Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: HUT ke-579 Semarang, Pemkot Diminta Serius Urus RTH Biar Nggak Langganan Banjir
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

HUT ke-579 Semarang, Pemkot Diminta Serius Urus RTH Biar Nggak Langganan Banjir

R. Izra
Last updated: April 29, 2026 10:48 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
Ilustrasi Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Ilustrasi Ruang Terbuka Hijau (RTH)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Pemkot Semarang didorong lebih serius ngurus ruang terbuka hijau (RTH). Soalnya, ini bukan cuma soal taman kota. Tapi juga kunci biar banjir nggak terus berulang.

Target RTH sebenarnya sudah jelas. Minimal 30 persen sesuai amanat Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007. Tapi sampai sekarang, angkanya masih mepet.

Data 2024, RTH Kota Semarang baru 29,25 persen. Lalu naik tipis jadi 29,90 persen di akhir 2025. Artinya hampir menyentuh batas minimal.

Bacaaja: Semarang di Usia 479: Antara Harapan Warga dan Tantangan Kota
Bacaaja: Gerhana Bulan Total: Estetik Buat Kita, Neraka Logika Buat Flat Earther

Pemkot bilang terus ngejar target itu. Termasuk dengan aturan baru dari Kementerian ATR/BPN yang juga menghitung RTH privat di kantor dan perumahan.

Konsepnya pun diperluas. Nggak cuma taman kota, tapi juga ruang interaksi publik yang tetap punya fungsi ekologis.

Pakar lingkungan dan tata kota dari Unissula, Mila Karmila, mengingatkan RTH jangan cuma numpuk di pusat kota. Tapi harus menyebar sampai ke lingkungan warga.

“Iya itu banyak perubahan ya aslinya. Sebenarnya tidak harus semuanya di kota, kalau bisa efektifkan ruang terbuka hijau di tingkat kelurahan ada, di tingkat kecamatan ada,” ujarnya.

Menurutnya, kalau RTH hadir sampai permukiman, air hujan bisa lebih terserap. Jadi nggak langsung lari ke jalan dan bikin genangan.

“Sehingga tampungan-tampungan air itu tidak kemudian lari ke jalan. Semakin banyak RTH masuk ke permukiman, bisa meminimalisir banjir,” lanjutnya.

Ia juga menyoroti banjir yang masih sering muncul di pusat kota. Termasuk kawasan Simpang Lima saat hujan deras. “Itu juga gara-gara saluran drainasenya buruk,” tegasnya.

Seharusnya pemeliharaan rutin jangan sampai diabaikan. Seperti pemeliharaan saluran drainase, pengerukan sedimentasi, hingga mengecek pompa-pompa.

Kalau masalah ini terus dibiarkan, yang paling terdampak tetap warga. Tiap tahun harus berhadapan dengan banjir.

“Kalau bisa dibuat rutin pemeliharaan, itu mungkin akan bisa mengurangi banjir di Kota Semarang,” tandasnya. *bae

You Might Also Like

COO PSIS: Enam Poin Harga Mati

TPPU Korupsi BUMD Cilacap, Gus Yazid Keseret Kasus Pencucian Uang Rp20 Miliar

Pakar: Insentif Kendaraan Listrik Jangan Cuma Parkir di Kota

Dinilai Implementatif, Gagasan Mohammad Saleh Layak Diaplikasikan dalam PSN

H-7 Lebaran, GT Kalikangkung Mulai Ramai: 1.500 Kendaraan per Jam Masuk Semarang

TAGGED:headlinehut semarangmila karmilapakar lingkunganpakar tata kotapemkot semarangRTHruang terbuka hijauunissula
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bagimana Krisis Iklim Mengganggu Hubungan Keluarga
Next Article Batang Mau Jadi “Shenzhen KW Super” Indonesia?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pasar Maling Naik Kelas, Disiapkan Jadi Tempat Nongkrong

Misteri Glamping Posong Terjawab, ‘Silent Killer’ Jadi Penyebab

Tak Lagi Rata Semua, Duit Dapur MBG Kini Disetel

Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun, Momen Menata Harapan Baru

SAMPAIKAN TUNTUTAN - Peserta aksi massa memanjat gerbang kantor Gubernuran Jateng, di Semarang, Senin (13/6/2026). Massa menyampaikan 5 tuntutan rakyat, serta menyorot peran TNI-Polri yang banyak menduduki jabatan sipil, sebagai bagian dari gejala militerisme. (dul)

Ribuan Mahasiswa Semarang Raya Kepung Gubernuran, Sampaikan Panca Tuntutan Rakyat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Pawai Ogoh-Ogoh: Semarang Nggak Cuma Ramai, Tapi Juga “Rukun Level Dewa”

April 27, 2026
Info

IPG Kota Semarang 78,71, Agustina: Bukti Perempuan Semarang Kian Berdaya

April 21, 2026
Daerah

Agustina Janji Tambaksari Bakal Punya Jembatan

Januari 30, 2026
Hukum

Bima Arya Sentil Bupati Pekalongan: Ngaku Tak Paham Hukum Kok Mau Jadi Kepala Daerah?

Maret 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: HUT ke-579 Semarang, Pemkot Diminta Serius Urus RTH Biar Nggak Langganan Banjir
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?