Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bencana di Mana-mana, Rencana Energi Indonesia Dinilai Nggak Nyambung
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tumbuh

Bencana di Mana-mana, Rencana Energi Indonesia Dinilai Nggak Nyambung

R. Izra
Last updated: Desember 24, 2025 6:10 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
Ilustrasi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara [pixabay]
Ilustrasi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara [pixabay]
SHARE

BACAAAJA, JAKARTA – Cuaca ekstrem yang makin brutal belakangan ini disebut bukan kejadian random.

Krisis iklim jadi biang kerok utama, dan kondisinya diprediksi bakal makin parah kalau pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) nggak segera dikebut—terutama dengan stop ketergantungan pada energi fosil.

Sepanjang 2025, deretan bencana alam jadi bukti nyata. Mulai dari banjir dan longsor di Sumatera Utara, Aceh, hingga Sumatera Barat, semua terjadi di tengah kerusakan lingkungan yang terus digenjot oleh aktivitas manusia.

Bacaaja: Irlandia Suntik Mati Seluruh PLTU Batu Bara, Andalkan Pembangkit Listrik Tenaga Angin
Bacaaja: Pertama di Jateng! Betonisasi Jalan di Klaten Ini Pakai Limbah PLTU

Masalahnya, kebijakan energi Indonesia dinilai belum benar-benar move on dari batubara.

Alih-alih beralih total ke energi bersih, pemerintah justru mendorong “solusi palsu” seperti co-firing biomassa dan perpanjangan umur PLTU batubara lewat Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2025–2060.

Padahal, skema co-firing biomassa dianggap bikin masalah baru. Penggunaan biomassa berpotensi memicu deforestasi lebih masif, karena hutan alam dialihfungsikan jadi hutan tanaman energi (HTE).

Data Trend Asia mencatat, selama 2014–2024, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kehilangan jutaan hektar hutan alam akibat industri ekstraktif. Di tiga provinsi itu saja, ada 31 izin PBPH yang menguasai lahan lebih dari 1 juta hektar.

Aktivis lingkungan menilai, transisi energi seharusnya bukan cuma ganti bahan bakar, tapi juga memutus mata rantai ekstraktif.

Sayangnya, arah kebijakan energi nasional justru masih mengandalkan energi fosil lain seperti gas sebagai “pengganti” batubara.

Pengkampanye Tata Ruang dan Infrastruktur Walhi, Dwi Sawung, menilai rencana transisi energi Indonesia nggak menjawab krisis iklim.

“Dari fosil satu ke fosil lainnya. Tidak jelas kapan PLTU batubara benar-benar dipensiunkan,” ujarnya.

Kritik keras juga datang dari gugatan terhadap RUKN dan RUPTL ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Koalisi masyarakat sipil menilai dua dokumen itu mengunci batubara dan gas hingga puluhan tahun ke depan, bahkan mengandalkan teknologi mahal seperti Carbon Capture and Storage (CCS) yang efektivitasnya masih dipertanyakan.

Selain boros biaya, kebijakan ini dinilai berisiko ke rakyat, mulai dari potensi naiknya tarif listrik, rusaknya lingkungan, sampai dampak kesehatan dan hilangnya ruang hidup warga.

“Saat rakyat kehilangan rumah, kesehatan, bahkan nyawa akibat krisis iklim, kebijakan energi nasional justru masih mengamankan batubara dan gas,” kata Wildan Siregar dari Trend Asia.

Walhi juga menyoroti cara pemerintah menangani krisis iklim yang dinilai terlalu bisnis-oriented. Model adaptasi dan mitigasi masih fokus di sektor hilir dan tidak menyentuh akar masalah, yakni eksploitasi hutan dan lahan.

Menurut Walhi, selama Indonesia masih ngejar pertumbuhan ekonomi tinggi berbasis eksploitasi alam, upaya melawan krisis iklim bakal terus mentok.

Singkatnya, alam sudah kasih warning keras, tapi arah kebijakan energi Indonesia dinilai masih belum mau benar-benar berubah. (*)

You Might Also Like

Dari Plastik Jadi Energi, KLH Gaspol Daur Ulang 33 Ribu Ton Sampah

Dukungan Meluas, Bantuan Besar Mengalir dari Yayasan Yudhoyono untuk Pandanarum Bangkit

Bukan Cuma Buang Sampah, TPA Jatibarang Bakal Hasilin Listrik!

Waspadai Modus Ini! Propaganda Teror Menyebar dari Medsos ke Grup Privat

Keren Nih! BRI Resmi Jadi Sponsor Barcelona sampe 2027, Fans Indonesia Akses Eksklusif

TAGGED:bencanaindonesiakebijakan energikrisis iklim
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article KH Ma'ruf Amin. KMA Mundur dari Dewan Syuro PKN dan MUI, Bukan karena Konflik Lho!
Next Article Jersey PSIS Makin Ramai: Orphys Sports Clinic & PStore Masuk Line Up Sponsor

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Dorong Sport Tourism Jadi Mesin Ekonomi Daerah

Bukan Sekadar Makam Tua, Kiai Jungke Diyakini Bisa Hidupkan Perekonomian Kampung

Waduk Wadaslintang Viral! Konten Peserta Festival STEKOM Tembus 500 Ribu Views

Ketua Pengarah Pelaksana Soekarno Run SOC 2026, Aria Bima, memaparkan prediksi perputaran uang dari event yang ia helat, Minggu (28/6/2026). (bae)

Soekarno Run Dongkrak Ekonomi Solo, Perputaran Uang Ditaksir Tembus Rp5 Miliar

DAPAT MOBIL--Pelari asal Boyolali, Fikri (berkacamata hitam) menerima hadiah mobil listrik secara simbolis di panggung Soekarno Run SOC 2026. (rng)

Doa Orang Tua Antar Fikri Pelari Boyolali Boyong Mobil Listrik di Soekarno Run 2026

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi TikTok.
Tumbuh

Viral Uninstall Massal TikTok, Gara-gara Pengendali Baru ‘Orang Dekat’ Presiden

Januari 31, 2026
Nasional

Akhirnya.. Bupati Mirwan Diberhentikan, Ini Pltnya yang Resmi Gantikan Sementara

Desember 9, 2025
Tumbuh

Mahasiswa UGM Cari Formula Baru Pengelolaan Sampah Desa

Oktober 3, 2025
Ilustrasi Ibu Kota Nusantara (IKN)
Tumbuh

BRIN Sebut Ketersediaan Air di IKN Sangat Minim, Tanda Gak Layak Jadi Hunian?

Oktober 12, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bencana di Mana-mana, Rencana Energi Indonesia Dinilai Nggak Nyambung
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?