BACAAJA, SEMARANG– SD Negeri Wonoplembon 01 dan SMP Negeri 44 Semarang berkolaborasi menggelar upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Wonoplumbon, Senin (17/8/2026).
Upacara yang berlangsung pukul 07.00-08.30 WIB tersebut bukan sekadar rutinitas tahunan. Dua sekolah itu menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang belajar bersama bagi siswa untuk mengenal disiplin, tanggung jawab, gotong royong, sekaligus memahami arti persatuan.
Yang menarik, bukan hanya peserta upacaranya yang berasal dari dua sekolah. Petugas upacara juga merupakan hasil kolaborasi siswa SD Wonoplembon 01 dan SMPN 44 Semarang.
Mulai dari pemimpin upacara, pembaca teks Proklamasi, hingga paduan suara, para siswa tampil bersama menjalankan tugas masing-masing. Kekompakan tersebut membuat suasana upacara terasa berbeda karena siswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil peran dalam jalannya peringatan kemerdekaan.
Baca juga: Hari Pramuka di Wonoplumbon Jadi Ajang Anak SD-SMP Belajar Kompak
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Kepala SD Negeri Wonoplembon 01 Sri Wahyuni, SPd, MPd menekankan pentingnya kolaborasi dan sikap saling menghargai di kalangan generasi muda.
“Perjuangan generasi sekarang memang tidak lagi berupa perang fisik seperti yang dilakukan para pahlawan. Namun, semangat perjuangan tetap harus dilanjutkan dengan menghadapi tantangan zaman,” ucapnya.
Salah satunya adalah bagaimana generasi muda mampu menggunakan teknologi dan menghadapi derasnya arus informasi digital secara bijak, tanpa kehilangan nilai-nilai kebangsaan.
Serba Terkoneksi
Pesan tersebut menjadi relevan karena anak-anak dan remaja saat ini hidup di tengah dunia yang serba terkoneksi. Teknologi bisa menjadi alat untuk belajar dan berkembang, tetapi juga membutuhkan kemampuan memilah informasi serta menjaga sikap dan karakter.
Puncak perhatian justru muncul ketika Pasukan 17 memasuki Lapangan Wonoplumbon. Tak hanya menjalankan tugas pengibaran bendera dengan presisi, pasukan tersebut juga memberikan persembahan khusus setelah prosesi inti selesai.
Formasi baris-berbaris dipadukan dengan koreografi kreatif dan penuh energi. Penampilan itu sontak mendapat perhatian dari peserta maupun tamu undangan.
Momen tersebut menjadi salah satu bukti bahwa upacara kemerdekaan tidak harus selalu berlangsung kaku. Nilai disiplin dan nasionalisme tetap bisa disampaikan dengan cara yang dekat dengan dunia anak muda.
Baca juga: Butuh Kolaborasi Para Pihak Guna Membangun Ekosistem Pendidikan yang Holistik
Kegiatan diikuti peserta didik, guru, tenaga kependidikan, serta tamu undangan dari kedua sekolah. Seluruh rangkaian upacara berlangsung tertib dan khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan. Lebih dari sekadar seremoni, kolaborasi dua sekolah tersebut menjadi praktik langsung pendidikan karakter.
Melalui peringatan HUT ke-81 RI, SD Negeri Wonoplembon 01 dan SMP Negeri 44 Semarang ingin menanamkan bahwa kemerdekaan bukan sekadar sejarah yang diperingati setiap 17 Agustus.
Di Lapangan Wonoplumbon hari itu, dua jenjang sekolah seperti sedang menunjukkan satu pesan sederhana: kalau sejak kecil sudah bisa kompak dalam satu barisan, semoga kelak juga bisa kompak ketika mengurus masa depan bangsa. (tebe)

