BACAAJA, SEMARANG- Pemkot Semarang bareng DPR RI kerja sama beresin jalan rusak yang selama ini dikeluhin warga. Jalan Pramuka di Pudakpayung sekarang tampil beda, lebih mulus dan lebih lebar.
Jalan ini penting banget. Setiap hari jadi jalur utama penghubung kawasan kampus Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Negeri Semarang (Unnes), plus dilewati warga sekitar buat aktivitas harian.
Dulu kondisinya bikin waswas. Aspal banyak rusak, lubang di sana-sini, apalagi pas hujan rawan licin dan tergenang. Lewat program Inpres Jalan Daerah, perbaikan digeber dengan anggaran sekitar Rp18,9 miliar. Lebar jalan ditambah dari 4,5 meter jadi 5,5 meter biar kendaraan lebih leluasa.
Baca juga: Jalan Semarang-Godong Rampung Diperbaiki
Nggak cuma itu, drainase sepanjang 2,3 kilometer juga dibangun. Tujuannya jelas, biar air nggak ngumpul di jalan dan risiko banjir bisa ditekan. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan kalau Jalan Pramuka punya peran strategis buat kota. Sehingga perbaikan mendesak dilakukan.
“Jalan Pramuka ini adalah ikon Kota Semarang bagian atas yang menghubungkan dua pusat pendidikan besar, Undip dan Unnes. Jalan ini menjadi jalur utama yang banyak dilalui mahasiswa dan masyarakat setiap hari,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Mobilitas Meningkat
Dengan kondisi baru ini, dampaknya langsung terasa. Waktu tempuh jadi lebih singkat, kendaraan nggak perlu lagi zig-zag hindari lubang, dan risiko kecelakaan bisa ditekan. Aktivitas ekonomi di sekitar jalan juga ikut kecipratan efeknya. Akses yang lancar bikin mobilitas orang dan barang jadi lebih gampang.
Anggota DPR RI, Mochamad Herviano Widyatama bilang, bakal terus mengawal pembangunan infrastruktur di Semarang. Fokusnya bukan cuma satu titik, tapi memastikan jalan-jalan penting lain juga ikut diperbaiki.
Agustina juga mengakui pembangunan seperti ini nggak bisa dikerjain sendirian. Butuh sinergi banyak pihak supaya hasilnya cepat dan langsung dirasakan masyarakat.
Baca juga: Ngaliyan Lagi Macet Parah, Perbaikan Jalan Bikin Laju Kendaraan Tersendat
Ke depan, perbaikan jalan di kawasan atas Semarang diharapkan terus berlanjut. Soalnya jalur-jalur penghubung kampus dan permukiman seperti ini memang jadi urat nadi mobilitas warga setiap hari.
Jalan sudah mulus, lebar, dan lebih aman. Tinggal satu yang belum tentu ikut mulus: kebiasaan ngebut pengendara yang kadang lebih cepat dari logika. (bae)

