Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ngaku Orang Kelurahan, Modus Beras Murah di Solo Bikin Heboh
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Ngaku Orang Kelurahan, Modus Beras Murah di Solo Bikin Heboh

Akibat bujuk rayu tersebut, beberapa warga akhirnya tergiur dan mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Salah satu korban bahkan harus kehilangan uang Rp1,4 juta karena percaya dengan tawaran yang diberikan.

Nugroho P.
Last updated: Juni 30, 2026 7:33 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi beras murah.
SHARE

BACAAJA, SOLO – Warga Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo, dibuat resah setelah muncul dugaan penipuan berkedok penjualan sembako murah yang viral di media sosial. Modusnya cukup rapi, pelaku mengaku sebagai petugas kelurahan dan menawarkan beras serta minyak goreng dengan harga yang jauh di bawah pasaran.

Contents
1. Pelaku Datang Bawa Cerita Soal Sisa Bantuan Beras dan Minyak2. Korban Terakhir Rugi Sampai Rp1,4 Juta3. Warga Baru Sadar Setelah Datang ke Kantor Kelurahan4. Kasus Serupa Ternyata Sudah Tiga Kali Terjadi5. Ibu-Ibu Lansia dan Pemilik Warung Jadi Sasaran Utama6. Diduga Bergerak Berkelompok dan Pakai Trik Meyakinkan Korban7. Polisi Mulai Selidiki Laporan dari Warga

Akibat bujuk rayu tersebut, beberapa warga akhirnya tergiur dan mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Salah satu korban bahkan harus kehilangan uang Rp1,4 juta karena percaya dengan tawaran yang diberikan.

Kasus ini pun langsung ramai dibicarakan setelah rekaman CCTV dan foto terduga pelaku beredar di media sosial.

Berikut sejumlah fakta yang terungkap dari kasus dugaan penipuan tersebut.

1. Pelaku Datang Bawa Cerita Soal Sisa Bantuan Beras dan Minyak

Menurut keterangan warga, perempuan yang diduga menjadi pelaku mengaku berasal dari pihak kelurahan.

Ia menawarkan beras dan minyak goreng yang disebut-sebut merupakan sisa bantuan pemerintah yang belum tersalurkan.

Harga yang dipatok pun sangat murah, sehingga membuat sebagian warga tertarik untuk membeli dalam jumlah besar.

Modus seperti ini diduga sengaja dimainkan untuk memancing korban agar segera menyerahkan uang tanpa berpikir panjang.

2. Korban Terakhir Rugi Sampai Rp1,4 Juta

Lurah Gilingan, Galih Adi Kusuma Atmaja, membenarkan adanya laporan penipuan yang menimpa warganya.

Menurut Galih, kejadian yang viral tersebut berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Salah satu korban diketahui langsung menyerahkan uang sebesar Rp1,4 juta karena tergiur harga sembako yang dianggap sangat murah.

Korban percaya bahwa barang yang dipesan bisa diambil melalui pihak kelurahan setelah proses pembayaran selesai.

3. Warga Baru Sadar Setelah Datang ke Kantor Kelurahan

Fakta mengejutkan baru terungkap ketika korban mendatangi kantor kelurahan untuk mengambil beras yang sudah dibayarnya.

Alih-alih menerima barang, mereka justru mendapat penjelasan bahwa kelurahan tidak pernah menjual beras bantuan ataupun minyak goreng sisa program pemerintah.

Pihak kelurahan menegaskan seluruh bantuan yang ada sudah tersalurkan kepada penerima dan tidak menyisakan stok untuk diperjualbelikan.

Dari situlah korban menyadari bahwa mereka telah menjadi sasaran penipuan.

4. Kasus Serupa Ternyata Sudah Tiga Kali Terjadi

Galih mengungkapkan bahwa peristiwa serupa bukan pertama kali terjadi di wilayahnya.

Menurutnya, modus yang hampir sama sudah muncul sebanyak tiga kali dengan nilai kerugian yang berbeda-beda.

Selain korban terbaru yang kehilangan Rp1,4 juta, ada pula warga lain yang sebelumnya mengalami kerugian hingga Rp3,5 juta.

Kondisi ini membuat pihak kelurahan semakin gencar mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada tawaran mencurigakan.

5. Ibu-Ibu Lansia dan Pemilik Warung Jadi Sasaran Utama

Dari hasil pendataan sementara, pelaku diduga sengaja mengincar kelompok tertentu.

Ibu-ibu lansia dan pemilik warung kelontong disebut menjadi target utama karena dianggap lebih mudah tergiur dengan harga sembako yang sangat murah.

Bahkan, pelaku menawarkan paket besar berupa 36 karung beras dan 14 dus minyak goreng hanya dengan harga Rp1,4 juta.

Penawaran yang tampak menguntungkan itu akhirnya membuat beberapa korban memutuskan untuk membayar tanpa melakukan pengecekan lebih lanjut.

6. Diduga Bergerak Berkelompok dan Pakai Trik Meyakinkan Korban

Pihak kelurahan menduga pelaku tidak bekerja sendirian.

Berdasarkan informasi dari warga dan rekaman CCTV, ada indikasi bahwa aksi tersebut dilakukan secara berkelompok.

Para pelaku juga disebut memakai berbagai cara agar korban semakin yakin, termasuk berpura-pura menelepon pihak kelurahan saat berada di lokasi.

Trik semacam itu membuat korban merasa bahwa transaksi yang dilakukan memang resmi dan bisa dipercaya.

7. Polisi Mulai Selidiki Laporan dari Warga

Korban bersama pengurus RT dan perangkat kelurahan sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Solo pada Senin, 29 Juni 2026.

Kasatreskrim Polresta Solo, Derry Eko Setiawan, mengatakan pihaknya saat ini masih mendalami laporan tersebut.

Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap identitas pelaku sekaligus memastikan apakah ada korban lain dengan modus serupa.

Sementara itu, kelurahan juga terus menyebarkan imbauan melalui grup WhatsApp RT dan RW agar masyarakat lebih waspada.

Pihak kelurahan menegaskan bahwa mereka tidak pernah menjual beras bantuan ataupun minyak goreng kepada warga. Masyarakat diminta untuk selalu mengecek informasi yang diterima dan tidak mudah tergiur dengan harga murah yang tidak masuk akal, apalagi jika mengatasnamakan instansi pemerintah. (*)

You Might Also Like

Sekolah Negeri Lagi Diuji, Respati Ajak Warga Solo Balik Percaya

Kolonel TNI Akui Terima Uang dari Terdakwa Korupsi BUMD Cilacap

Kredit Fiktif Rp5,2 Miliar, Enam Eks Pegawai Bank Pasar Semarang Masuk Bui

Polisi Tangkap 2 Bandar Sabu di Semarang, Sita 51 Paket Hemat Siap Edar

Akhirnya Kapolresta Sleman Diberhentikan, Buntut Kasus Suami Korban Jambret Jadi Tersangka

TAGGED:beras murahgendamSolo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dalih Buat Keponakan, Obat Keras di Bojonegoro Malah Berujung Kasus Aborsi
Next Article Enam Lokasi Terkuak, Kasus YTR dan Taufik Makin Bikin Miris

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) saat diwawancara awak media, Kamis (3/9/2026). (dul)

Kekeringan di Jateng Makin Luas, Gus Yasin: Sudah Salah Istisqa dan Ajukan Modifikasi Cuaca

DITUNTUT BERALAH: Sekda Cilacap Sadmoko Danardono dituntut bersalah dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (29/9/2026). (bae)

Sekda Cilacap Dituntut Hukuman Lebih Ringan dari Bupati, Cuma 4 Tahun Penjara

BARANG BUKTI - Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti celurit dan sepeda motor yang digunakan remaja asal Sragen yang acung-acungkan senjata tajam di Underpass Joglo, Kota Solo.

Viral Acungkan Celurit di Underpass Joglo Solo, Dua Remaja Sragen Klepek-klepek Ditangkap Polisi

RESMIKAN PONPES--Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, merangkul santri tunanetra dalam acara peresmian Pondok Pesantren Sahabat Mata di Semarang, Selasa (29/9/2026). (ist)

Pesantren Khusus Tunanetra di Semarang, Santri Dibekali Keterampilan

DITUNTUT BERALAH: Bupati Cilacap nonaktif Syamsul Auliya Rachman dituntut bersalah dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (29/9/2026). (bae)

Bupati Cilacap Dituntut 7 Tahun Penjara, Hak Dipilih Dicabut 3 Tahun

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Videografer profil desa Amsal Sitepu menangis bahagia setelah divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan, Rabu (1/4/2026).
Hukum

Tangis Happy Ending Amsal Sitepu, Hakim Tipikor Vonis Bebas Videografer Profil Desa

April 1, 2026
Sekitar 150 orang dari Aliansi Santri Nusantara Peduli Korupsi tumplek di depan kantor KPK, tuntut usut tuntas dugaan keterlibatan Gus Yazid dalam pusaran korupsi BUMD.
Hukum

Aksi Massa di Kejagung dan KPK: Tangkap Gus Yazid Sekarang Juga!

Oktober 21, 2025
Sisa kebakaran di rumah Khamozaro Waruwu, hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan yang menangani kasus korupsi proyek jalan Dinas PUPR Sumatera Utara.
Hukum

Minta Jaksa Hadirkan Bobby di Sidang Korupsi, Rumah Hakim di Medan Terbakar

November 5, 2025
Hukum

Kocak, Dikira Brankas, Ternyata Oven: Penggeledahan KPK Bikin Geger Warga

Maret 30, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ngaku Orang Kelurahan, Modus Beras Murah di Solo Bikin Heboh
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?