Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Siswi SMP Diminta Rajin Minum Tablet Tambah Darah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Siswi SMP Diminta Rajin Minum Tablet Tambah Darah

Nugroho P.
Last updated: September 3, 2026 3:09 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi tablet tambah darah.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Masa SMP bukan cuma soal mengejar nilai dan aktif di sekolah. Di usia ini, tubuh sedang tumbuh pesat sehingga kebutuhan nutrisi dan perhatian terhadap kesehatan juga makin penting, termasuk bagi siswi yang mulai mengalami menstruasi.

Karena itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendorong siswi SMP rutin mengonsumsi tablet tambah darah (TTD). Kebiasaan sederhana ini ditujukan untuk membantu mencegah anemia yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan pada anak usia sekolah.

Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes, Weni Kusumaningrum, mengatakan pemberian TTD kini menjadi bagian dari layanan kesehatan tambahan di jenjang SMP. Ia berharap para siswi tidak sekadar menerima tablet, tetapi juga benar-benar meminumnya sesuai anjuran.

“Untuk SMP ini ada penambahan, yaitu minum tablet tambah darah untuk mencegah anemia. Nah, untuk SMP, harapannya diminum,” ujar Weni saat peluncuran program edukasi Anak KAO di SMPN 73 Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Anemia sendiri terjadi ketika kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah batas normal. Padahal, hemoglobin punya peran penting untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Ketika kadar hemoglobin rendah, kemampuan darah mengantarkan oksigen ke jaringan tubuh ikut berkurang. Kondisi ini tentu perlu diperhatikan, apalagi anak usia sekolah sedang berada dalam fase pertumbuhan.

Ketua Tim Kerja Peran Serta dan Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Khusus Kemenkes, Adhi Sambodo, mengatakan anemia termasuk masalah kesehatan yang ditemukan lewat Cek Kesehatan Gratis (CKG) anak sekolah.

Selain anemia, pemeriksaan tersebut juga menemukan sejumlah masalah kesehatan lain pada anak. Adhi menyebut karies gigi menjadi salah satu temuan yang cukup banyak, disusul anemia dan obesitas.

Weni mengatakan usia sekolah merupakan salah satu periode penting dalam pertumbuhan anak. Bahkan, fase ini disebut sebagai masa pertumbuhan tercepat kedua setelah balita.

Karena itu, anak perlu mendapat asupan makanan yang bergizi dan seimbang. Pilihan makanan saat berada di rumah, sekolah, maupun ketika jajan juga perlu diperhatikan.

“Jadi harapannya mereka bisa menggunakan masa itu secara produktif, ikut semua kegiatan sekolah yang benar-benar baik, makan bergizi dan seimbang di mana pun berada,” jelas Weni.

Bagi siswi SMP, perhatian kesehatan juga tidak berhenti pada persoalan anemia. Kemenkes ikut menyoroti kesehatan reproduksi karena sebagian remaja putri sudah mulai mengalami menstruasi saat memasuki masa pubertas.

Menstruasi merupakan proses alami yang terjadi ketika lapisan dinding rahim luruh dan kemudian keluar melalui vagina. Perubahan tubuh seperti ini membuat kebutuhan edukasi kesehatan reproduksi menjadi makin relevan diberikan sejak bangku SMP.

Weni menegaskan layanan kesehatan di sekolah tidak hanya berisi program pemberian TTD. Ada sejumlah layanan lain yang juga diarahkan untuk menjaga kesehatan anak selama menjalani pendidikan.

Ketua Tim Kerja Peningkatan Literasi Kesehatan di Institusi Pendidikan Kemenkes, Nur Fatayani, mengatakan layanan tersebut dijalankan dengan melibatkan berbagai pihak. Puskesmas, CKG, imunisasi, suplementasi TTD, hingga pemberian obat cacing menjadi bagian dari layanan kesehatan anak sekolah.

“Untuk pelayanan kesehatan, bekerja sama dengan puskesmas, CKG, kemudian ada imunisasi, ada juga memberikan suplementasi seperti tadi tambah tablet darah, kami juga obat cacing,” ujar Nur Fatayani.

Berbagai program tersebut diharapkan tidak cuma menyelesaikan masalah kesehatan ketika sudah muncul. Lebih jauh, anak-anak juga didorong punya kebiasaan menjaga kesehatan sejak dini.

Kemenkes berharap para siswa bisa aktif mengikuti program kesehatan yang tersedia di sekolah. Dengan begitu, masa pertumbuhan dapat dilewati dengan kondisi tubuh yang sehat dan tetap mendukung aktivitas belajar.

“Harapannya mereka tumbuh aktif, sehat, dengan mengikuti semua program yang dikembangkan bersama yang ada di sekolah,” pungkas Weni. (*)

You Might Also Like

Gus Yasin: Madrasah Jangan Cuma Ajar Ilmu, Tapi Bentengi Iman Anak

Ribuan Pramuka Tumpah Ruah di Gunungpati, Luthfi Dorong Kolaborasi Bangun Ketahanan Bangsa

Kampus se-Jateng Diajak Perkuat Kolaborasi

Siswa SD Serengan Diajak Kenali Bahaya Cyberbullying

Libur Sekolah Makin Dekat, Aturan Baru Resmi Turun

TAGGED:siswi smptablet tambah darahtambah darah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article BANGUNAN KOPDES - Pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Dusun Denokan, Desa Gondoriyoh, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, belum rampung. (dul) KDMP Jual Kebutuhan Sehari-hari, Pedagang Kecil di Jambu Ketar-ketir: Wong Cilik Dodolan Opo?
Next Article Truk Sembako MBG Terguling, Warung Kopi Hancur

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kemarau Bikin Panen Kopi Pekalongan Anjlok

Ban Garuda Pecah, GA604 Mendarat Aman di Makassar

SIDANG KORUPSI--Hakim memeriksa saksi meringankan dalam sidang perkara Fadia Arafiq, Kamis (3/9/2026). (bae)

Bupati Fadia Arafiq Ngaku Kaya Sejak Lahir, Lha Kok Korupsi?

Truk Sembako MBG Terguling, Warung Kopi Hancur

Siswi SMP Diminta Rajin Minum Tablet Tambah Darah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Unwahas Terima 4.663 Maba, dari Timor Leste hingga Thailand

September 20, 2025
[17.52, 24/4/2026] Baihaqi Annizar - Jateng Today: Dosen Unwahas Terbang ke China, Dalami AI untuk Ngajar BACAAJA, SEMARANG - Sejumlah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) terbang ke luar negeri. Mereka ikut pelatihan buat dalami kecerdasan buatan atau AI. Programnya bertajuk Artificial Intelligence Application Enhancement. Fokusnya jelas, gimana dosen bisa pakai AI biar pembelajaran makin relevan. Pelatihan digelar di Central China Normal University (CCNU) di Wuhan, China. Kampus ini dikenal kuat di riset pendidikan. Total ada 20 peserta yang ikut. Tiga di antaranya dari FAI Unwahas, yakni Ghufron Hamzah, Muhammad Ahsanul Husna, dan Nurul Azizah. Mereka gabung dengan tenaga pendidik lain di bawah naungan PWNU Jawa Tengah. Kegiatannya berlangsung selama tujuh hari, mulai 20 sampai 26 April 2026. Materi yang dikasih cukup komplet. Mulai dari integrasi teori dan teknologi, desain pembelajaran digital, sampai pemanfaatan platform kampus berbasis AI. Peserta juga diajak praktik langsung. Jadi bukan cuma denger materi, tapi sekalian nyobain sistem pembelajaran berbasis AI. Ghufron bilang, pelatihan ini penting buat dorong perubahan di dunia pendidikan. Terutama dari model konvensional ke sistem digital. “Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong ekosistem pendidikan agar mampu beradaptasi menuju sistem digital yang lebih efektif dan inovatif,” ujarnya. Ia menegaskan, transformasi digital sekarang sudah jadi kebutuhan. Apalagi perkembangan teknologi makin cepat, termasuk AI. Menurutnya, Unwahas juga sudah mulai berproses jadi kampus digital. Makanya pelatihan ini dinilai pas banget. “Harapannya bisa kami aplikasikan di kampus nantinya,” katanya. Pelatihan ini diisi para pakar AI dengan metode interaktif. Ada pemaparan materi, ada juga diskusi bareng peserta. Harapannya, sepulang dari China para dosen bisa langsung menerapkan ilmunya. Sekaligus ikut mendorong transformasi pendidikan di Indonesia. *bae [17.53, 24/4/2026] Baihaqi Annizar - Jateng Today: Dosen FAI Unwahas dan peserta lain ikut pelatihan AI di Wuhan, China.
Pendidikan

Dengar Wuhan Ingat Covid-19? Dosen Unwahas Terbang ke Sana Dalami AI untuk Ngajar

April 26, 2026
Pendidikan

LLDIKTI VI: Saatnya Kampus Swasta Naik Kelas

Februari 12, 2026
Pendidikan

Serikat Pekerja Kampus Minta MK Lindungi Dana Pendidikan

Juni 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Siswi SMP Diminta Rajin Minum Tablet Tambah Darah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?