Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mau Masuk SMK? Ini Jurusan yang Mulai Ditinggal Zaman
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Mau Masuk SMK? Ini Jurusan yang Mulai Ditinggal Zaman

Masalahnya, nggak semua jurusan SMK masih relevan dengan kebutuhan zaman sekarang. Dunia kerja berubah cepat, teknologi makin canggih, otomatisasi dan AI makin masif, sementara kebutuhan industri juga ikut bergeser.

Nugroho P.
Last updated: Januari 3, 2026 8:46 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
ilustrasi SMK
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Buat siswa kelas 9 yang lagi mikir lanjut ke mana setelah lulus, pilihan antara SMA atau SMK pasti jadi pertimbangan besar. SMK sering dipilih karena lebih fokus ke praktik, siap kerja, dan punya program magang langsung ke dunia industri.

Lewat kurikulum yang banyak praktiknya, SMK memang dirancang buat bikin lulusannya cepat nyemplung ke dunia kerja. Bahkan, jalur ini juga tetap membuka peluang lanjut kuliah atau merintis usaha sendiri.

Masalahnya, nggak semua jurusan SMK masih relevan dengan kebutuhan zaman sekarang. Dunia kerja berubah cepat, teknologi makin canggih, otomatisasi dan AI makin masif, sementara kebutuhan industri juga ikut bergeser.

Menurut pengamat pendidikan dari Perguruan Taman Siswa, Darmaningtyas, ada sejumlah jurusan SMK yang mulai kehilangan relevansi memasuki 2026. Bukan karena ilmunya salah, tapi karena kebutuhan tenaga kerjanya sudah banyak diisi lulusan jenjang lebih tinggi.

Ia menyebut tiga jurusan yang perlu dievaluasi serius, yakni Administrasi Perkantoran, Manajemen, dan Akuntansi di tingkat SMK. Menurutnya, lulusan dari jurusan ini akan sulit bersaing dengan lulusan politeknik atau sarjana S1.

“Kemampuan lulusan SMK dari jurusan-jurusan itu tidak mungkin mampu bersaing dengan lulusan politeknik atau S1. Sementara banyak siswa SMK tidak melanjutkan kuliah,” ujarnya.

Jika tidak ada penyesuaian, pembelajaran di jurusan tersebut dikhawatirkan jadi kurang efektif dan tidak sejalan dengan kebutuhan pasar kerja.

Di sisi lain, Darmaningtyas justru menyoroti sektor agro seperti pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, dan kelautan yang masih sangat dibutuhkan sampai sekarang. Sayangnya, bidang ini kerap kurang diminati karena dianggap kurang menjanjikan.

Padahal, menurutnya, pengenalan sektor agro di SMK sudah tepat sebagai bekal awal. Siswa memang belum dituntut jadi ahli, tapi setidaknya sudah punya fondasi sebelum mendalami lebih jauh di perguruan tinggi.

“Untuk level SMK, pengenalan itu sudah pas. Belum harus mahir, tapi penting dikenalkan sejak dini,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa relevansi jurusan, baik di SMK maupun kuliah, sangat bergantung pada tujuan pendidikan itu sendiri. Kalau kuliah dimaknai untuk membangun cara berpikir, maka semua jurusan sebenarnya tetap relevan.

Masalah muncul ketika pendidikan dipersempit hanya sebagai jalan cepat cari kerja. Dalam sudut pandang itu, jurusan sosial dan humaniora sering dicap kurang menjanjikan.

Padahal, jika tujuannya membentuk pola pikir kritis dan adaptif, jurusan-jurusan tersebut justru makin penting di tengah perubahan zaman yang serba cepat.

Intinya, sebelum memilih jurusan, penting buat siswa dan orang tua melihat jauh ke depan. Bukan cuma soal tren, tapi juga soal arah hidup dan kemampuan beradaptasi. (*)

You Might Also Like

Ngopi Model Baru ala Mahasiswa UNY,  Kopi dari Daun Kelor, Nikmat dan Superfood

DPR Setujui Pagu Indikatif Kemendikdasmen 2026 Sebesar Rp71,11 Triliun. Abdul Mu’ti: Terimakasih

Jangan Overprotective! Psikolog: Anak Butuh Belajar Gagal, Jatuh, dan Bangkit

Dosen dan Ketua BEM SCU Bikin Buku Panduan Demo: Jangan Asal Turun Jalan!

Rektor SCU Soroti Dana MBG: Jangan Sampai Besar Anggaran, Kecil Dampaknya

TAGGED:jurusan tak diminatiSMk
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Mark Zuckerberg Bagi Berkat ke Tetangga, Isinya Bikin Melongo
Next Article Militer Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Kacau! Amerika Tangkap Presiden Venezuela, Picu Perang Dunia Ketiga?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tak Sekadar Touring, NECI 04 Semarang Bawa Misi Merah Putih ke Astana Giribangun

Pelat Nomor Diakali, Kamera ETLE Dibikin Bingung

Polisi Ungkap Napi Lapas Sragen Kendalikan Peredaran Sabu di Solo

ANJING RAKSASA - Denver seekor anjing berjenis Alaskan Malamute berusia 2 tahun asal Semarang dengan bobot sekitar 70 kilogram Foto bersama pemilik Lily Harts, Minggu (27/9/2026). (dul)

Denver si Selebdog Malamute Raksasa Asal Semarang, Popularitasnya Jadi Jalan Berbagi

PENIPUAN - Ilustrasi pelaku penipuan sedang beraksi.

Sial! Rela Bayar Rp380 Juta Demi Anak Masuk UI, Ujungnya Kena Tipu

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

PAUD Jateng Lagi Naik Daun, Anak-anak Makin Rajin Masuk Sekolah

Desember 19, 2025
Pendidikan

Jateng Gaspol Bikin Dokter Spesialis Baru

November 19, 2025
DaerahPendidikan

Banjarnegara Dorong Inovasi Guru TK lewat Pelatihan Deep Learning dan Karakter Anak Hebat

Juli 17, 2025
Pendidikan

Tim KKN-T Undip 21 Dorong Petani Gedong Ciptakan Produk Inovasi Kopi

Agustus 2, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mau Masuk SMK? Ini Jurusan yang Mulai Ditinggal Zaman
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?