Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Trump Mendarat Bawa Bos Raksasa, Beijing Langsung Gelar Karpet Merah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Trump Mendarat Bawa Bos Raksasa, Beijing Langsung Gelar Karpet Merah

Trump sendiri datang bukan sendirian. Ia membawa lebih dari 10 tokoh bisnis paling berpengaruh di Amerika Serikat. Nama-nama yang ikut dalam rombongan langsung bikin dunia bisnis ikut memasang mata ke Beijing karena hampir semuanya merupakan pemain utama di sektor teknologi, investasi, keuangan, hingga industri penerbangan global.

Nugroho P.
Last updated: Mei 14, 2026 3:58 pm
By Nugroho P.
6 Min Read
Share
Trump sendiri datang bukan sendirian. Ia membawa lebih dari 10 tokoh bisnis paling berpengaruh di Amerika Serikat. Nama-nama yang ikut dalam rombongan langsung bikin dunia bisnis ikut memasang mata ke Beijing karena hampir semuanya merupakan pemain utama di sektor teknologi, investasi, keuangan, hingga industri penerbangan global.
SHARE

BACAAJA, BEIJING – Langit Beijing mendadak jadi pusat perhatian dunia ketika pesawat yang membawa Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya mendarat di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing. Kedatangannya bukan sekadar kunjungan diplomatik biasa. Trump datang dengan gaya yang langsung bikin publik global heboh karena membawa rombongan para bos perusahaan raksasa Amerika ke jantung ekonomi Tiongkok.

Begitu turun dari pesawat, Trump disambut meriah oleh pemerintah China. Karpet merah dibentangkan, musik penyambutan dimainkan, sementara deretan anak-anak kecil tampak melambaikan bendera Amerika Serikat dan Tiongkok secara bersamaan. Suasana hangat itu cukup menarik perhatian karena hubungan kedua negara selama ini dikenal sering panas dingin.

Di tengah perang dagang, ketegangan geopolitik, hingga rivalitas ekonomi yang belum benar-benar reda, momen penyambutan mewah terhadap Trump justru terlihat seperti sinyal bahwa Beijing ingin menunjukkan hubungan dua negara masih punya ruang kerja sama besar.

Trump sendiri datang bukan sendirian. Ia membawa lebih dari 10 tokoh bisnis paling berpengaruh di Amerika Serikat. Nama-nama yang ikut dalam rombongan langsung bikin dunia bisnis ikut memasang mata ke Beijing karena hampir semuanya merupakan pemain utama di sektor teknologi, investasi, keuangan, hingga industri penerbangan global.

Salah satu nama paling mencuri perhatian tentu Elon Musk, bos besar di balik Tesla, SpaceX, dan platform X. Selain Musk, ada pula Jensen Huang dari NVIDIA yang sekarang jadi tokoh penting dalam industri kecerdasan buatan dunia.

Tak cuma itu, CEO Apple Tim Cook juga ikut hadir dalam rombongan Trump. Kehadiran Cook langsung dikaitkan dengan hubungan Apple dan rantai produksi di China yang selama ini jadi bagian penting bisnis perusahaan tersebut.

Trump juga membawa Larry Fink dari BlackRock, Stephen Schwarzmann dari Blackstone, hingga David Solomon dari Goldman Sachs. Rombongan elite bisnis itu membuat kunjungan Trump terasa lebih seperti misi dagang besar ketimbang sekadar lawatan politik biasa.

Dalam unggahan di Truth Social sebelum keberangkatannya, Trump mengatakan dirinya ingin bertemu Presiden Xi Jinping bersama para pengusaha dan pengusaha wanita terbaik dunia. Ia bahkan secara terbuka menyebut akan meminta Xi membuka Tiongkok lebih luas bagi bisnis Amerika.

Trump menyebut Xi sebagai pemimpin besar dan mengatakan keterbukaan China bisa membawa Republik Rakyat Tiongkok ke level yang lebih tinggi. Pernyataan itu langsung jadi sorotan karena datang di tengah hubungan dagang AS-China yang selama beberapa tahun terakhir penuh ketegangan.

Presiden Xi Jinping ternyata merespons dengan nada cukup hangat. Dalam pertemuan bersama para CEO Amerika, Xi mengatakan pintu keterbukaan China terhadap bisnis Amerika akan semakin terbuka lebar.

Xi juga menyampaikan bahwa perusahaan-perusahaan Amerika dipersilakan ikut terlibat dalam reformasi dan keterbukaan ekonomi China. Menurutnya, kerja sama dua negara bisa memberi keuntungan besar bagi kedua pihak jika dijalankan secara saling menguntungkan.

Suasana pertemuan itu terlihat cukup cair meski di luar ruang diplomasi, hubungan Washington dan Beijing sebenarnya masih menyimpan banyak persoalan besar. Mulai dari perang dagang, teknologi semikonduktor, konflik geopolitik, sampai hubungan China dengan Rusia dan Iran masih menjadi sumber ketegangan antara dua negara adidaya tersebut.

Di dalam negeri Amerika sendiri, banyak politisi sebelumnya mendorong pengurangan ketergantungan terhadap produk-produk China sejak pandemi Covid-19. Bahkan pada 2025 lalu, Trump dan Xi sempat terlibat perang dagang panjang yang membuat hubungan ekonomi kedua negara kembali memanas.

Namun kali ini, suasana yang terlihat di Beijing justru berbeda. Trump tampak berusaha membangun pendekatan lebih lunak lewat jalur bisnis. Ia bahkan memperkenalkan satu per satu para CEO yang dibawanya kepada Presiden Xi Jinping secara langsung.

Para pengusaha tersebut juga disebut menyampaikan ketertarikan mereka terhadap pasar China. Mereka berharap bisa memperdalam operasi bisnis dan memperluas kerja sama dengan negara tersebut.

Kehadiran para bos teknologi dan keuangan dunia di Beijing langsung memunculkan banyak spekulasi baru. Ada yang menduga kunjungan ini berkaitan dengan persaingan AI global, ada pula yang melihatnya sebagai upaya memperkuat jalur investasi dan produksi di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Nama Jensen Huang misalnya, langsung dikaitkan dengan isu chip dan kecerdasan buatan yang kini jadi rebutan Amerika dan China. Sementara Elon Musk dianggap punya kepentingan besar karena Tesla memiliki pasar dan fasilitas produksi penting di China.

Tak sedikit analis menilai bahwa pertemuan ini bisa menjadi titik penting hubungan baru AS dan China, terutama jika kedua negara mulai lebih fokus pada kerja sama ekonomi ketimbang terus menerus memanaskan konflik dagang.

Meski begitu, tantangan hubungan dua negara tetap tidak kecil. China masih menjalin kedekatan dengan Rusia dan Iran, sementara Amerika terus memperkuat pengaruhnya di kawasan Asia-Pasifik. Karena itu, pertemuan Trump dan Xi dianggap penuh kepentingan strategis di balik senyum diplomasi yang terlihat hangat di depan kamera.

Di sisi lain, pemerintah China tampak ingin menunjukkan bahwa negaranya tetap terbuka terhadap investasi asing meski tekanan geopolitik terus meningkat. Pernyataan Xi soal keterbukaan pasar pun dianggap sebagai pesan penting untuk dunia bisnis internasional.

Kunjungan Trump dijadwalkan berlangsung hingga 15 Mei 2026. Selama berada di China, berbagai agenda bisnis dan diplomasi diperkirakan masih akan berlangsung intensif. Banyak pihak kini menunggu apakah lawatan ini benar-benar bisa mencairkan hubungan dua negara atau justru hanya jadi panggung diplomasi sementara.

Yang jelas, momen Trump turun di Beijing sambil membawa rombongan bos perusahaan raksasa dunia sudah cukup membuat dunia kembali menoleh ke hubungan Amerika dan China. Di balik karpet merah dan sambutan meriah itu, tersimpan pertarungan pengaruh ekonomi global yang nilainya jauh lebih besar dari sekadar seremoni kenegaraan biasa. (*)

You Might Also Like

Ekonomi Jateng Lagi Ngebut: Tumbuh 5,37 Persen

MTQ 2026 Bukan Cuma Ngaji, Tapi Juga “Panggung Cuan” UMKM Jateng

Ekonomi Semarang 5,37 Persen: Nggak Ngebut Banget, Tapi Konsisten

25 Juta Transaski Pakai QRIS di Soloraya, Ini Sektor yang Mendominasi

Agustina Tanam Batu, Nyalain Ekonomi Rakyat

TAGGED:beijingpengusahatrump
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dudung Masuk Dapur MBG, Belatungnya Malah Nongol Duluan
Next Article HP Bocah Ikut Kebobolan, Judol Kini Masuk Sampai Ruang Keluarga

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Waisak Belum Mulai, Borobudur Sudah Full Booking

Ibu-Ibu Pegang Pisau Kurban, Ternyata Hukumnya Bikin Banyak Kaget

Jangan Ikut Bikin Panas, Pesan Ahmad Luthfi ke Banser

Jateng Siap “Kunci” Lahan Pertanian Lewat Perda

Atasi RTLH, Jateng Pilih Gotong Royong

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Uang Investor Betah di Jateng: Sekali Masuk, Rp 88,5 T Langsung Parkir

Januari 20, 2026
Ekonomi

Cabai Nyaris 80 Ribu, Gubernur: Gas Operasi Pasar!

Februari 20, 2026
Ekonomi

Tips Bangkit dari Galbay Pinjol, Mulai Lagi Tanpa Drama Finansial

November 11, 2025
Ekonomi

UMK Semarang Lagi Digodok: Target Naik, Tapi Tetap Ikut Aturan Main

Desember 18, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Trump Mendarat Bawa Bos Raksasa, Beijing Langsung Gelar Karpet Merah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?