Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bukan Cuma Buat Mudik, Jasela Didorong Jadi Jalur Pangan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Bukan Cuma Buat Mudik, Jasela Didorong Jadi Jalur Pangan

Selama ini Jalur Selatan (Jasela) Jateng sering cuma identik sama jalur alternatif pas Pantura macet atau rute panjang pemudik yang cari jalan adem. Tapi sekarang, kawasan Jasela mulai dilirik buat peran yang lebih serius: jadi penyangga pangan nasional. Dari sawah, tambak, sampai konektivitas antarwilayah, semuanya mulai disusun biar wilayah selatan nggak cuma jadi “penonton pembangunan”.

T. Budianto
Last updated: Mei 15, 2026 3:06 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
JALUR PANGAN: Jalur Selatan (Jasela) Jateng di wilayah Kebumen. Jalur selatan Jateng ini dinilai potensial untuk dikembangkan menjadi jalur penyangga pangan nasional. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, PURWOKERTO- Anggota DPD RI Abdul Kholik menilai kawasan di sepanjang Jalur Selatan Jawa Tengah atau Jasela punya potensi besar buat dikembangkan sebagai penyangga pangan nasional.

Menurutnya, penguatan sektor pertanian, perikanan, hingga pembangunan konektivitas antarwilayah harus dilakukan secara terintegrasi agar kawasan selatan bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Kita ingin membahas strategi pengembangan pertanian dan perikanan untuk mewujudkan kemandirian pangan di wilayah Barlingmascakeb dan Purwomanggung, khususnya Jasela,” kata Abdul Kholik dalam Diskusi Kelompok Terpumpun di Purwokerto,belum lama ini.

Baca juga: Jalur Tengah Jateng Siap Jadi Favorit Pemudik

Diskusi itu melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) dari wilayah Barlingmascakeb yang meliputi Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen.

Selain itu hadir pula perwakilan Purwomanggung yang terdiri dari Purworejo, Wonosobo, Magelang, dan Temanggung. Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto juga ikut dilibatkan dalam pembahasan tersebut.

Kholik mengatakan Jateng masih menghadapi tantangan besar dalam pembangunan. Mulai dari tingginya jumlah penduduk, kemiskinan, ketimpangan wilayah, hingga ancaman terhadap sektor pangan akibat alih fungsi lahan dan minimnya regenerasi petani.

Dengan jumlah penduduk sekitar 38 juta jiwa, menurut dia, pembangunan ekonomi tidak bisa terus berpusat di kawasan pantai utara saja. “Kita melihat disparitasnya masih tinggi. Ada daerah yang angka kemiskinannya sekitar 4 persen, tapi di wilayah selatan masih ada yang dua digit,” ujarnya.

Modal Kuat

Dia menilai Jasela punya modal kuat karena didukung sektor pertanian, perikanan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif. Apalagi kawasan itu dihuni sekitar 11,8 juta jiwa yang dinilai cukup potensial menjadi kekuatan ekonomi baru. “Kemajuan itu jangan cuma diukur dari industri manufaktur. Sektor pangan juga industri strategis,” katanya.

Sementara itu, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Mahdi Abdillah, mengatakan sektor pertanian dan perikanan punya pengaruh besar terhadap stabilitas ekonomi daerah dan pengendalian inflasi.

Menurutnya, komoditas pangan yang harganya sering naik turun masih jadi penyumbang utama inflasi di wilayah eks Keresidenan Banyumas. Bank Indonesia, kata Mahdi, terus mendukung ketahanan pangan melalui pengembangan klaster pangan strategis, kerja sama antardaerah, digitalisasi pertanian, sampai penguatan hilirisasi produk. “Kolaborasi antardaerah jadi kunci karena setiap wilayah punya potensi yang bisa saling melengkapi,” katanya.

Baca juga: Sawah Kebanjiran, Luthfi Jamin Stok Pangan Masih Aman

Dalam diskusi itu, Kepala Pusat Studi Transportasi dan Pengembangan Wilayah LPPM Unsoed, Probo Hardini, menyoroti masih lemahnya konektivitas antarwilayah di kawasan selatan Jateng.

Menurut dia, ego sektoral antarwilayah juga masih jadi hambatan dalam pengembangan kawasan. “Kami menemukan tiap daerah punya keunggulan masing-masing, jadi pendekatannya harus kolaboratif,” ujarnya.

Sementara pakar kebijakan publik Unsoed, Prof Slamet Rosyadi, menegaskan pengembangan pertanian dan perikanan di Jasela harus sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Zero Hunger atau tanpa kelaparan.

Perguruan tinggi, kata dia, siap mendukung lewat riset, inovasi teknologi, dan pendampingan kebijakan agar sektor pangan di wilayah selatan makin produktif dan punya nilai tambah.

Kalau semua daerah sudah mau duduk satu meja dan berhenti sibuk jaga “wilayah kekuasaan”, mungkin Jalur Selatan nggak lagi cuma terkenal karena tikungan dan tanjakannya, tapi juga karena jadi dapur besar yang bikin Jawa Tengah tetap kenyang. (tebe)

You Might Also Like

Kemenkum Jateng: Penyusunan Perda Jangan Asal Ketok Palu

No Debat! Agustina: Lunas Iuran BPJS Jadi Syarat Ikut Tender di Pemkot Semarang

Jangan Jauhi ODHIV, Dinkes Semarang: HIV Nggak Nular dari Salaman atau Makan Bareng

Dino Patti Djalal Kembali Sentil Pemerintahan Prabowo: Tak Kirim Delegasi ke Iran, Takut Amerika?

Dua Ton Harapan dari Semarang: FK Unnes Kirim Bantuan ke Aceh

TAGGED:dulangmashedlinejalur selatan jatengpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dialek Semarangan Ternyata Cuma Hidup di Lima Kecamatan
Next Article Film Pesta Babi, Pemerintah Bilang Jangan Keburu Panik Dulu

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Keracunan MBG Terus Terjadi! Ratusan Siswa di Berastagi Tumbang, 240 Orang Masih Dirawat

Industri Kreatif Bisa Jadi “Mesin Kerja” Anak Muda

DARI PERENCANAAN KE AKSI - PLN Icon Plus menyiapkan strategi dengan memperkuat kemampuan tim dalam membaca pasar, memahami kebutuhan pelanggan, hingga mengubah peluang menjadi rencana bisnis.

Dari Insight ke Aksi, PLN Icon Plus Dorong Pertumbuhan Bisnis PV Rooftop lewat PV Academy

Puan Ajak Parlemen Remaja Kenal Politik dari Dekat, Bukan Cuma dari Medsos

Mahasiswa Diminta Tak Cuma Jadi Komentator

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Aksi buruh pada peringatan May Day di Semarang, Jumat (1/5/2026). (dul)
Info

Aksi May Day di Semarang, Buruh Usung 15 Isu Krusial: dari Upah hingga Keselamatan Kerja

Mei 2, 2026
Info

Paskibraka Bukan Cuma Kibarkan Bendera, 45 Anak Muda Digembleng Jadi Duta Pancasila

Agustus 5, 2026
JALANI PEMRIKSAAN: Bupati Sukoharjo, Etik Suryani didampingi petugas bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih, Jakarta, Sabtu, (12/7/2026). (Foto: Ist)
Hukum

KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka

Juli 11, 2026
Sejumlah tokoh ajukan permohonan penangguhan penahanan aktivis Semarang, Jumat (5/12/2025). 
Info

Berharap Keajaiban, Keluarga Tetap Siapin Nikahan Meski Dera-Munif Masih Ditahan

Desember 6, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bukan Cuma Buat Mudik, Jasela Didorong Jadi Jalur Pangan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?