Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ketimpangan Jateng Utara-Selatan Disorot
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Ketimpangan Jateng Utara-Selatan Disorot

Pembangunan di Jateng jangan cuma numpuk di wilayah utara yang ramai industri dan jalur pantura. Kawasan selatan juga diminta ikut “naik kelas”. Isu keseimbangan pembangunan itu jadi perhatian serius Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi saat rembuk bareng sejumlah kepala daerah di Banjarnegara.

T. Budianto
Last updated: Mei 18, 2026 3:29 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
REMBUG PEMBANGUNAN: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menghadiri acara Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 wilayah Banyumas Raya di Pendopo Kabupaten Banjarnegara, Senin (18/5/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, BANJARNEGARA- Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi memberi perhatian khusus terhadap keseimbangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan Jateng.

Hal tersebut disampaikan saat acara Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 wilayah Banyumas Raya yang digelar di Pendopo Kabupaten Banjarnegara, Senin (18/5/2026).

Menurut Luthfi, wilayah utara dan selatan Jateng memiliki karakteristik serta tantangan pembangunan yang berbeda, sehingga penanganannya tidak bisa disamakan. Karena itu, forum rembuk pembangunan digelar untuk menyerap kebutuhan riil dari daerah agar kebijakan yang disusun lebih tepat sasaran.

Baca juga: Triwulan I Investasi di Jateng Serap 92.000 Tenaga Kerja

“Kenapa Jateng harus kita rembug dan harus kita bicarakan, agar ini nanti menjadi policy bersama. Sehingga dalam membangun provinsi ini bisa setarikan napas, mulai dari desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, bahkan dalam rangka mengintegrasikan dengan pemerintah pusat,” ujar Luthfi.

Ia menegaskan pembangunan daerah tidak cukup hanya dirancang dari atas, tetapi juga harus mendengar langsung kebutuhan pemerintah kabupaten dan kota.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho menyebut, kawasan selatan Jateng sebenarnya memiliki potensi besar. Mulai dari sektor pangan, energi, pariwisata, hingga ekonomi syariah dinilai bisa menjadi kekuatan baru pertumbuhan ekonomi daerah. Namun di sisi lain, kawasan selatan juga masih menghadapi persoalan infrastruktur dan angka kemiskinan yang perlu terus ditekan.

Apresiasi DPRD

Karena itu, DPRD Jawa Tengah mengapresiasi langkah Pemprov Jateng yang menggelar forum Rembug Pembangunan sebagai ruang sinkronisasi program antara pemerintah provinsi dan daerah.

“Atas nama DPRD, penghargaan setinggi-tingginya atas terlaksananya kegiatan pagi ini,” kata Setya Ari. Ia mengatakan pembangunan infrastruktur di Jawa Tengah sebenarnya sudah menunjukkan kemajuan cukup baik.

Bahkan tingkat kemantapan jalan di Jateng disebut mencapai sekitar 97 persen dan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Meski begitu, wilayah selatan tetap menjadi perhatian karena masih ada sejumlah daerah dengan tingkat kesejahteraan masyarakat yang perlu ditingkatkan.

Baca juga: Bukan Cuma Buat Mudik, Jasela Didorong Jadi Jalur Pangan

Setya berharap pengembangan sektor wisata dan ekonomi syariah bisa menjadi salah satu solusi mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan selatan.

Menurutnya, keseimbangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan hanya bisa dicapai lewat kolaborasi semua pihak, mulai pemerintah provinsi, pemerintah daerah, DPRD, hingga pemangku kepentingan lainnya.

“DPRD Jateng berharap ada keseimbangan Jateng bagian selatan dan utara. Ini adalah upaya kita bersama. Semoga kita betul-betul bisa menjalankan ngopeni dan ngelakoni,” katanya.

Karena pembangunan yang sehat itu bukan soal siapa paling maju duluan, tapi bagaimana semua daerah bisa ikut jalan bareng tanpa ada yang tertinggal di belakang. (tebe)

You Might Also Like

Mau Haji Gratis Tapi Nggak Mau Kerja? 13 Petugas Dicoret

Seribu Dapur “Disemprit”, Prabowo Ingin MBG Nggak Asal Jadi

Ngeri, Kasus HIV di Jateng Sampe 40 Ribu

Warung Madura Nggak Kenal “Surut”

Bunda PAUD Jateng Gandeng Psikologi Undip Masuk Posyandu

TAGGED:dulangmasheadlinejateng selatanpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Saleh Dorong Santri Kuliah Lewat Beasiswa Jateng
Next Article Final Cerdas Cermat Kalbar Makin Riuh, Sambas Ikut Buka Suara

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Dari Jateng untuk NTT: 16 Relawan dan Ribuan Paket Bantuan Dikirim

Bromo Tutup, Omzet Jeep Wisata Malang Ikut Ambyar

Kemensos Gercep Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Lita Raih ASN of The Year Purbalingga, Hadiah Umrah

Luthfi: Kemerdekaan Harus Terasa di Meja Makan Rakyat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Armada BPBD Temanggung antar-jemput siswa sekolah di Gemawang.
Info

Jalan Putus Dampak Longsor, BPBD Temanggung Antar-Jemput Siswa Sekolah

Januari 8, 2026
Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK).
Info

Peringatan 21 Tahun Hari Damai Aceh Rusuh, JK Singgung Ketidakpuasan Rakyat

Agustus 16, 2026
Tersangka pembacokan TNI hingga tewas di Wonosobo ditangkap personel Polres Wonosobo.
Info

Pelarian Singkat Pembacok TNI hingga Tewas di Wonosobo, Kini Ditahan di Polres

September 15, 2025
Ekonomi

Urusan Pajak, Jateng Naik Podium Nasional

Februari 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ketimpangan Jateng Utara-Selatan Disorot
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?