Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ekonomi Jateng Tumbuh 5,71 Persen
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Ekonomi Jateng Tumbuh 5,71 Persen

Ekonomi yang tumbuh idealnya memang dibarengi dengan berkurangnya jumlah warga miskin. Kabar baik itu kini datang dari Jateng. Di saat roda ekonomi berputar lebih cepat dibanding rata-rata nasional, jumlah penduduk miskin juga tercatat terus menyusut.

T. Budianto
Last updated: Agustus 6, 2026 4:11 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
BERI KETERANGAN: Kepala BPS Jateng, Ali Said memberikan keterangan dalam konferensi pers secara daring, Rabu (5/8/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng mencatat tren positif perekonomian provinsi ini sepanjang semester pertama 2026. Selain ekonomi tumbuh 5,71 persen, jumlah penduduk miskin juga kembali menurun.

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin di Jateng pada Maret 2026 tercatat 3,29 juta jiwa atau 9,21 persen dari total penduduk. Angka tersebut turun sekitar 59.390 orang dibandingkan September 2025 dan berkurang 81.250 orang jika dibandingkan Maret 2025.

Kepala BPS Jateng, Ali Said menjelaskan, penurunan itu juga terlihat dari persentase tingkat kemiskinan yang kini berada di angka 9,21 persen. Sebelumnya, tingkat kemiskinan tercatat 9,39 persen pada September 2025 dan 9,48 persen pada Maret 2025.

Baca juga: Luthfi Ajak Kadin Jateng Perangi Kemiskinan

“Berdasarkan garis kemiskinan tersebut, pada Maret 2026 terdapat sebanyak 3,29 juta penduduk miskin di Jawa Tengah. Dibandingkan September 2025 jumlah penduduk miskin turun 59.390 orang dan dibandingkan Maret 2025 turun 81.250 orang,” ujar Ali dalam konferensi pers daring, Rabu (5/8/2026).

Menurut Ali, penghitungan kemiskinan menggunakan pendekatan basic needs approach atau pemenuhan kebutuhan dasar. Melalui metode tersebut, garis kemiskinan di Jateng ditetapkan sebesar Rp596.676 per kapita per bulan, sedangkan rata-rata kebutuhan satu rumah tangga miskin mencapai Rp2.571.674 per bulan.

BPS juga mencatat kebutuhan makanan masih menjadi penyumbang terbesar garis kemiskinan, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan. Komoditas seperti beras, telur ayam, daging ayam, tempe, gula pasir, mi instan hingga rokok kretek filter masih menjadi pengeluaran utama masyarakat.

Tingkat Kemiskinan

Sementara untuk kebutuhan nonmakanan, sektor perumahan masih mendominasi. Ali juga mengungkapkan tingkat kemiskinan di perkotaan masih lebih rendah dibandingkan pedesaan.

Pada Maret 2026, persentase penduduk miskin di wilayah perkotaan tercatat 8,59 persen, sedangkan di pedesaan mencapai 9,96 persen. Di sisi lain, performa ekonomi Jateng juga menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Pada triwulan II 2026, ekonomi Jateng tumbuh 5,71 persen secara tahunan (year on year), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,29 persen.

Baca juga: Luthfi Ajak Kadin Jateng Perangi Kemiskinan

Jika dibandingkan triwulan sebelumnya, ekonomi Jateng tumbuh 1,72 persen, sedangkan secara kumulatif semester I 2026 pertumbuhan ekonomi mencapai 5,80 persen.

Ali mengatakan capaian tersebut membuat Jateng menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional. Saat ini kontribusi Jateng terhadap perekonomian Pulau Jawa mencapai 14,50 persen, sedangkan terhadap perekonomian nasional sebesar 8,19 persen. Angka itu menempatkan Jateng sebagai penyumbang ekonomi terbesar keempat di Indonesia.

Ekonomi memang sedang berlari lebih kencang dan angka kemiskinan perlahan turun. Tapi pekerjaan belum selesai. Sebab, pertumbuhan baru benar-benar terasa kalau bukan hanya grafik yang naik, melainkan isi dompet masyarakat juga ikut bergerak. (tebe)

You Might Also Like

Lawan TBC, Pemprov Gas Kolaborasi

TP PKK Solo Meet Up Bareng Iriana, Vanessa Respati Spill Program Berdampak untuk Warga

MBG Lima Hari Aja? Santai, Daerah 3T Dapat “Bonus Sabtu”

Teka-Teki Starter Timnas Indonesia Kontra Jepang: Kluivert Siapkan Strategi Misterius di Suita

Mulai 2026 RSUD Mijen Terima Pasien BPJS

TAGGED:ahmad luthfibps jatengheadlinekemiskinan jatengpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PSIS Bergabung di Grup Berat
Next Article UMKM GO DIGITAL - Mahasiswa FISIP Universitas Brawijaya (UB) dampingi 26 pelaku UMKM Pandangajeng, Malang, naik level melalui program 'UMKM go Digital'. UMKM Pandanajeng Malang Naik Level, go Digital bareng Mahasiswa FISIP UB

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Uang Bertanda Tangan Purbaya Mulai Diburu Kolektor

Seniman senior Yogyakarta Susilo Nugroho, yang dikenal luas lewat karakter ikonik Den Baguse Ngarsa.

Den Baguse Ngarsa Berpulang, Dunia Seni-Budaya Jogja Kehilangan Salah Satu Cahaya Terangnya

Jepang Kekurangan Tenaga Sopir

Tren Positif Berlanjut, Gol Telat Hari Nur Selamatkan PSIS

GIIAS Semarang 2026 Kembali Digelar

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal.
Politik

Anak Buah Cak Imin Bilang MBG Gak Butuh Ahli Gizi: Pembuat Kebijakan Itu Saya!

November 18, 2025
[17.52, 24/4/2026] Baihaqi Annizar - Jateng Today: Dosen Unwahas Terbang ke China, Dalami AI untuk Ngajar BACAAJA, SEMARANG - Sejumlah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) terbang ke luar negeri. Mereka ikut pelatihan buat dalami kecerdasan buatan atau AI. Programnya bertajuk Artificial Intelligence Application Enhancement. Fokusnya jelas, gimana dosen bisa pakai AI biar pembelajaran makin relevan. Pelatihan digelar di Central China Normal University (CCNU) di Wuhan, China. Kampus ini dikenal kuat di riset pendidikan. Total ada 20 peserta yang ikut. Tiga di antaranya dari FAI Unwahas, yakni Ghufron Hamzah, Muhammad Ahsanul Husna, dan Nurul Azizah. Mereka gabung dengan tenaga pendidik lain di bawah naungan PWNU Jawa Tengah. Kegiatannya berlangsung selama tujuh hari, mulai 20 sampai 26 April 2026. Materi yang dikasih cukup komplet. Mulai dari integrasi teori dan teknologi, desain pembelajaran digital, sampai pemanfaatan platform kampus berbasis AI. Peserta juga diajak praktik langsung. Jadi bukan cuma denger materi, tapi sekalian nyobain sistem pembelajaran berbasis AI. Ghufron bilang, pelatihan ini penting buat dorong perubahan di dunia pendidikan. Terutama dari model konvensional ke sistem digital. “Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong ekosistem pendidikan agar mampu beradaptasi menuju sistem digital yang lebih efektif dan inovatif,” ujarnya. Ia menegaskan, transformasi digital sekarang sudah jadi kebutuhan. Apalagi perkembangan teknologi makin cepat, termasuk AI. Menurutnya, Unwahas juga sudah mulai berproses jadi kampus digital. Makanya pelatihan ini dinilai pas banget. “Harapannya bisa kami aplikasikan di kampus nantinya,” katanya. Pelatihan ini diisi para pakar AI dengan metode interaktif. Ada pemaparan materi, ada juga diskusi bareng peserta. Harapannya, sepulang dari China para dosen bisa langsung menerapkan ilmunya. Sekaligus ikut mendorong transformasi pendidikan di Indonesia. *bae [17.53, 24/4/2026] Baihaqi Annizar - Jateng Today: Dosen FAI Unwahas dan peserta lain ikut pelatihan AI di Wuhan, China.
Pendidikan

Dengar Wuhan Ingat Covid-19? Dosen Unwahas Terbang ke Sana Dalami AI untuk Ngajar

April 26, 2026
Sepak Bola

PSIS Beres-beres: Empat Pemain Resmi Pamitan

Januari 15, 2026
Hukum

Ngaku Orang Kelurahan, Modus Beras Murah di Solo Bikin Heboh

Juni 30, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ekonomi Jateng Tumbuh 5,71 Persen
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?