal Tiongkok, PT Hoi Fu, resmi menanamkan investasi jumbo senilai Rp1,12 triliun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal.
Nggak cuma soal angka, investasi ini juga bawa efek nyata: peluang kerja buat sekitar 1.000 orang. Lumayan banget buat ngurangin angka pengangguran sekaligus ngasih napas baru buat ekonomi lokal.
Baca juga: Jateng Tawarkan Iklim Investasi Kondusif, 15 Proyek Strategis Siap Digarap
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Sakina Rosellasari menyebut, keamanan dan iklim usaha yang kondusif jadi “magnet utama” buat investor asing. Nggak heran, di triwulan I 2026 aja, investasi asing mendominasi hingga 58 persen dari total Rp23,02 triliun yang masuk ke Jateng.
“Keamanan dan kenyamanan berusaha itu penting. Ketika investor masuk, mereka harus merasa aman,” jelasnya.
Selain faktor keamanan, Jateng juga kasih “karpet merah” lewat berbagai insentif: mulai dari tax allowance, tax holiday, sampai tax deduction. Belum lagi sistem perizinan yang dipermudah lewat administrator di kawasan KEK, biar investor nggak ribet urusan birokrasi.
Bantuan Pemprov
Pemprov Jateng juga nggak cuma nonton dari jauh. Mereka ikut turun tangan dari awal, mulai dari urus perizinan sampai bantu komunikasi dengan kementerian kalau ada kendala.
Menariknya, relasi dengan investor juga dijaga lewat asosiasi dagang dari berbagai negara. Jadi kalau ada masalah, bisa langsung dicarikan jalan keluar. Efeknya? Investor yang puas biasanya “bawa temen”, alias ngajak investor lain masuk. Groundbreaking proyek ini sendiri sudah digelar pada Sabtu (2/5/2026), dihadiri Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso.
Baca juga: Rute Internasional Bikin Investor Singapura Rajin Datang
Secara keseluruhan, KEK Kendal memang lagi jadi primadona. Sampai triwulan I 2026, total investasi di kawasan ini sudah tembus Rp101,93 triliun, dengan serapan tenaga kerja mencapai 117.941 orang. Bahkan, dampaknya ikut ngerek pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal sampai 9 persen.
Di saat banyak daerah sibuk cari investor, Jateng malah kayak lagi open house, yang datang nggak cuma satu, tapi bawa “oleh-oleh” triliunan. Tinggal dijaga aja, jangan sampai yang datang betah, tapi yang lokal cuma jadi penonton. (tebe)

