BACAAJA, KENDAL– Siapa bilang kehidupan santri cuma berkutat dengan kitab kuning dan hafalan? Di lapangan hijau, mereka juga bisa adu strategi, mengolah bola, dan berburu gol.
Buktinya, Football Santri 2026 sukses melahirkan juara sekaligus membuka peluang bagi talenta pesantren untuk melangkah ke level sepak bola yang lebih tinggi.
Pondok Pesantren (PP) Darul Amanah Kendal membuktikan ketangguhannya dengan menundukkan PP Walisongo Sragen dengan skor 2-1 pada partai final di Kabupaten Kendal, Kamis (22/10/2026).
Baca juga: Saleh Dorong Santri Kuliah Lewat Beasiswa Jateng
Kemenangan itu mengantarkan Darul Amanah membawa pulang hadiah Rp15 juta. Sementara Walisongo Sragen sebagai runner-up memperoleh Rp8 juta. Adapun PP Darul Ulum Batang dan PP Syubbanul Wathon Magelang berbagi posisi ketiga, masing-masing dengan hadiah Rp5 juta.
Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen yang menyaksikan pertandingan tersebut mengapresiasi permainan kedua tim, terutama kekompakan dan kerja sama antarpemain.
Menurutnya, kompetisi yang digagas Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jateng ini bukan sekadar ajang berebut trofi. Lebih jauh, Football Santri bisa menjadi panggung untuk menemukan bibit pesepak bola potensial dari lingkungan pesantren.
Pemain Terbaik
Taj Yasin berharap para pemain terbaik bisa teridentifikasi dan mendapat kesempatan menjalani pembinaan di jenjang lebih tinggi. “Insyaallah nanti akan dipilih pemain-pemain terbaik dari Jateng untuk bisa kita sekolahkan di tingkat lanjutan,” katanya.
Pemprov Jateng, lanjut dia, mendukung Football Santri sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026. Ia berharap koordinasi dengan penyelenggara dilakukan lebih awal agar kompetisi berikutnya bisa berkembang dan memberikan manfaat lebih besar.
Ketua PWNU Jawa Tengah sekaligus Wakil Ketua Umum PBNU, Abdul Ghaffar Rozin bahkan berharap Football Santri tak berhenti di level provinsi. Ia ingin kompetisi ini berkembang menjadi ajang nasional yang mempertemukan talenta-talenta terbaik dari pesantren di berbagai daerah.
Baca juga: 824 Santri Turun Gelanggang di Porsadin VIII Jateng
“Kami berharap dari pondok-pondok pesantren lahir pemain sepak bola tingkat nasional yang memiliki karakter pesantren. Sportif sekaligus sopan,” ujarnya. Menurut Rozin, semangat bertanding dan kesantunan bukan dua hal yang harus dipisahkan. Santri justru diharapkan mampu menunjukkan bahwa persaingan di lapangan bisa berlangsung sengit tanpa kehilangan sikap saling menghormati.
Ketua RMI PWNU Jateng, Ahmad Fadlullah Turmudzi menambahkan, Football Santri 2026 merupakan penyelenggaraan perdana. Ia mengapresiasi dukungan Pemprov Jateng terhadap kompetisi yang melibatkan para santri tersebut.
Kalau pembinaan berlanjut dan kesempatan terbuka, bukan mustahil lapangan pesantren ikut melahirkan pemain yang bersinar di panggung nasional. Jadi, jangan buru-buru menganggap santri cuma jago mengaji. Mereka juga bisa bikin lawan kelabakan mengejar bola, asal peluangnya jangan cuma berhenti di seremoni dan foto bareng juara. (tebe)

