BACAAJA, JEPARA – Bupati Jepara Witiarso Utomo alias Mas Wiwit angkat bicara ihwal iklan di medoa sosial (medsos) yang menjaul Pulau Menjangan Kecil di kawasan Karimunjawa senilai Rp500 miliar.
Wiwit menemukan fakta berbeda dengan klaim kepemilikan Pulau Menjangan Kecil tersebut. Dalam iklan yang viral, disebutkan lahan di Pulau Menjangan Kecil yang dijual tersebut memiliki legalitas berupa 17 Sertifikat Hak Milik (SHM).
Bupati Jepara Witiarso Utomo negesin, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Camat Karimunjawa dan Pemerintah Desa Karimunjawa untuk mengecek kondisi tanah di pulau tersebut.
Hasilnya, Pulau Menjangan Kecil disebut terdiri dari 11 bidang tanah. Statusnya pun beragam. Ada yang sudah bersertifikat, ada juga yang masih tercatat dalam Letter C.
Bacaaja: Karimunjawa, Surga Baru Skydiver Internasional
Bacaaja: Viral Pulau Menjangan Kecil Karimunjawa Dijual Rp500 Miliar: Diklaim Pulau Pribadi Ada Resornya Juga
Pemkab Jepara bahkan mencoba menghubungi sejumlah pemilik tanah. Hasilnya? Mayoritas pemilik yang berhasil dikonfirmasi mengaku tidak punya niat menjual tanah mereka.
“Dari sebagian besar pemilik tanah di Pulau Menjangan Kecil yang bisa dihubungi, tidak berkeinginan untuk menjual,” kata Witiarso.
Klaim berbeda
Padahal, iklan yang beredar di media sosial menawarkan Pulau Menjangan Kecil sebagai private island dengan harga sekitar Rp500 miliar.
Dalam materi promosi itu, pulau tersebut disebut punya luas sekitar 49 hektare. Bahkan, ada klaim sekitar 44,5 hektare lahan dikuasai melalui 17 sertifikat hak milik.
Promosinya juga dibuat cukup menggiurkan. Mulai dari pantai pasir putih, air laut jernih, terumbu karang, sampai potensi wisata bahari.
Namun, data dari Pemkab Jepara justru menyebut hanya ada 11 bidang tanah. Witiarso pun meminta publik tidak langsung percaya dengan informasi penjualan tersebut.
“Sehingga ada indikasi berita dijual Pulau Menjangan Kecil ini tidak benar,” tegasnya.
Saat ini, Pulau Menjangan Kecil masih digunakan untuk aktivitas wisata. Pulau tersebut menjadi salah satu tempat transit wisatawan setelah mengikuti tur laut di kawasan Karimunjawa.
Di sana juga terdapat bangunan resort yang menunjang aktivitas pariwisata. (*)

