Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tawuran Salatiga Makin Rumit, Polisi Kejar Pemasok Air Keras Misterius
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Tawuran Salatiga Makin Rumit, Polisi Kejar Pemasok Air Keras Misterius

Nugroho P.
Last updated: Juli 8, 2026 9:11 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Ilustrasi tawuran. (grafis/tera)
Ilustrasi tawuran. (grafis/tera)
SHARE

BACAAJA, SALATIGA – Kasus tawuran maut yang merenggut nyawa seorang remaja di Kota Salatiga terus melebar. Polisi kini tak hanya fokus pada pelaku penyiraman air keras, tetapi juga memburu orang yang diduga memasok cairan berbahaya tersebut.

Penyidik menduga air keras yang digunakan saat bentrokan antarremaja itu bukan dibawa secara spontan. Ada indikasi cairan tersebut telah disiapkan sebelum aksi tawuran berlangsung.

Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi mengatakan proses penyidikan masih terus dikembangkan. Polisi membuka kemungkinan adanya pihak lain yang ikut berperan dalam rangkaian peristiwa tersebut.

Menurut Ade, penyidik sedang menelusuri asal-usul air keras yang dipakai pelaku. Siapa pun yang terbukti terlibat dalam penyediaan cairan itu akan dimintai pertanggungjawaban hukum.

Selain itu, aparat juga mendalami dugaan adanya unsur perencanaan sebelum tawuran pecah. Dugaan tersebut muncul karena pelaku diduga sudah membawa air keras sejak sebelum bertemu kelompok lawan.

“Kasus ini masih bisa berkembang karena kami menduga ada upaya penyiapan sebelumnya, apalagi korban akhirnya meninggal dunia,” ujar Ade saat konferensi pers di Mapolres Salatiga.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menemukan dugaan bahwa air keras tersebut telah dicampur dengan beberapa senyawa lain. Kandungan cairan itu kini masih menunggu hasil uji Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi salah satu alat bukti penting. Penyidik ingin memastikan komposisi cairan yang digunakan serta dampaknya terhadap korban.

Sementara itu, polisi terus melengkapi berkas perkara sambil berkoordinasi dengan pihak kejaksaan. Langkah tersebut dilakukan agar konstruksi hukum kasus ini tersusun secara utuh.

Sejumlah barang bukti juga telah diamankan. Mulai dari pakaian korban yang rusak akibat cairan kimia, botol yang diduga menjadi wadah air keras, hingga rekaman video tawuran dari telepon genggam para pelaku.

Kasus ini bermula dari bentrokan dua kelompok remaja di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Kota Salatiga, pada Kamis (2/7/2026) dini hari. Peristiwa itu berujung tragis setelah seorang remaja berinisial MA (14) mengalami luka berat.

Korban sempat menjalani perawatan intensif selama empat hari di RSUD dr. Soebarkat Tjitrowardojo. Namun nyawanya tak berhasil diselamatkan akibat luka serius yang dideritanya.

Kapolres menyebut pihaknya menerima kabar meninggalnya korban setelah proses perawatan berlangsung beberapa hari. Peristiwa tersebut membuat penanganan kasus naik ke tahap yang lebih serius.

Hasil penyelidikan sementara mengungkap bentrokan melibatkan dua kelompok remaja. Kelompok Stripa disebut beranggotakan sekitar 15 orang, sedangkan Marsabell diperkirakan berjumlah sekitar 20 orang.

Pada awalnya, kedua kelompok disebut sepakat melakukan tawuran tanpa membawa senjata. Namun situasi berubah ketika salah satu kelompok diduga membawa berbagai benda berbahaya.

Selain air keras, polisi juga menemukan dugaan penggunaan gasper dan senjata tajam dalam bentrokan tersebut. Akibatnya, korban yang jatuh bukan hanya satu orang.

Tiga remaja lainnya dilaporkan mengalami luka akibat sabetan senjata tajam. Mereka kini masih menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk melengkapi rangkaian kejadian.

Dalam perkara ini, polisi telah menetapkan LJA (19) sebagai tersangka yang diduga menyiramkan air keras kepada korban. Status tersangka diberikan setelah penyidik mengumpulkan sejumlah alat bukti.

Empat tersangka dewasa lainnya juga telah ditahan, yakni IAR (19), PAT (20), AB (18), dan SBDY (19). Mereka diduga memiliki keterlibatan dalam aksi tawuran yang berujung maut tersebut.

Sementara itu, dua pelaku lain yang masih berusia 17 tahun, yakni DA dan MAR, diproses menggunakan mekanisme peradilan anak sesuai ketentuan yang berlaku. Polisi memastikan pengembangan kasus akan terus dilakukan hingga seluruh pihak yang terlibat berhasil diungkap. (*)

You Might Also Like

Pocong Keliling Cari Gift, Endingnya Dijemput Polisi

Dituding Kebagian Uang Korupsi Rp2 M, Ketua DPRD Cilacap: Enggak!

Tampang Duo Begal Sadis Halmahera Semarang, Eksekutor Ditangkap di Magelang

Fakta Balik Layar Terungkap di Persidangan: AKBP Basuki Muluskan Jalan Levi jadi Dosen Untag

Dapur MBG Dijual Diam-Diam, Nama Pejabat Ikut Dipakai Meyakinkan Korban

TAGGED:air kerassalatigatawuran
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Rumah Panggung Tetap Dijaga, Kampung Tajur Makin Pikat Wisatawan
Next Article Kuota Sekolah Rakyat Bertambah, Orangtua Masih Ragu Lepas Anak SD

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BEASISWA KHUSUS - Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, Prof Hasyim Muhammad, memberikan keterangan mengenai beasiswa khusus untuk santri, Sabtu (22/8/2026). (dul)

Tinggal di Pesantren dan Aktif di Kampus, Syarat Dapat Beasiswa Pemprov Jateng

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah (Sekda Jateng) Sumarno. (dul)

Pemprov Jateng Dukung Pengembangan Geotermal, Sekda: Suara Warga Gak Boleh Diabaikan

NAIK KA--Pengguna jasa kereta api berada di Stasiun Semarang Tawang. (ist)

Libur Panjang Maulid Nabi, 124 Ribu Penumpang Kereta Padati Stasiun Daop Semarang

BEASISWA KHUSUS - Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, Prof Hasyim Muhammad, memberikan keterangan mengenai beasiswa khusus untuk santri, Sabtu (22/8/2026). (dul)

Kabar Gembira! Ada Beasiswa Rp6 Juta per Orang untuk 420 Santri Ma’had Aly Jateng

LEPAS RS TERAPUNG - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto melepas keberangkatan Kapal Laksamana Malahayati --rumah sakit terapung yang sekaligus mengangkut bantuan logistik untuk korban gempa NTT-- dari Cilegon menuju Flores, Kamis (20/8/2026) malam.

PDIP Kirim Kapal Medis Malahayati ke Flores, Bantu Korban Gempa NTT

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi aksi penganiayaan.
Hukum

Cemburu Meledak di Kalibening, Pelajar Dihajar Sampai Parah

April 1, 2026
TP PKK Jawa Tengah barengan Densus 88 Anti Teror resmi meluncurkan gerakan “Ibu Jogo Anak”. Nampak Ketua TP PKK Jateng dan Perwakilan Densus 8 berfoto bersama usai audiensi. Foto: dok/bae
Hukum

Gerakan “Ibu Jogo Anak” Resmi Digas: Saatnya Emak-Emak Turun Tangan Lawan Radikalisme Online!

September 8, 2025
Febrie Ardiansyah saat masih menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
Hukum

Pengalihan Penanganan Perkara Febrie Janggal: Bukan Sinergi, tapi Rusak Legitimasi

Juli 14, 2026
Hukum

OTT Cilacap: Uang Diduga Hasil Peras Rp610 Juta Disiapkan Jadi “THR Pejabat”

Maret 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tawuran Salatiga Makin Rumit, Polisi Kejar Pemasok Air Keras Misterius
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?