Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Viral Lagi Mabuk dan Ngaku Mau Rampok Uang Negara, Anggota F-PDIP DPRD Gorontalo Langsung Dipecat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
PolitikViral

Viral Lagi Mabuk dan Ngaku Mau Rampok Uang Negara, Anggota F-PDIP DPRD Gorontalo Langsung Dipecat

Video viral Wahyudin Moridu, anggota DPRD Gorontalo dari PDIP, yang mengaku “merampok uang negara” saat mabuk bareng selingkuhan, bikin geger publik. Ia pun diperiksa BK DPRD, minta maaf, lalu resmi dipecat oleh partai. Netizen geram, partai bertindak cepat. Skandal ini jadi tamparan keras untuk pejabat publik.

baniabbasy
Last updated: September 20, 2025 12:53 pm
By baniabbasy
3 Min Read
Share
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Wahyudin Moridu saat mabuk bersama pasangan selingkuhan dan tidak sadar mengaku akan pergi menghabiskan uang negara, merampok uang negara untuk jalan-jalan.
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Wahyudin Moridu saat mabuk bersama pasangan selingkuhan dan tidak sadar mengaku akan pergi menghabiskan uang negara, merampok uang negara untuk jalan-jalan. Foto: istimewa
SHARE

BACAAJA, GORONTALO – Media sosial lagi-lagi digegerkan dengan tingkah nyeleneh seorang pejabat publik. Kali ini, giliran Wahyudin Moridu, anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi PDI Perjuangan, yang bikin heboh netizen setelah video ucapannya yang menyebut akan “merampok uang negara” viral di TikTok, Instagram, dan Facebook.

Dalam video berdurasi 1 menit 5 detik itu, Wahyudin tampak sedang duduk santai di dalam mobil bareng seorang perempuan, yang belakangan diketahui bukan istrinya alias… selingkuhannya. Video itu direkam saat mereka sedang melintas di Bandara Djalaluddin, Gorontalo.

Lucunya (atau mirisnya?), saat si wanita nanya mereka mau ke mana, Wahyudin jawab santai banget, “Ke Makassar pake uang negara.” Nggak berhenti sampai di situ, dia lanjut bilang dengan nada tegas dan diselingi tawa, “Kita rampok uang negara, kita habiskan uang negara… biar negara miskin!”

Kalimat pamungkasnya lebih epik lagi. Dia nyebut nama lengkapnya sendiri, plus statusnya sebagai anggota DPRD aktif. Seakan-akan dia bangga banget bisa foya-foya pake duit rakyat!

Warganet pun langsung ngamuk. Video itu disebar ke mana-mana, lengkap dengan caption pedas dari netizen yang geram. Gimana enggak, ini bukan cuma tentang ucapan iseng, tapi mencoreng kepercayaan publik—apalagi diucapkan oleh seorang wakil rakyat.

Langsung Disidang Etik

Menanggapi kehebohan itu, Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Gorontalo langsung gercep alias gerak cepat. Umar Karim, anggota BK, menyampaikan pihaknya akan memanggil Wahyudin untuk klarifikasi pada Senin, 22 September 2025.

“Video itu sangat tidak pantas. Kami nggak perlu tunggu laporan masyarakat. Sebagai BK, kami bisa bertindak langsung,” ujar Umar, Jumat (19/9/2025).

Hal ini juga dibenarkan oleh Ketua BK DPRD Gorontalo, Fikram Salisama. Setelah memanggil Wahyudin pada Jumat malam, Fikram mengungkap fakta baru: ternyata Wahyudin dalam kondisi mabuk berat saat video itu direkam.

“Dari pengakuannya, dia minum minuman keras dari malam sebelumnya sampai pagi. Saat ke bandara, dia masih dalam kondisi nggak sadar,” jelas Fikram.

Ngaku Salah, Tapi Tetap Dipecat

Dalam klarifikasinya, Wahyudin minta maaf kepada masyarakat Gorontalo lewat sebuah video. Ia muncul bersama sang istri dan mengaku menyesal.

“Saya tidak bermaksud menyinggung masyarakat. Saya mohon maaf atas kekhilafan saya,” katanya.

Namun, nasi sudah jadi bubur. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan langsung bertindak tegas. Ketua DPP Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun, menyatakan bahwa partai telah resmi memecat Wahyudin dari keanggotaan PDIP.

“Komite etik dan disiplin sudah merekomendasikan pemecatan, dan hari ini DPP mengeluarkan surat resmi. Dalam waktu dekat akan dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW),” tegas Komarudin.

Ia juga mengingatkan seluruh kader PDIP untuk jaga sikap. Partai nggak bakal mentolerir kader yang mencoreng nama baik partai, apalagi menyakiti hati rakyat.

Kejadian ini jadi pelajaran penting buat semua pihak: pejabat publik seharusnya jadi panutan, bukan bahan tontonan karena ulah yang memalukan. Apa pun alasannya—mabuk, iseng, atau bercanda—kalau sudah bawa-bawa uang rakyat, netizen gak bakal tinggal diam. Yah, semoga ke depan wakil rakyat bisa lebih sadar kamera… dan sadar diri.(*)

You Might Also Like

Sudewo Siap Buka-bukaan, Pengacara Minta Ketua DPRD Pati Dihadirkan dalam Sidang

Investasi Jawa Tengah Tetap On Fire! Layanan Perizinan Jalan Terus Meski Demo Melanda

Skandal Dapur Fiktif dan Isu Minyak Babi di Wadah Makan MBG: DPR Desak Transparansi Total

Warga Pati Ramai-Ramai Kirim Surat Cinta ke KPK Minta Tangkap Sudewo!

1,2 Juta NIK Warga Jateng Dibobol, Begini Respons Pemerintah Provinsi

TAGGED:Anggota Dewan MabukDPRD GorontaloheadlinePDI PerjuanganWahyudin Moridu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi anak-anak korban keracunan massal mendapat perawatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. Dari Makan Bergizi Gratis ke Makan Beracun Gratis: Menu Baru dari Dapur Kekuasaan
Next Article Anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi Gorontalo Wahyudin Moridu saat klarifikasi terkait aksi viralnya di sosial media didampingi istri. Atas aksinya yang tidak menghargai rakyat dan negara, Wahyudin kini dipecat PDI-P dan disiapkan PAW. Foto; istimewa. Klarifikasi dan Sanksi: Kontroversi Wahyudin Moridu Viral “Rampok Uang Negara”

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pemkot Buka Layanan Skrining Kanker Payudara Gratis

TES UKBI--Siswa SMAN 6 Semarang sedang mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang digelar secara kolektif di aula sekolah, Selasa (11/8/2026). (bae)

SMAN 6 Semarang Jadi Sekolah Pertama Gelar UKBI 2026

Siswa SMPN 22 Surakarta Diajak Jadi Calon Entrepreneur

Siswa SMAN 6 Semarang Ikuti UKBI, Ukur Kemampuan Bahasa

Siswa SD Serengan Diajak Kenali Bahaya Cyberbullying

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

TAK KUAT MENAHAN HARU - Beny Riswandi langsung sujud syukur saat divonis bebas, Kamis (7/5/2026). (bae)
Hukum

Akhir Manis Kasus Sritex, Beny Sujud Syukur di Depan Hakim setelah Vonis Bebas

Mei 7, 2026
Kosa kata 'kapitil' sekarang resmi masuk dalam KBBI.
Info

‘Kapitil Resmi Masuk KBBI, tapi Kosa Kata Ini Gak Bisa Dipakai Sembarangan

Januari 6, 2026
Ilustrasi hakim sidang di pengadilan.
Hukum

Gengs! YLBHI Tegaskan Korban Keracunan MBG Bisa Gugat Pemerintah, Begini Caranya

September 27, 2025
Pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah.
Hukum

KPK Buka Peluang Panggil Gus Miftah sebagai Saksi dan Sita Duit Korupsi Rp100 Juta

Juli 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Viral Lagi Mabuk dan Ngaku Mau Rampok Uang Negara, Anggota F-PDIP DPRD Gorontalo Langsung Dipecat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?