Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dari Makan Bergizi Gratis ke Makan Beracun Gratis: Menu Baru dari Dapur Kekuasaan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Opini

Dari Makan Bergizi Gratis ke Makan Beracun Gratis: Menu Baru dari Dapur Kekuasaan

Program “Makan Bergizi Gratis” berubah menjadi “Makan Beracun Gratis” karena kualitas buruk, dugaan penyelewengan, dan dominasi politik. Alih-alih menyehatkan rakyat, dapur program ini kini menyajikan makanan basi—baik secara harfiah maupun moral. Rakyat kenyang—tapi dengan kekecewaan.

baniabbasy
Last updated: September 20, 2025 11:26 am
By baniabbasy
3 Min Read
Share
Ilustrasi anak-anak korban keracunan massal mendapat perawatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan.
Ilustrasi anak-anak korban keracunan massal mendapat perawatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan.
SHARE

PROGRAM  “Makan Bergizi Gratis” (MBG) sejatinya adalah salah satu janji manis pemerintah. Sebuah program yang secara moral tidak terbantahkan: memberi makan anak sekolah, menekan angka stunting, dan membangun generasi cerdas. Di atas kertas, MBG tampak seperti malaikat. Tapi di lapangan, sayangnya, malaikat ini ternyata hobi masak pakai bahan kadaluarsa—secara harfiah dan politis.

Dulu kami pikir negara sedang belajar menyuapi anak-anaknya. Hari ini, kami ragu: jangan-jangan negara sedang meracuni mereka secara perlahan. Program “Makan Bergizi Gratis” (MBG), yang semula digadang-gadang sebagai mahakarya pemerintah dalam mengentaskan kelaparan dan gizi buruk, kini menjelma menjadi lelucon pahit nasional: “Makan Beracun Gratis.”

Dapur-dapur MBG, yang seharusnya menjadi dapur harapan, kini lebih mirip dapur mafia—gelap, bau amis anggaran, dan penuh racun kepentingan.

Beberapa kasus keracunan makanan di sekolah menjadi sorotan utama. Anak-anak muntah setelah makan. Tapi yang lebih muntah adalah nurani publik yang melihat betapa ceroboh dan serampangnya pengelolaan program ini. Belum juga sembuh dari trauma nasi basi, publik dihadapkan pada kenyataan yang lebih busuk: banyak Dapur MBG ternyata fiktif.

Ya, dapur yang tak pernah memasak, tapi selalu kenyang menerima anggaran. Sebuah inovasi baru dalam dunia korupsi: ghost kitchen untuk ghost children, tapi dananya real—langsung dari APBN/APBD. Negara kita memang jenius: bisa menciptakan makanan tanpa memasak, dan menciptakan kebocoran tanpa terlihat.

Lebih miris lagi ketika jejak-jejak kekuasaan ikut mengepul dari balik panci MBG. Data yang berseliweran menunjukkan banyak dapur MBG dimiliki atau dikendalikan oleh anggota DPR dan DPRD—baik secara langsung maupun lewat perusahaan keluarga dan kolega. Ini bukan sekadar makan siang gratis, ini pesta politik gratis. Anak-anak kita jadi pasar suara masa depan, dan kotak makannya disiapkan langsung dari ruang sidang.

Apakah ini kebetulan? Atau ini menu baru dari demokrasi kita yang makin hambar: satu sendok populisme, dua sendok konflik kepentingan, lalu dikukus dalam uap anggaran negara?

MBG seharusnya menjadi program pemberdayaan lokal—mendorong UMKM, warung makan rakyat, hingga komunitas tani. Tapi justru yang kenyang adalah para elite politik dan kontraktor pengadaan yang tak pernah tahu rasanya antre makan di sekolah. Anak-anak disuruh makan, tapi kita semua tahu: yang sebenarnya lapar adalah para pemangku kekuasaan.

Bacaaja.co tidak sedang menolak ide makan gratis. Kami justru mendukung. Tapi kami juga percaya, makanan seharusnya tidak hanya bergizi—tapi juga jujur. Karena bila makanan datang dari niat busuk, hasilnya tidak akan pernah baik, seberapa banyak pun vitaminnya.

Jangan salahkan rakyat kalau mulai menyebutnya “Makan Beracun Gratis”—karena yang meracuni bukan cuma lauknya, tapi juga sistem yang membungkusnya.

Bacaaja.co tak ingin sinis. Tapi fakta di lapangan terlalu tajam untuk dihaluskan. Maka izinkan kami menyimpulkan dengan satu kalimat pedas:

Kalau begini caranya, lebih baik anak-anak membawa bekal dari rumah—setidaknya kita tahu siapa yang masak, dan tidak ada tangan korup yang ikut mengaduk.(*)

You Might Also Like

Cuma Pakai Sandal ke KPK, Sudewo Ditetapkan sebagai Tersangka bersama 3 Orang Lainnya?

Bukan Gedung Tinggi atau Jalan Lebar, Ini Kekuatan Kota Semarang

Demo Semarang Ricuh! Mobil dan Kantin di Kantor Gubernur Jateng Dibakar Massa

Mbak Ita-Alwin Kembali Melawan! Babak Baru Kasus Eks-Wali Kota Semarang, Ajukan PK

Dokter Residen PPDS Undip di RSUP dr Kariadi Ada yang Meninggal, Bullying Lagi?

TAGGED:10 kasus keracunan mbgheadlinekeracunan bogorkeracunan MBGMakan Bergizi Gratismakan bergizi gratis jadi makan beracun
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi rekening bank. Rekening Pejabat Makin Gendut! Presiden Teken Perpres Kenaikan Gaji Pejabat, ASN, dan TNI-Polri
Next Article Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Wahyudin Moridu saat mabuk bersama pasangan selingkuhan dan tidak sadar mengaku akan pergi menghabiskan uang negara, merampok uang negara untuk jalan-jalan. Viral Lagi Mabuk dan Ngaku Mau Rampok Uang Negara, Anggota F-PDIP DPRD Gorontalo Langsung Dipecat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) saat diwawancara awak media, Kamis (3/9/2026). (dul)

Kekeringan di Jateng Makin Luas, Gus Yasin: Sudah Salah Istisqa dan Ajukan Modifikasi Cuaca

DITUNTUT BERALAH: Sekda Cilacap Sadmoko Danardono dituntut bersalah dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (29/9/2026). (bae)

Sekda Cilacap Dituntut Hukuman Lebih Ringan dari Bupati, Cuma 4 Tahun Penjara

BARANG BUKTI - Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti celurit dan sepeda motor yang digunakan remaja asal Sragen yang acung-acungkan senjata tajam di Underpass Joglo, Kota Solo.

Viral Acungkan Celurit di Underpass Joglo Solo, Dua Remaja Sragen Klepek-klepek Ditangkap Polisi

RESMIKAN PONPES--Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, merangkul santri tunanetra dalam acara peresmian Pondok Pesantren Sahabat Mata di Semarang, Selasa (29/9/2026). (ist)

Pesantren Khusus Tunanetra di Semarang, Santri Dibekali Keterampilan

DITUNTUT BERALAH: Bupati Cilacap nonaktif Syamsul Auliya Rachman dituntut bersalah dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (29/9/2026). (bae)

Bupati Cilacap Dituntut 7 Tahun Penjara, Hak Dipilih Dicabut 3 Tahun

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Atasi RTLH, Jateng Pilih Gotong Royong

Mei 14, 2026
Fokus

Bangku Sekolah Negeri Mulai Kosong, Puan Minta Pemerintah Jangan Tutup Mata

Juli 20, 2026
JALAN AMBLES - Jalan di Honggowongso, Ngaliyan, Kota Semarang, ambles dengan panjang sekitar 3-4 meter, Jumat (15/5/2026). (dul)
Info

Jalan Honggowongso Ngaliyan Ambles Tengah Malam, Warga Ungkap Fakta Memilukan

Mei 16, 2026
Plesir

Enam Juta Orang Siap “Nyemut” di Tempat Wisata Jateng

Maret 18, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dari Makan Bergizi Gratis ke Makan Beracun Gratis: Menu Baru dari Dapur Kekuasaan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?