Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kuota Sekolah Rakyat Bertambah, Orangtua Masih Ragu Lepas Anak SD
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Kuota Sekolah Rakyat Bertambah, Orangtua Masih Ragu Lepas Anak SD

Nugroho P.
Last updated: Juli 8, 2026 9:14 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi Sekolah Rakyat.
SHARE

BACAAJA, SURABAYA – Program Sekolah Rakyat jenjang sekolah dasar (SD) di Jawa Timur menghadapi tantangan menjelang dimulainya tahun ajaran 2026. Meski jumlah kursi yang disediakan meningkat cukup besar, peminat untuk tingkat SD justru belum memenuhi harapan.

Kondisi ini berbeda dengan penerimaan siswa di jenjang SMP dan SMA. Pada dua tingkat tersebut, jumlah pendaftar bahkan sudah mampu memenuhi hingga melampaui kuota yang disiapkan pemerintah.

Staf Pengolah Data dan Informasi Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Muhammad Amiruddien, mengatakan tantangan terbesar memang datang dari jenjang SD. Banyak orangtua masih merasa anak usia sekolah dasar belum siap tinggal jauh dari keluarga.

Menurutnya, Kementerian Sosial sebenarnya sudah menetapkan usia minimal peserta kelas 1 sekitar tujuh tahun. Aturan itu dibuat agar anak yang masuk ke sistem pendidikan berasrama dinilai cukup matang untuk beradaptasi.

Meski begitu, kekhawatiran orangtua belum sepenuhnya hilang. Sebagian besar masih merasa berat melepas anak mereka tinggal di asrama, walaupun seluruh biaya pendidikan ditanggung pemerintah.

Amiruddien menjelaskan, selama ini proses penjaringan calon siswa dilakukan dengan sistem jemput bola. Dinas Sosial bersama Kementerian Sosial mendatangi langsung keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 agar kesempatan memperoleh pendidikan semakin terbuka.

Namun pendekatan tersebut ternyata belum selalu membuahkan hasil. Banyak keluarga yang belum benar-benar mantap karena merasa keputusan mendaftarkan anak bukan berasal dari keinginan mereka sendiri.

Menurut Amiruddien, minat biasanya lebih kuat ketika orangtua datang mendaftar secara sukarela. Jika keputusan muncul dari kesadaran keluarga, peluang anak bertahan mengikuti pendidikan di asrama juga dinilai lebih besar.

Sebaliknya, ketika proses pendaftaran berawal dari ajakan petugas, tidak sedikit orangtua yang masih ragu. Akibatnya, sebagian calon peserta akhirnya memilih mengurungkan niat.

Situasi berbeda terlihat pada jenjang SMP dan SMA. Program Sekolah Rakyat untuk usia remaja justru mendapat sambutan yang lebih baik karena dinilai lebih sesuai dengan tingkat kemandirian para siswa.

Sejumlah sekolah bahkan telah menerima pendaftar melebihi target awal. Hal itu menunjukkan sistem pendidikan berasrama lebih mudah diterima bagi anak-anak yang usianya sudah lebih besar.

Jika kuota SD nantinya masih belum terpenuhi, pemerintah telah menyiapkan langkah penyesuaian. Alokasi kursi bisa dialihkan ke jenjang SMP atau SMA agar kapasitas sekolah tetap dimanfaatkan secara optimal.

Pada tahun ajaran 2026, daya tampung Sekolah Rakyat di Jawa Timur memang meningkat cukup signifikan. Total kuota mencapai 5.370 siswa yang tersebar di 29 sekolah permanen maupun rintisan.

Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 2.350 peserta didik. Penambahan kapasitas dilakukan untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.

Setiap Sekolah Rakyat permanen dirancang mampu menampung hingga 270 siswa. Meski demikian, komposisi peserta di setiap jenjang tidak harus sama karena disesuaikan dengan hasil seleksi dan jumlah pendaftar.

Artinya, satu sekolah bisa memiliki jumlah siswa SD lebih sedikit dibandingkan SMP maupun SMA. Fleksibilitas itu disiapkan agar seluruh kursi tetap dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Pemerintah berharap sosialisasi yang terus dilakukan mampu mengubah pandangan masyarakat terhadap pendidikan berasrama. Berbagai fasilitas serta sistem pembinaan juga terus diperkenalkan kepada calon orangtua siswa.

Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan semakin banyak keluarga yang yakin menyekolahkan anaknya melalui program Sekolah Rakyat. Terutama bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan dukungan pendidikan secara menyeluruh.

Kementerian Sosial sendiri menargetkan seluruh Sekolah Rakyat mulai melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) paling lambat pada 31 Juli 2026. Jika gedung sekolah belum siap digunakan, jadwal masuk siswa dapat disesuaikan hingga seluruh fasilitas benar-benar siap ditempati. (*)

You Might Also Like

Gempa Flores, Kampus NTT Diminta Utamakan Keselamatan

224 Ribu Calon Siswa Lolos SPMB Jateng 2025

DPRD Jateng: Jangan Ada Anak Putus Sekolah karena SPMB

Mahasiswa Undip Ubah Jerami Jadi Pakan Kaya Gizi

Jagung Unwahas Tinggal Nunggu Lampu Hijau

TAGGED:jawa timurkuota sekolah rakyatsekolah rakyat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi tawuran. (grafis/tera) Tawuran Salatiga Makin Rumit, Polisi Kejar Pemasok Air Keras Misterius
Next Article PPPK Terancam Dirumahkan, Pakar Usul Gaji Pejabat Ikut Dipangkas Dulu

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PEMBACAAN PUTUSAN - Suasana sidang pengucapan putusan sengketa Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapres, di Ruang Sidang MK, Jakarta, Selasa (6/1/2026).

MK Nyatakan Tak Ada Bukti Gibran Punya Ijazah tapi Gak Bisa Memakzulkan, Kenapa?

Redam Debu Sisa Kebakaran, Jalan Sekitar Jatibarang Disiram

SERU - Ilustrasi nonton bareng (nobar) partai final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia melawan Thailand di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (5/10/2026) malam

Gila! Parkir Motor Nobar di Gubernuran Digetok Rp10.000, Pemprov Jateng Angkat Bicara

MBG Prasmanan Diuji, Siswa Bisa Nambah Sesuai Selera

DIGIRING PETUGAS: Seorang dosen, Mei Sulistyoningsih (kerudung putih), digirimg petugas dari ruang tahanan PN Semarang ke mobil tahanan, Selasa (6/10/2026). (bae)

Dosen Semarang Diadili dalam Kasus Penipuan Lomba Tari Piala Gubernur

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Sekolah Swasta Minta “Dilirik” Serius, Bukan Nunggu Sisa Kuota

April 15, 2026
Info

Sekolah Rakyat Siap Jalan Akhir Juli, Pemprov Cari Murid SD

Juli 21, 2026
Pendidikan

Dari Pesantren ke Kampus Dunia

Februari 5, 2026
DISKUSI - Diskusi tim peneliti UIN Walisongo bersama pengajar ABIM mengenai penerapan nilai moderasi dan Malaysia Madani dalam lingkungan pendidikan.
Pendidikan

Tak Sekadar Maulid, Tim Penelitian UIN Walisongo Belajar Moderasi Islam di Pulau Pinang Malaysia

Agustus 27, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kuota Sekolah Rakyat Bertambah, Orangtua Masih Ragu Lepas Anak SD
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?