BACAAJA, GROBOGAN– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi memperkuat pengawasan terhadap lingkungan hunian warga binaan. Bersama Aparat Penegak Hukum (APH) dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, petugas menggelar razia gabungan sekaligus tes urine kepada para warga binaan dan pegawai.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkotika di lingkungan lapas.
Petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kamar dan lingkungan blok hunian. Selain itu, tes urine secara acak dilakukan terhadap 10 warga binaan dan 10 pegawai.
Baca juga: Lapas Purwodadi Serius Bersih-Bersih
Pemeriksaan juga menyasar Wartelsuspas atau fasilitas layanan komunikasi warga binaan. Pengecekan dilakukan untuk memastikan penggunaan layanan tersebut berjalan sesuai ketentuan sekaligus mencegah fasilitas komunikasi dimanfaatkan untuk aktivitas yang melanggar aturan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan sesuai prosedur.
Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto mengatakan, razia dan tes urine merupakan bagian dari pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan deteksi dini dan pengawasan secara konsisten. Sinergi bersama APH dan BNNP Jawa Tengah menjadi langkah penting dalam memastikan Lapas Purwodadi tetap aman, tertib, serta bebas dari peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Pengecekan Wartelsuspas juga kami lakukan untuk memastikan fasilitas komunikasi digunakan sesuai ketentuan,” ujar Erik.
Lintas Instansi
Kasat Resnarkoba Polres Grobogan, AKP Dedy Setyanto menyampaikan dukungan pihaknya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, razia gabungan dan tes urine menjadi bagian penting dalam memperkuat deteksi dini serta pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.
“Satresnarkoba Polres Grobogan mendukung kegiatan razia gabungan dan tes urine yang dilaksanakan Lapas Purwodadi. Kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat deteksi dini sekaligus membangun sinergi antarinstansi dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan bersih dari narkoba,” ucap Dedy.
Dukungan serupa disampaikan perwakilan Kodim 0717/Grobogan. Sinergi lintas sektor dinilai diperlukan untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus memastikan kondisi lapas tetap kondusif.
Baca juga: Warga Binaan Lapas Purwodadi Belajar Jadi Barista
“Kami mendukung pelaksanaan razia gabungan dan tes urine di Lapas Purwodadi sebagai bentuk sinergi bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kodim 0717/Grobogan siap mendukung kegiatan-kegiatan yang bersifat preventif dan kolaboratif, sehingga tercipta lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif,” jelas perwakilan Kodim 0717/Grobogan.
Kalapas Purwodadi menegaskan kegiatan serupa akan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan dan koordinasi bersama APH serta BNNP Jawa Tengah. Langkah tersebut diarahkan untuk membangun tata kelola pemasyarakatan yang profesional, transparan, dan berintegritas.
Di balik tembok lapas, keamanan memang tidak cukup dijaga dengan kunci dan pagar. Pengawasan, pemeriksaan, serta sinergi antarinstansi tetap menjadi pekerjaan rutin, karena pencegahan paling efektif adalah memastikan celah pelanggaran tidak dibiarkan terbuka. (tebe)

