Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Final Cerdas Cermat Kalbar Makin Riuh, Sambas Ikut Buka Suara
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Final Cerdas Cermat Kalbar Makin Riuh, Sambas Ikut Buka Suara

Nama SMAN 1 Sambas sebelumnya memang sudah jadi sorotan publik setelah muncul dugaan ketidakadilan penilaian dalam final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Potongan video perlombaan bahkan sempat viral dan diperdebatkan ramai di berbagai platform media sosial.

Nugroho P.
Last updated: Mei 18, 2026 7:56 pm
By Nugroho P.
6 Min Read
Share
LCC 4 Pilar (ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Polemik Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat belum juga adem. Setelah beberapa hari ramai dibahas di media sosial, suasana malah makin panas usai SMAN 1 Sambas akhirnya merilis pernyataan resmi soal kontroversi yang menyeret nama sekolah mereka. Bukannya meredakan keadaan, isi pernyataan itu justru memancing gelombang komentar baru dari warganet.

Nama SMAN 1 Sambas sebelumnya memang sudah jadi sorotan publik setelah muncul dugaan ketidakadilan penilaian dalam final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Potongan video perlombaan bahkan sempat viral dan diperdebatkan ramai di berbagai platform media sosial.

Awal keributan ini muncul saat sesi pertanyaan tentang pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK oleh DPR. Dalam momen itu, tim dari SMAN 1 Pontianak memberikan jawaban yang dianggap salah oleh dewan juri sehingga nilai mereka dikurangi.

Namun suasana langsung berubah tegang ketika tim dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang dinilai publik sangat mirip, tetapi justru dianggap benar dan mendapat tambahan poin penuh. Dari situlah protes mulai bermunculan, baik dari peserta, penonton, sampai netizen yang ikut menyaksikan potongan videonya di internet.

Banyak orang mempertanyakan konsistensi penilaian juri. Beberapa netizen bahkan menilai keputusan tersebut terasa janggal karena jawaban yang dianggap berbeda ternyata terdengar hampir sama ketika diputar ulang di media sosial.

Di tengah situasi yang makin ramai, pihak SMAN 1 Sambas akhirnya buka suara lewat akun Instagram resmi sekolah mereka. Dalam pernyataan itu, sekolah menegaskan para siswa telah mengikuti lomba sesuai aturan dan tidak melakukan pelanggaran apa pun selama kompetisi berlangsung.

Pihak sekolah juga menyebut mereka menghormati keputusan resmi penyelenggara lomba dan yakin tim dari SMAN 1 Sambas sudah berkompetisi secara sah sesuai tata tertib yang berlaku sejak awal perlombaan.

Tidak cuma itu, sekolah juga membantah keras tudingan yang mulai liar di media sosial. Mulai dari isu kecurangan, setting kemenangan, nepotisme, sampai tuduhan penyuapan panitia, semuanya ditepis tegas oleh pihak sekolah.

Dalam isi pernyataannya, SMAN 1 Sambas juga mengecam berbagai komentar dan narasi yang dianggap menyerang siswa, guru, staf sekolah, hingga alumni. Mereka menilai polemik ini sudah berkembang terlalu jauh sampai memicu tekanan psikologis terhadap murid yang ikut lomba.

Sekolah mengaku kecewa karena menurut mereka penyelenggara belum maksimal meluruskan informasi yang berkembang di publik. Akibatnya, nama sekolah terus jadi sasaran hujatan dan perdebatan di media sosial.

Salah satu poin yang paling ramai dibahas netizen adalah sikap SMAN 1 Sambas yang menolak pertandingan final ulang tingkat provinsi. Dalam pernyataannya, mereka menilai hasil lomba tetap sah karena seluruh proses kompetisi sudah dijalani sesuai aturan.

Pernyataan itulah yang kemudian memicu gelombang komentar baru. Sebagian netizen mendukung langkah sekolah membela siswanya, tetapi tidak sedikit juga yang menilai pertandingan ulang tetap perlu dilakukan demi menjaga rasa keadilan semua peserta.

Di sisi lain, pihak sekolah juga meminta penyelenggara memulihkan nama baik SMAN 1 Sambas dan memberikan jaminan keamanan terhadap kondisi psikologis siswa sebelum nantinya mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional.

Sementara polemik terus berjalan, Ketua MPR RI Ahmad Muzani sebelumnya sudah memastikan final LCC Empat Pilar tingkat Kalbar akan diulang dalam waktu dekat.

Muzani menyebut pertandingan ulang akan menggunakan juri independen agar polemik serupa tidak kembali terjadi. Ia juga memastikan pimpinan MPR RI akan ikut mengawasi langsung jalannya perlombaan dari awal sampai akhir.

Nama dua juri sebelumnya ikut terseret dalam kontroversi ini setelah keputusan mereka dipersoalkan publik. Namun hingga kini, keduanya belum menyampaikan permintaan maaf secara langsung terkait polemik yang berkembang.

Meski begitu, Ahmad Muzani menilai permintaan maaf dari pihak kesekretariatan MPR RI sudah dianggap mewakili lembaga secara keseluruhan, termasuk pihak juri yang bertugas dalam perlombaan tersebut.

Ramainya polemik ini membuat ajang cerdas cermat yang seharusnya jadi ruang adu pengetahuan justru berubah seperti arena debat panjang di media sosial. Potongan video lomba terus dibagikan ulang, lengkap dengan analisis netizen soal jawaban peserta dan keputusan juri.

Banyak warganet juga menyayangkan situasi ini karena siswa yang ikut lomba akhirnya ikut terseret tekanan publik. Padahal menurut banyak komentar, peserta hanya menjawab pertanyaan sesuai kemampuan mereka dan bukan pihak yang membuat keputusan penilaian.

Kini perhatian publik tertuju pada bagaimana pertandingan ulang nanti akan dilaksanakan. Banyak orang berharap prosesnya benar-benar transparan supaya polemik panjang ini bisa selesai tanpa meninggalkan rasa kecewa dari pihak mana pun.

Di tengah gaduhnya perdebatan, satu hal yang paling disorot publik bukan cuma soal siapa yang menang atau kalah. Tapi bagaimana sebuah lomba pendidikan bisa berubah jadi isu nasional hanya gara-gara satu keputusan yang dianggap tidak konsisten di depan banyak mata. (*)

You Might Also Like

Doa Nabi yang Pernah Ditelan Paus Ternyata Sanggat Menggetarkan Hati

Unwahas Terima 4.663 Maba, dari Timor Leste hingga Thailand

Curhat Alumni Viral, Dugaan Perundungan Guru SMAN Bantul Diusut Serius Sekarang

Perkuat Kualitas Akademik, FPP Undip Gelar Workshop RPS OBE-SDGs

Sekolah Rakyat Segera Masuki Tahap Belajar, Seragam dan Laptop Siap Dibagikan

TAGGED:kasus LCClcclomba cerdas cermatMPR
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ketimpangan Jateng Utara-Selatan Disorot
Next Article Handi Resmi Jadi Sekda Semarang, Agustina Langsung Kasih PR

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Dua Sekolah di Wonoplumbon Satukan Barisan Rayakan Kemerdekaan

9.551 Napi Dapat Remisi HUT RI

HUT RI--Kelompok masyarakat sipil, termasuk tim Kabinet Bayangan melaksanakan upacara Peringatan HUT ke-81 RI di kawasan Pegunungan Kendeng, Senin (17/8/2026). (ist)

Menteri Kabinet Bayangan Hadiri Upacara HUT ke-81 RI di Kendeng

UPACARA HUT RI--Warga Kandri melaksanakan upacara HUT RI dengan tema petani dan proseainya menggunakan Bahasa Jawa, Senin (17/8/2026). (bae)

Unik! Upacara HUT RI di Kandri Pakai Bahasa Jawa, Warga Tampil Ala Petani

PIMPIN UPACARA BENDERA - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memipin upacara bendera peringatan HUT ke-81 RI di Sekolah Partai, Senin (17/8/2026).

Pimpin Upacara HUT RI di Sekolah Partai, Megawati Perintahkan Kader PDIP Bantu Korban Gempa NTT

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.
Pendidikan

Isu Anggaran Disentil, MBG Diklaim Aman Kok

Februari 20, 2026
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menilai, SMKN Jateng layak menjadi prototipe pendidikan nasional. Hal itu diungkapkannya setelah berkunjung ke Semarang, Jumat (25/7/2025)
Pendidikan

DPR Setujui Pagu Indikatif Kemendikdasmen 2026 Sebesar Rp71,11 Triliun. Abdul Mu’ti: Terimakasih

Juli 10, 2025
Pendidikan

Undip Kenalkan Kopi Tawangmangu ke Dunia

Mei 14, 2026
Siswa SMA 1 Sultan Agung Semarang berpose bersama Mr. Suegul Jin yang datang dari Korea dalam rangka belajar bahasa korea melalui aplikasi KoreanMate. Foto: Fahmi
Pendidikan

Belajar Bahasa Korea Bareng Oppa, Siswa Semarang Auto Semangat. Ada Beasiswanya?

Agustus 20, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Final Cerdas Cermat Kalbar Makin Riuh, Sambas Ikut Buka Suara
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?