Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Naga Tapa Naik Panggung, Batik Purbalingga Unjuk Gigi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Naga Tapa Naik Panggung, Batik Purbalingga Unjuk Gigi

Batik Naga Tapa udah resmi lahir. Sekarang tinggal kita dukung biar makin nge-hits, gak cuma jadi motif tapi jadi identitas kreatif Purbalingga yang siap dikagumi dunia.

Nugroho P.
Last updated: Oktober 27, 2025 3:17 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
“Batik Naga Tapa” sebagai batik khas Kabupaten Purbalingga.
SHARE

BACAAJA, PURBALINGGA – Purbalingga lagi naik mood kreatifnya. Sabtu malam, alun-alun berubah jadi catwalk raksasa untuk ngerayain Hari Batik Nasional. Yang jadi bintang? Batik Naga Tapa, motif baru yang resmi di-launching sama Bupati Fahmi M Hanif. Bukan cuma motif, tapi simbol kalau Purbalingga siap gas pol di dunia ekonomi kreatif.

Bupati Fahmi kelihatan happy banget. Katanya, Batik Naga Tapa bakal dipromosiin ke mana-mana, dari lingkup ASN sampai pelaku usaha dan masyarakat luas. Intinya, batik ini bukan cuma dilihat, tapi dipake. Biar makin dikenal dan merakyat.

Acara bertajuk Symphony Batik Purbalingga 2025 ini sengaja dikemas beda. Bayangin batik karya anak daerah dipadukan sama musik etnik yang vibes-nya magis, classy, dan bikin bangga.

Fahmi juga punya mimpi besar. Ia pengin event ini jadi pemantik bangkitnya destinasi wisata dan ekonomi kreatif se-Banyumas Raya. Kolaborasi lintas daerah gitu, biar turis gak sekali datang lalu pulang, tapi keliling sekaligus.

Di balik panggung acara, ada Dekranasda Purbalingga yang udah kerja keras dari jauh-jauh hari. Ketua Dekranasda, Syahzani Fahmi M Hanif, cerita kalau sebelum malam puncak, ada lomba desain motif batik. Pesertanya 90 orang. Motif terbaik bertema Naga Tapa dipilih buat dijadiin kain dan fashion show. Keren, kan?

Dan ini nih jawara lombanya. Kategori Klasik jatuh ke Ikrom Ainun, Andi Wahyudi, dan Ainur Rofik. Kategori kreasi baru dimenangkan oleh Karyo Gunawan, Khalia Ardarika P, dan Wendro Tanjung. Desain mereka jadi inspirasi karya yang tampil kece malam itu.

Sejak pagi sampai malam, alun-alun penuh energi. Ada lomba mewarnai dan melukis batik buat anak sekolah dengan peserta lebih dari 600 orang. Pameran UMKM, kuliner, kerajinan, sampai aksi batik kolosal yang dibikin 110 pengrajin dari 22 sentra batik di Purbalingga. Bahkan para pejabat juga ramaikan catwalk lewat Fashion Show Carnaval bareng pelajar dan Kakang Mbekayu.

Tarian daerah dan Wayang Gawang nambah suasana makin meriah tapi tetap berakar budaya sendiri.

Acara ini juga dihadiri Wakil Bupati Dimas Prasetyahani, perwakilan Forkopimda, Sekda, dan banyak tokoh penting lain yang ikut bangga lihat batik daerah makin punya spotlight.

Batik Naga Tapa udah resmi lahir. Sekarang tinggal kita dukung biar makin nge-hits, gak cuma jadi motif tapi jadi identitas kreatif Purbalingga yang siap dikagumi dunia. (*)

You Might Also Like

Bajaj Bikin Angkut Barang Jadi Gampang, Bisa Bikin UMKM Tenang

Jateng Targetkan 1.000 Desa Wisata + 1.000 Kreator di 2027

Ekonomi Jateng Lagi Ngebut: Tumbuh 5,37 Persen

Mulai 2027, Trans Jateng Sambungkan Magelang-Temanggung

BGN Kembalikan Rp 70 Triliun Dana MBG, DPR dan Menkeu Beri Tanggapan Berbeda

TAGGED:batikbatik naga tapainfo ekonomiinfo purbalinggapurbalingga
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kantong Semar Bikin Zombi Betulan, Horor Lokal Makin Mendunia
Next Article Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Menkeu Purbaya Ogah Ikut Campur Utang Whoosh: Biarin Aja!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan. (bae)

Fakta Jaringan Love Scamming di Semarang, Izin Tinggal 4 WNA China Kedaluwarsa

LAYANI PELANGGAN - Pelaku usaha fotokopi di Ngaliyan, Semarang, sedang melayani pelanggan. Mereka mengaku empot-empotan menghadapi harga kertas yang terus melambung tinggi, dampak melemahnya rupiah. (dul)

Harga Kertas Melambung Tinggi, Pelaku Usaha Fotokopi Ketar-ketir

KETUA PERADI SAI SEMARANG - Ketua DPC Peradi SAI Kota Semarang, Luhut Sagala (tengah) mengumumkan perubahan nama dan logo organisasi dalam acara buka bersama anggota di Aroem Resto Semarang, Selasa (3/3/2026). (bae)

Luhut Sagala Kembali Pimpin Peradi SAI Kota Semarang, Ini Fokus Agenda Kerjanya

ROKOK - Ilustrasi produk turunan tembakau berupa rokok.

Harga Rokok Ikut Terkerek Naik Meski Tak Ada Penyesuaian Tarif Cukai

KANTONG PLASTIK - Ilustrasi pedagang memasukkan barang yang dibeli pelanggan ke dalam kantong plastik.

Kelihatannya Sepele, tapi Jadi Beban Banget Buat Pelaku UMKM: Harga Plastik Naik Gila-gilaan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Pemprov Beri Apresiasi Kru Trans Jateng

Februari 7, 2026
Ekonomi

Pakar: Insentif Kendaraan Listrik Jangan Cuma Parkir di Kota

Mei 30, 2026
Ekonomi

Gubernur: Stok Elpiji Jateng Lagi “Overload”

April 8, 2026
Ekonomi

71 Kopdes Merah Putih di Boyolali Dapat “Senjata Baru”: Pikap 4×4 Buat Gas Ekonomi Desa

April 9, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Naga Tapa Naik Panggung, Batik Purbalingga Unjuk Gigi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?