Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Siasat Perajin Tempe agar Harga Tak Naik di Tengah Himpitan Lesunya Rupiah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Siasat Perajin Tempe agar Harga Tak Naik di Tengah Himpitan Lesunya Rupiah

R. Izra
Last updated: Juni 12, 2026 10:17 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
NYUT-NYUTAN - Perajin tempe di Semarang mengaku ketar-ketir tiap hari menghadapi pelemahan rupiah. Musababnya, bahan baku untuk tahu-tempe di Indonesia masih didominasi kedelai impor dari Amerika Serikat (AS). (dul)
NYUT-NYUTAN - Perajin tempe di Semarang mengaku ketar-ketir tiap hari menghadapi pelemahan rupiah. Musababnya, bahan baku untuk tahu-tempe di Indonesia masih didominasi kedelai impor dari Amerika Serikat (AS). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Pernah merasa ukuran tempe yang dibeli sekarang sedikit lebih kecil dari biasanya? Kalau iya, ternyata kamu nggak sendirian.

Di tengah harga kedelai yang terus naik, para pengrajin tempe kini harus putar otak agar usaha tetap jalan tanpa membuat pelanggan kabur. Menaikkan harga bukan pilihan yang mudah, karena daya beli masyarakat juga sedang tidak baik-baik saja.

Alhasil, banyak produsen memilih strategi lain: harga tetap, tapi ukuran produk disesuaikan.

Bacaaja: Rupiah Makin Lesu, Perajin Tempe Semarang Ketar-ketir: Bahan Baku Kedelai Masih Impor
Bacaaja: Rupiah Melemah UMKM Menjerit, Pengamat Ekonomi Undip Singgung Tahu dan Tempe

Hal itu diakui Arif, pengusaha tempe di Semarang yang sudah menekuni usaha tersebut selama sekitar 10 tahun terakhir. Menurutnya, hingga kini harga tempe masih dipertahankan agar tetap ramah di kantong pelanggan.

“Harganya masih sama. Kalau tempe itu nggak bisa langsung naik begitu saja,” ujar Arif, Rabu (10/6/2026).

Namun di balik harga yang terlihat stabil, ada penyesuaian yang dilakukan para produsen. Ketika harga kedelai melonjak, ukuran atau berat tempe terpaksa dikurangi agar biaya produksi tetap tertutupi.

“Kalau harga kedelai naik, timbangannya yang menyesuaikan. Jadi ukurannya sedikit berkurang dibanding sebelumnya,” jelasnya.

Bagi pengrajin tempe, langkah ini menjadi jalan tengah yang dianggap paling aman. Sebab jika harga langsung dinaikkan, ada risiko pelanggan beralih ke produk lain. Sementara jika tidak ada penyesuaian sama sekali, keuntungan usaha bisa semakin menipis.

Meski begitu, Arif memastikan pengurangan ukuran dilakukan secara wajar dan tetap mempertahankan kualitas produk yang selama ini menjadi kepercayaan pelanggan.

Menariknya, sebagian besar pelanggan justru cukup memahami kondisi tersebut. Mereka menyadari bahwa kenaikan harga kedelai dan berbagai bahan baku lain memang sedang terjadi di banyak sektor.

“Mereka tahu kondisi sekarang seperti apa, jadi kebanyakan mengerti,” katanya.

Situasi ini membuat para pelaku usaha kecil harus semakin kreatif dalam menjaga keseimbangan antara harga, kualitas, dan keuntungan. Sebab bagi usaha makanan seperti tempe, menjaga pelanggan jauh lebih penting daripada mengambil keuntungan besar dalam waktu singkat.

Di tengah tekanan biaya produksi yang terus meningkat, loyalitas pelanggan menjadi modal utama bagi para pengrajin untuk tetap bertahan. Karena itulah, banyak produsen memilih memangkas ukuran terlebih dahulu daripada harus menaikkan harga secara drastis.

Jadi kalau belakangan merasa tempe favoritmu sedikit lebih ramping dari biasanya, bisa jadi itu bukan perasaanmu saja. Ada strategi bertahan hidup para pengrajin di balik setiap potong tempe yang sampai ke meja makan. (dul)

You Might Also Like

PSIS Tatap Musim Baru, Arhan sampai Fortes Masuk Radar

Data Mangrove Jateng Nggak Sinkron, Selisih Luasannya Capai Ribuan Hektar

Lowongan Kerja Kekinian di Jawa Tengah? Intip AyoKerjo Jateng, Solusi Cari Kerja Anak Muda

Megawati Soekarnoputri: “Congrats, Mojtaba Khamenei”

Puan Maharani Ngobrol Bareng Tokoh Publik, Jawab Aspirasi Pasca Demo Besar-besaran!

TAGGED:dolat melonjakheadlineimporkedelairupiahsiasat perajin tempe
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang. (ist) Kantin Sekolah Masuk Panggung, Dapur MBG Siap Berbagi Peran
Next Article PELAKU USAHA TEKSTIL - Ilustrasi pedagang pakaian sedang melayani pembeli. (ai) Pelaku Usaha Tekstil Lokal Sekarat! Terhimpit Harga Bahan Baku dan Banjir Pakaian Impor

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

NAIK KERETA--Pengguna layanan kereta api menikmati perjalanan dengan KA Gumarang. (bae)

Kereta Api Makin Kekinian, 7 KA New Generation Layani Penumpang Daop Semarang

SPOT WISATA - Gang Baru di Pecinan, Kranggan, Semarang, menjadi salah satu daya tarik wisata di Kota Lumpia. (dul)

Dari Gang Baru Pecinan ke Desa Wisata, Mimpi Besar Kranggan yang Beranjak Jadi Nyata

AHLI--Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan Dewan Pers, Abdul Manan meninggalkan ruang sidang usai dimintai keterangan di sidang gugatan TAGP vs Kemenhub di PTUN Semarang, Kamis (11/6/2026). (bae)

Gugat Pernyataan Pejabat di Media, TAGP Hadirkan Ahli Dewan Pers

PANIC BUYING: Antrean panjang warga di sebuah SPBU di kawasan Ngaliyan, Kota Semarang, Selasa (31/3/2026). Isu kenaikan harga BBM membuat warga panic buying. (dul)

Rupiah Ambles APBN Jebol? Pakar Undip Sorot Kebijakan Pemerintah Naikkan BBM

PELAKU USAHA TEKSTIL - Ilustrasi pedagang pakaian sedang melayani pembeli. (ai)

Pelaku Usaha Tekstil Lokal Sekarat! Terhimpit Harga Bahan Baku dan Banjir Pakaian Impor

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

OTT Ketiga di Jateng, Gubernur: “Sudah Diingatkan Berkali-kali, Jangan Kebablasan”

Maret 15, 2026
Daerah

Agustina Angkat 2.354 PPPK: Paruh Waktu, Tapi Komitmennya Full Time!

Desember 11, 2025
Fokus

Dialek Semarangan Tumbuh dari Terminal sampai Bioskop

Mei 15, 2026
Daerah

Dulu Pelan karena Lubang, Sekarang Gaspol

Desember 27, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Siasat Perajin Tempe agar Harga Tak Naik di Tengah Himpitan Lesunya Rupiah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?