Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: IDAI Warning Kesehatan Mental Anak! Satu dari Tiga Remaja Indonesia Alami Masalah Psikologis
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

IDAI Warning Kesehatan Mental Anak! Satu dari Tiga Remaja Indonesia Alami Masalah Psikologis

R. Izra
Last updated: Juli 22, 2026 8:27 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, dr. Angga Wirahmadi.
Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, dr. Angga Wirahmadi.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Kesehatan mental merupakan isu krusial dan serius, namun sering kali terabaikan. Padahal kesehatan mental anak akan sangat menentukan perkembangan mereka di masa depan.

Kesehatan mental anak dan remaja di Indonesia kini berada di titik yang mengkhawatirkan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut persoalan ini sebagai kondisi darurat yang masih sering luput dari perhatian masyarakat.

Data Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) 2022 menunjukkan, satu dari tiga remaja usia 10–17 tahun atau sekitar 15,5 juta anak mengalami setidaknya satu masalah kesehatan mental dalam setahun terakhir. Bahkan, satu dari 20 remaja telah memenuhi kriteria gangguan mental seperti depresi, kecemasan, hingga gangguan perilaku.

Bacaaja: Stop! Awas Kebiasaan Sepele Ini Bisa Merusak Kesehatan Otak
Bacaaja: Darurat Kesehatan Mental! Bocah SD di Demak Akhiri Hidup, Sempat Unggah Chat Dimarahi Ibu

Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, mengatakan masih banyak orang tua yang menganggap gangguan mental hanya dialami orang dewasa. Padahal, anak-anak juga bisa mengalami kondisi serupa, hanya saja gejalanya sering tidak disadari.

“Sering kali orang mengira anak-anak jarang mengalami gangguan mental. Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Gangguan mental pada anak sering kali tidak mudah dideteksi sehingga membutuhkan kepekaan orang tua,” ujarnya dalam seminar media secara daring, Selasa (21/7/2026).

Menurut Piprim, salah satu pemicu terbesar justru berasal dari lingkungan keluarga. Tekanan orang tua yang terlalu tinggi, terutama terkait prestasi akademik, dapat membuat anak mengalami stres berkepanjangan.

Ia mencontohkan, ada orang tua yang baru sehari anaknya masuk sekolah sudah merasa kecewa karena menganggap sang anak tidak akan menjadi juara kelas.

“Tekanan seperti itu bisa berdampak besar terhadap kondisi psikologis anak,” katanya.

Karena itu, IDAI mengajak para orang tua kembali menerapkan pola pengasuhan Asuh, Asih, dan Asah, yakni memberikan kasih sayang, pendampingan, sekaligus ruang yang aman bagi anak untuk bercerita tanpa takut dihakimi.

Sementara itu, anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, dr. Angga Wirahmadi, menjelaskan kondisi kesehatan mental remaja juga dipengaruhi tekanan dari lingkungan pergaulan, cyberbullying, hingga paparan konten negatif di media sosial.

Menurutnya, gejala depresi maupun kecemasan sering disalahartikan sebagai perubahan perilaku biasa saat masa pubertas.

“Kalau anak tiba-tiba kehilangan minat, sulit makan, merasa tidak berharga, overthinking, gelisah, atau sering mengeluh sakit tanpa penyebab yang jelas, itu perlu diwaspadai,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila perubahan emosi atau perilaku sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti tidak mau sekolah, tidak mau makan, atau enggan mandi, orang tua sebaiknya segera membawa anak berkonsultasi dengan tenaga profesional.

Untuk mendeteksi gangguan mental sejak dini, IDAI merekomendasikan penggunaan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) yang dapat diisi oleh anak, orang tua, maupun guru guna menilai kondisi emosi, perilaku, dan hubungan sosial anak.

Selain itu, tenaga kesehatan juga didorong menggunakan pendekatan HEEADSSS untuk menggali kondisi psikososial remaja secara menyeluruh.

IDAI menekankan, menjaga kesehatan mental anak bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar. Komunikasi yang hangat, aktivitas positif, serta pembatasan penggunaan media sosial dinilai menjadi langkah sederhana yang bisa membantu mencegah gangguan mental sejak dini.

“Kalau ada masalah, anak-anak harus berani bercerita kepada orang tua, guru, atau orang yang mereka percaya,” tutup dr. Angga. (*)

You Might Also Like

Heboh di Banjarnegara, Pengasuh Ponpes Diduga Lakukan Pencabulan Kepada 4 Santriwati

Kentongan Masih Menggema di Langit Purbalingga

Kolaborasai LPK Hiro-LPK Kamisora Cetak Sejarah Pemberangkatan Driver Bus Profesional ke Jepang

Semangat Kampung Bangkit, Tarkam Purbalingga Bikin GOR Serasa Pesta

Jelang Paskah, Gereja “Disapu Bersih” Brimob

TAGGED:angga wirahmadiidaikesehatan mentalkesehatan mental anakpiprim basarahremaja
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article BERBINCANG - Nanik S Deyang berbincang dengan Presiden Prabowo Subianto. Ini Alasan Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Tak Singgung soal Mega Korupsi MBG
Next Article Eks Kiper Juara Liga 1 Merapat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Eks Kiper Juara Liga 1 Merapat

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, dr. Angga Wirahmadi.

IDAI Warning Kesehatan Mental Anak! Satu dari Tiga Remaja Indonesia Alami Masalah Psikologis

BERBINCANG - Nanik S Deyang berbincang dengan Presiden Prabowo Subianto.

Ini Alasan Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Tak Singgung soal Mega Korupsi MBG

KEPALA BGN - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang.

BREAKING NEWS: Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN

Tak Cuma Narik Pajak, UPT Bapenda Kini Ikut Promosikan Aset

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Bus Listrik Masuk Kota! Gratisan Dulu, Hijau Kemudian

November 6, 2025
Gamers muda dari Tim Enjoy menangkan Turnamen Free Fire mode Clash Squad 4v4 di Semarang, Minggu (26/4/2026).
Olahraga

Tampil Garang, Tim Enjoy Juarai Turnamen FF Clash Squad di Warmindo Mayoritas Semarang

April 28, 2026
Olahraga

Indonesia Tembus 101 Emas, Target APG 2025 Lewat Sebelum Finish

Januari 25, 2026
Daerah

Penemuan Jenazah di Reservoir Siranda, PDAM Pastikan Air Masih Aman Dikonsumsi

Agustus 19, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: IDAI Warning Kesehatan Mental Anak! Satu dari Tiga Remaja Indonesia Alami Masalah Psikologis
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?