Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Waspadai Modus Ini! Propaganda Teror Menyebar dari Medsos ke Grup Privat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tumbuh

Waspadai Modus Ini! Propaganda Teror Menyebar dari Medsos ke Grup Privat

R. Izra
Last updated: Januari 2, 2026 5:50 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
Ilustrasi anak-anak sedang bermain game online.
Ilustrasi anak-anak sedang bermain game online.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Pola perekrutan terorisme makin ke sini makin rapi. Semua serba online, tanpa tatap muka. Pelaku dan korban bahkan nggak saling kenal.

Juru Bicara Densus 88 AKBP Mayndra Eka Wardhana menjelaslan, biasanya mainnya dimulai dari ruang publik digital.

Propaganda disebar lewat platform terbuka seperti Facebook, Instagram, sampai game online. Isinya halus, dibungkus mimpi dan narasi heroik.

Bacaaja: Hati-Hati! Jaringan Terorisme Sasar Anak-anak Lewat Game Online
Bacaaja: BNPT dan Ancaman Terorisme: Sudah Siapkah Kita di Era Serba Digital?

“Platform umum ini akan menyebarkan dulu visi-visi utopia yang mungkin bagi anak-anak bisa mewadahi fantasi mereka sehingga mereka tertarik,” jelas Mayndra dalam laman resmi kepolisian beberapa waktu lalu.

Kalau sudah ada yang terpancing, baru digiring pelan-pelan. Dari kolom komentar, lanjut ke grup, lalu masuk ruang yang lebih tertutup. Di situlah proses indoktrinasi dimulai serius.

“Anak-anak dibikin tertarik dulu, kemudian mengikuti grup, kemudian diarahkan kepada grup yang lebih privat. Di situlah proses-proses indoktrinasi berlangsung,” kata Mayndra.

Berdasarkan data, tahun 2025 kurang lebih ada 110 anak yang teridentifikasi terpapar terorisme.

Anak-anak yang terlanjur terpapar tak ditinggalkan sendirian. Penanganannya dilakukan bareng Kementerian PPPA, KPAI, Kemensos, dan lembaga terkait lainnya. Fokusnya pemulihan, bukan penghukuman.

Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyebut kerentanan anak datang dari banyak arah. Mulai dari bullying, keluarga yang retak, minim perhatian, sampai krisis identitas.

Ada pula sebab lain yang bikin mereka rentan. “Minimnya literasi digital dan pemahaman agama,” ujarnya.

Intinya, terorisme gaya baru tak lagi datang dengan teriakan. Ia masuk pelan-pelan, lewat layar, like, dan grup privat. Dan anak-anak jadi sasaran paling rawan. (bae)

You Might Also Like

Fenomena Balita Rabun: Mata Minus Datang Lebih Cepat, Negara Datang Terlambat

Potensi EBT di Indonesai Melimpah, tapi Masih Minim Pemanfaatan

Bukan Paru-paru Dunia, Asia Tenggara Penyumbang Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar

Bos Google Bilang Investasi AI Sudah Lebay dan Irasional, tapi . . .

Agustina Gaspol Atasi Sampah Organik Lewat Program Gumregah

TAGGED:anak terpapar terorismejaringan terorismeliterasi digitalmodus perekrutanmodus terorismeterorisme
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pihak Bandara Ahmad Yani mengalungkan selendang simbolis untuk penumpang pertama tahun 2026. Tambah Ramai, Sepanjang Tahun 2025 Ada 2,3 Juta Orang Terbang via Bandara Ahmad Yani
Next Article Sepanjang 2025 Jateng Diterpa 361 Bencana

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Hujan Belum Turun, Warga Karonsih Selatan Sudah Keburu Deg-degan

TERDAKWA TPPU--Terkdakwa kasus pencucian uang hasil korupsi, Gus Yazid, berkoordinasi dengan penasihat hukumnya usai sidang. (bae)

Gus Yazid Kembali Koar-koar di Pengadilan Tipikor: Eks-Pangdam Diponegoro Sudah Ditahan

PIMPINAN LEGISLATIF - Wakil Ketua DPRD Jateng, M Saleh. (ist)

Jutaan Sampah di Jateng Bisa Diolah, M Saleh: Kalau Serius Bisa Jadi Sumber Listrik

Dompet ASN Mulai Senyum, Gaji Ketigabelas 2026 Siap Meluncur Lagi

Jangan Asal Sapu, Virus Hanta Diam-Diam Ngintip Dari Tikus Rumah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi energi baru terbarukan (ebt) pembangkit listrik tenaga angin dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). (narakita/grafis/tera)
Tumbuh

Cetak Sejarah Dunia! Akhirnya Listrik dari EBT Bisa Lampaui Batu Bara

Oktober 9, 2025
PLTP Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pembangkit energi panas bumi PLN pertama di Asia Tenggaraini, merupakan senjata utama menuju target Net Zero 2034. Dengan cadangan 40% dari total dunia dan keunggulan sebagai base load stabil, geotermal dinilai lebih andal dan aman dibanding energi surya, angin, bahkan nuklir. Foto: dok./PLN
Tumbuh

Geotermal Jadi Senjata Andalan RI Menuju Net Zero 2034: Stabil, Bersih, dan Melimpah

September 27, 2025
Tumbuh

Limbah PLTU Disulap Jadi Paving Premium, Warga Binaan Ikut Cuan

September 9, 2025
Ilustrasi pembagkit listrik tenaga angin, untuk memaksimalkan EBT.
Tumbuh

Pinggirkan Peran Perempuan Akar Rumput, Kebijakan Iklim Indonesia Salah Arah?

Januari 1, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Waspadai Modus Ini! Propaganda Teror Menyebar dari Medsos ke Grup Privat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?