Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bukan Gedung Tinggi atau Jalan Lebar, Ini Kekuatan Kota Semarang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Bukan Gedung Tinggi atau Jalan Lebar, Ini Kekuatan Kota Semarang

Ketika banyak kota menghadapi tantangan polarisasi dan gesekan sosial, Semarang justru ingin mempertahankan identitasnya sebagai rumah bersama yang nyaman untuk semua.

T. Budianto
Last updated: Juni 16, 2026 5:44 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
MOMENTUM KEBERSAMAAN: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menghadiri Malam Tirakatan, Doa Bersama, dan Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Balai Kota Semarang, Senin (15/6/2026) malam. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan, kerukunan yang selama ini terjaga di tengah masyarakat menjadi kekuatan utama yang membuat Kota Semarang terus berkembang.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun atau investasi yang masuk, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga harmoni di tengah perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial.

Hal tersebut disampaikan Agustina saat menghadiri Malam Tirakatan, Doa Bersama, dan Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah yang digelar di halaman Balai Kota Semarang, Senin (15/6/2026) malam.

“Semarang adalah rumah bersama. Kekuatan kota ini bukan hanya pada pembangunan fisiknya, tetapi pada warganya yang mampu menjaga kerukunan di tengah keberagaman. Inilah modal sosial yang membuat Semarang terus bergerak maju dan menjadi kota yang nyaman bagi semua,” ujar Agustina.

Baca juga: Waras Ekonomi, Upaya Pemkot Perkuat Sektor UMKM

Ia mengapresiasi berbagai elemen masyarakat yang selama ini ikut menjaga suasana kondusif di Kota Semarang. Mulai dari tokoh agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forkopimda, aparatur sipil negara, organisasi masyarakat, komunitas, hingga warga yang terus merawat budaya gotong royong dan toleransi.

Menurut Agustina, kedewasaan masyarakat Semarang juga terlihat dari cara mereka menyikapi perbedaan pendapat. Bahkan pada hari yang sama ketika sejumlah mahasiswa menyampaikan aspirasi di berbagai titik kota, seluruh proses berlangsung secara tertib dan damai.

“Perbedaan pandangan adalah bagian dari kehidupan demokrasi. Yang membanggakan, masyarakat Kota Semarang mampu menyampaikan pendapat dengan santun dan tetap menjaga suasana yang kondusif. Ini menunjukkan bahwa budaya dialog dan saling menghargai tumbuh kuat di kota kita,” katanya.

Momentum Tahun Baru Hijriah yang bertepatan dengan Malam Satu Suro, lanjut Agustina, menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.

Intropeksi Diri

Menurutnya, ajaran hijrah mengandung pesan untuk terus bergerak menuju kehidupan yang lebih baik, sedangkan Satu Suro mengingatkan pentingnya introspeksi diri dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

“Tahun Baru Hijriah mengajarkan semangat hijrah menuju kebaikan, sementara Satu Suro mengajak kita melakukan refleksi. Keduanya mengingatkan pentingnya memperbaiki diri, memperkuat persaudaraan, dan menata masa depan bersama,” ujarnya.

Agustina menegaskan Pemerintah Kota Semarang akan terus membuka ruang kebersamaan bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang apa pun. Menurutnya, pembangunan yang inklusif hanya dapat terwujud apabila kerukunan dan rasa saling percaya tetap terjaga.

“Kota yang maju bukan hanya kota yang infrastrukturnya baik, tetapi juga kota yang masyarakatnya rukun. Kerukunan, toleransi, gotong royong, dan kepedulian sosial adalah energi yang membuat Semarang semakin hebat, semakin membahagiakan, dan semakin terbuka bagi siapa saja,” tegasnya.

Baca juga: Pemkot Semarang Dorong Seni-Budaya Hidup Sampai Tingkat Kampung

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga disuguhi pagelaran wayang kulit dengan lakon Ngamarta Binangun. Agustina menilai cerita tersebut memiliki pesan yang relevan dengan pembangunan Kota Semarang saat ini, yakni pentingnya kolaborasi dan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

“Lakon ini mengajarkan bahwa kemajuan hanya dapat dicapai melalui kebersamaan, kolaborasi, dan kesediaan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Semangat itulah yang terus kita bangun di Kota Semarang,” katanya.

Melalui momentum pergantian tahun ini, Agustina mengajak seluruh warga untuk terus menjaga kerukunan, merawat lingkungan, serta memperkuat rasa memiliki terhadap Kota Semarang sebagai rumah bersama yang aman, nyaman, dan semakin maju.

Di zaman ketika perbedaan pendapat di media sosial bisa berubah menjadi pertengkaran panjang hanya karena satu komentar, kerukunan ternyata menjadi barang yang semakin mahal nilainya.

Membangun jalan mungkin bisa selesai dalam hitungan bulan, tetapi membangun kepercayaan dan kebersamaan antarwarga sering kali membutuhkan waktu bertahun-tahun. Dan ketika keduanya sudah terjaga, itulah aset kota yang sebenarnya. (tebe)

You Might Also Like

Gempa M 7,7 Guncang Filipina, Picu Tsunami di Sejumlah Wilayah Indonesia

Naik Motor, Wali Kota Solo Cek Pos Mudik: Pastikan Lebaran Aman & Lancar

Balita Ditolak Rumah Sakit, Polisi Ini Langsung Bergerak Cepat

Mantan Buruh Sritex Demo Tagih Pesangon di Semarang

Agustina Apresiasi Aksi Ansor, Banser dan KNPI di Jalur Pantura

TAGGED:agustina wilujengheadlinepemkot semarangwali kota semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Gabung PSIS, Syahrian Abimanyu Kirim Pesan untuk Suporter
Next Article Saat Budaya, Iman, dan Harmoni Bertemu di Jantung Semarang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi aksi penganiayaan.

Tiga Tahun Hilang Kabar, Perempuan Bandung Muncul Terluka Parah

Ratusan Calon Dokter Mentok Ujian, Kampus Ikut Disorot

Kontainer Numpuk Bukan Bea Cukai, Importir Malah Santai Dulu

Kereen, Maling Buat Surat Permohonan Maaf, Eh Dimaafkan

Semangkuk Jenang dan Cerita Lama Ramaikan Suro Triwindu

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Libur Akhir Tahun, Kapolda Turun Gunung Cek Posyan Tawangmangu

Desember 24, 2025
Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto.
Politik

Sah! Prabowo Tetapkan Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

November 10, 2025
Info

Jalan Banjarnegara Disisir Ketat, Operasi Candi Resmi Digeber Serentak

Februari 2, 2026
GAJI - Ilustrasi uang rupiah sebagai gaji bulanan.
Ekonomi

Sudah Tahu Sejarah THR? Ternyata Begini..

Maret 14, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bukan Gedung Tinggi atau Jalan Lebar, Ini Kekuatan Kota Semarang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?