BACAAJA, SEMARANG- PSIS Semarang tampaknya tak ingin lagi menjalani musim dengan arah yang samar. Setelah terseok-seok sepanjang kompetisi lalu, Mahesa Jenar kini mulai menyiapkan proyek baru untuk kembali jadi kekuatan serius sepak bola Indonesia sekaligus membuka jalan promosi ke Liga 1 musim 2026/2027.
Musim kemarin memang terasa berat buat PSIS. Pergantian pelatih terjadi berkali-kali. Mulai dari Ega Raka, Jafri Sastra, Andri Ramawi, caretaker Anang Dwita, hingga Kas Hartadi yang datang dalam situasi darurat.
Di lapangan, permainan PSIS juga sering terlihat belum punya identitas jelas. Kadang tampil menjanjikan, tapi di laga lain justru kehilangan arah. Situasi itu membuat PSIS sempat berada dekat zona berbahaya sebelum akhirnya selamat usai meraih kemenangan penting atas Kendal Tornado FC pada pekan ke-26. Dari situ, manajemen mulai sadar bahwa “sekadar bertahan” bukan level yang pantas buat PSIS.
Baca juga: Sukses Bertahan, COO PSIS Apresiasi Kerja Keras Tim
Asisten Manajer PSIS, Moch Reza Handhika memastikan proses pembentukan tim baru sudah mulai berjalan. Bukan cuma soal pemain, tapi juga struktur ofisial dan fondasi organisasi tim. Manajemen disebut ingin membangun skuad lebih cepat dan lebih matang agar latihan perdana bisa dimulai Juli 2026.
Yang bikin suporter makin ramai tentu rumor transfer yang mulai bermunculan. Nama Hari Nur Yulianto dan Septian David Maulana jadi dua sosok yang paling sering dibicarakan. Buat suporter Mahesa Jenar, mereka bukan sekadar mantan pemain, tapi sudah menjadi bagian dari identitas klub.
Septian David dikenal sebagai otak permainan PSIS di masa lalu. Kreativitas dan kemampuannya mengatur tempo pernah jadi nyawa lini tengah Mahesa Jenar.
Sementara Hari Nur punya nilai emosional yang sulit dicari penggantinya. Ia dianggap representasi pemain lokal yang tumbuh bersama klub dan dekat dengan tribun suporter.
Bikin Heboh
Tapi rumor paling bikin heboh datang dari nama Pratama Arhan. Wacana kepulangan bek kiri Timnas Indonesia itu langsung bikin antusiasme publik Semarang naik drastis. Arhan dianggap simbol sukses akademi PSIS yang berhasil menembus level internasional.
Dengan gaya bermain agresif, stamina kuat, dan lemparan ke dalam khasnya, Arhan diyakini bisa memberi warna baru di sektor kiri PSIS. Kalau transfer itu benar terjadi, dampaknya bukan cuma teknis, tapi juga psikologis. Itu bakal jadi sinyal kuat kalau PSIS benar-benar serius membangun tim promosi.
Nama Alfeandra Dewangga juga mulai dikaitkan dengan proyek baru Mahesa Jenar. Fleksibilitasnya bermain di banyak posisi dianggap cocok untuk membangun skuad modern yang lebih seimbang.
Kembalinya Arhan dan Dewangga juga dinilai bisa mengembalikan identitas lokal PSIS yang beberapa musim terakhir terasa mulai memudar.
Baca juga: Promosi Dicanangkan, PSIS Siap “Bongkar Pasang” Tim
Belum selesai di situ, rumor lain juga mengarah ke striker naturalisasi Carlos Fortes. Pemain asal Portugal itu dikenal sebagai striker dengan postur kuat dan naluri gol tinggi. Jika benar bergabung, ia bisa jadi jawaban atas problem lini depan PSIS yang musim ini kurang tajam.
Kombinasi pemain berpengalaman, talenta lokal, dan sosok yang punya kedekatan emosional dengan klub membuat proyek baru PSIS terasa berbeda dibanding musim-musim sebelumnya. Suporter Semarang mungkin belum sepenuhnya lupa rasa frustrasi musim lalu. Tapi perlahan, optimisme itu mulai balik lagi.
Karena buat klub sebesar PSIS, targetnya memang nggak pernah sekadar bertahan hidup. Yang dicari adalah cara untuk kembali bikin Stadion bergemuruh dan Semarang punya tim yang layak dibanggakan lagi. (tebe)

