Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Surat Megawati Tegaskan Posisi Politik PDIP, Seperti Apa?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Politik

Surat Megawati Tegaskan Posisi Politik PDIP, Seperti Apa?

R. Izra
Last updated: Juli 8, 2026 8:07 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri.
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) adalah partai penyeimbang pemerintahan. Bukan oposisi, apalagi koalisi. Berikut penegasan Megawati Soekarnoputri.

Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menerbitkan surat internal yang menegaskan arah politik partainya. Dalam surat tersebut, Megawati menegaskan PDIP bukan partai oposisi, melainkan mengambil posisi sebagai partai penyeimbang dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

Surat bernomor 1275/IN/DPP/VI/2026 itu bertajuk Penjelasan Ketua Umum PDI Perjuangan tentang Kedudukan PDI Perjuangan sebagai Partai Penyeimbang dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia. Dokumen tersebut ditandatangani Megawati di Jakarta pada 1 Juli 2026 dan telah dikonfirmasi keasliannya oleh Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat.

Bacaaja: PDIP Jateng Mulai Panasin Mesin 2029
Bacaaja: Kader PDIP Diajak Ingat Siapa yang Harus Diperjuangkan

Dalam surat itu, Megawati menjelaskan bahwa sistem pemerintahan presidensial yang dianut Indonesia tidak mengenal istilah oposisi maupun koalisi sebagai bagian dari ketatanegaraan yang diatur dalam konstitusi.

Menurutnya, demokrasi Indonesia bukanlah soal blok-blokan politik, melainkan sistem yang bertumpu pada kedaulatan rakyat dan supremasi konstitusi.

Meski begitu, Megawati mengingatkan bahwa demokrasi tetap membutuhkan kekuatan yang mampu mengawasi dan mengoreksi jalannya pemerintahan agar kekuasaan tidak berjalan tanpa kontrol.

“Tanpa adanya kekuatan penyeimbang, demokrasi akan kehilangan daya korektifnya dan kekuasaan berpotensi bergerak menjauh dari kepentingan rakyat. Dalam konteks itulah PDI Perjuangan menempatkan diri sebagai partai penyeimbang,” tulis Megawati.

Ia juga menegaskan bahwa dalam UUD 1945 tidak ada istilah oposisi resmi seperti yang dikenal dalam sistem parlementer. Presiden dipilih langsung oleh rakyat dan tidak bisa dijatuhkan hanya karena kehilangan dukungan politik di DPR, kecuali melalui mekanisme pemakzulan sesuai konstitusi.

Karena itu, Megawati menilai yang dibutuhkan adalah mekanisme checks and balances, bukan sekadar pembagian kubu antara pemerintah dan oposisi.

Dukung yang pro-rakyat, kritik yang melenceng

Megawati menegaskan posisi sebagai partai penyeimbang bukan berarti menolak seluruh kebijakan pemerintah.

PDIP, kata dia, siap mendukung setiap program yang berpihak kepada rakyat, memperkuat kedaulatan nasional, serta mewujudkan keadilan sosial. Namun, partainya juga akan tetap bersikap kritis terhadap kebijakan yang dianggap bertentangan dengan konstitusi maupun kepentingan publik.

“PDI Perjuangan sedang menjalankan bentuk oposisi yang paling rasional dan bertanggung jawab,” tulisnya.

Menurut Megawati, sikap tersebut bukanlah strategi politik sesaat, melainkan bagian dari jati diri PDIP sebagai partai ideologis yang memiliki tanggung jawab menjaga kualitas demokrasi dan memastikan kekuasaan tetap berjalan sesuai amanat konstitusi.

Dengan sikap itu, PDIP menegaskan akan tetap berada di luar pemerintahan, tetapi tidak akan asal menolak setiap kebijakan. Dukungan akan diberikan jika dinilai berpihak kepada rakyat, sementara kritik akan tetap disampaikan ketika pemerintah dianggap keluar dari rel konstitusi. (*)

You Might Also Like

Purbaya Spil UU Cipta Kerja Bikinan Jokowi Bikin Negara Boncos Rp 125 Triliun

OC Kaligis Laporkan Menkes ke Polda Metro Jaya, Ternyata Terkait Hal Ini

Ju-jitsu Panas di Kudus, Ratusan Atlet Unjuk Kemampuan

Hari Nur Kembali Pakai Seragam PSIS

Pemprov-Lanal Semarang Sepakat Jaga Perairan

TAGGED:headlineketua umum pdipKOALISIMegawati Soekarnoputrioposisipartai penyeimbang pemerintahanposisi politik pdipsurat megawati
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PSIS Borong Tiga Rekrutan Sekaligus, Sinyal Ngebut ke Super League?
Next Article POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi). Polri Nomor Satu! Intitusi Kepolisian Paling Korup se-Asia Tenggara

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jokowi Angkat Bicara, Ritual Kerbau Lampung Diminta Tak Dipolitisasi Lagi

Jago Bobol Celah NASA, Siswa Pinrang Bikin Daerah Ikut Bangga

PPPK Terancam Dirumahkan, Pakar Usul Gaji Pejabat Ikut Dipangkas Dulu

Kuota Sekolah Rakyat Bertambah, Orangtua Masih Ragu Lepas Anak SD

Ilustrasi tawuran. (grafis/tera)

Tawuran Salatiga Makin Rumit, Polisi Kejar Pemasok Air Keras Misterius

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sepeda motor remuk dihantam KA Harina di perlintasan Kokrosono, Semarang, Jumat (3/4/3306) sore. (ist)
Info

Sudah Diperingatin Tetap Nekat, Pemotor Tewas Ketabrak KA Harina di Kokrosono Semarang

April 3, 2026
Pegawai Ditjen Pajak, Bursok Anthony Marlon, secara terbuka meminta Prabowo-Gibran dan Menkeu Purbaya mundur dari jabatan mereka masing-masing.
Viral

Viral! Pegawai Ditjen Pajak Kirim Surat ke Istana Minta Prabowo-Gibran dan Purbaya Mundur

April 22, 2026
Unik

Banjir Ganas di Pakistan: Ratusan Nyawa Melayang, 200 Orang Masih Hilang

Agustus 18, 2025
CUKAI - Ilustrasi pita cukai rokok. (ist)
Ekonomi

Layer Baru Cukai Rokok, Koalisi Sipil: Ini Bukan Solusi, Tapi Jalan Mundur

Januari 18, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Surat Megawati Tegaskan Posisi Politik PDIP, Seperti Apa?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?