Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Masuk Rumah Bidan Diam-diam, Warga Geruduk Tuntut Kadus Mundur
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Masuk Rumah Bidan Diam-diam, Warga Geruduk Tuntut Kadus Mundur

Sekretaris aliansi, Tri Rahardiono, menyebut bahwa aksi ini adalah puncak dari serangkaian mediasi yang sebelumnya sudah dilakukan, namun belum menemukan titik temu yang memuaskan bagi warga.

Nugroho P.
Last updated: Mei 6, 2026 8:26 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi keriuhan di depan balaidesa. ist
SHARE

BACAAJA, BANJARNEGARA – Suasana tenang di Desa Gununggiana mendadak berubah tegang ketika ratusan warga turun langsung ke balai desa, membawa satu tuntutan yang sama: Kepala Dusun III diminta mundur dari jabatannya. Aksi ini bukan sekadar luapan emosi sesaat, tapi akumulasi kekecewaan yang sudah lama dipendam.

Warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Desa Gununggiana datang dengan tertib, namun suara mereka tegas. Mereka merasa ada tindakan yang melanggar norma dan tidak pantas dilakukan oleh seorang perangkat desa, apalagi yang seharusnya jadi panutan di lingkungan masyarakat.

Aksi yang berlangsung di wilayah Kecamatan Madukara ini pun langsung jadi perhatian, termasuk aparat dari Polres Banjarnegara yang turun mengamankan jalannya penyampaian aspirasi agar tetap kondusif.

Sekretaris aliansi, Tri Rahardiono, menyebut bahwa aksi ini adalah puncak dari serangkaian mediasi yang sebelumnya sudah dilakukan, namun belum menemukan titik temu yang memuaskan bagi warga.

Menurutnya, keresahan bermula dari dugaan tindakan oknum Kadus III yang memasuki rumah dinas bidan desa tanpa izin. Dugaan itu makin membuat warga geram karena cara masuknya dinilai tidak wajar.

“Yang bersangkutan diduga masuk lewat jendela, tanpa izin, dan aksinya diketahui oleh anak bidan. Setelah itu langsung pergi,” ungkap Tri, menjelaskan kronologi yang beredar di tengah masyarakat.

Peristiwa tersebut langsung memicu rasa tidak aman di lingkungan warga. Banyak yang menilai tindakan itu sudah melewati batas etika, apalagi dilakukan oleh aparat desa yang seharusnya menjaga kepercayaan masyarakat.

Dari situ, tuntutan mundur pun menguat. Warga menilai langkah itu perlu diambil untuk menjaga marwah pemerintahan desa sekaligus mengembalikan rasa aman di lingkungan mereka.

Tekanan warga akhirnya berujung pada musyawarah yang melibatkan berbagai pihak. Dalam forum itu, keputusan penting berhasil dicapai setelah melalui diskusi yang cukup alot.

Tri menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut, oknum Kadus III akhirnya menyatakan kesediaannya untuk mundur secara sukarela. “Yang bersangkutan bersedia mundur secara legowo,” katanya.

Keputusan itu langsung disambut sebagai jalan tengah yang bisa meredam situasi. Warga berharap langkah tersebut bisa mengakhiri polemik yang sempat memanas.

Sementara itu, Kepala Desa Gununggiana, Kardiyo, membenarkan adanya kejadian yang memicu kegaduhan tersebut. Ia menyebut pihak desa sudah melakukan klarifikasi kepada semua pihak terkait.

Menurut Kardiyo, oknum Kadus III mengakui telah masuk ke rumah dinas bidan tanpa izin. Namun, ia menegaskan bahwa tidak ditemukan adanya hubungan khusus antara yang bersangkutan dengan bidan desa.

“Kami sudah klarifikasi, yang bersangkutan mengakui masuk tanpa izin, tapi tidak ada hubungan spesial. Meski begitu, tindakan tersebut tetap tidak dibenarkan,” ujarnya.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa persoalan utama bukan pada isu lain, melainkan pada tindakan yang dianggap melanggar etika dan norma sosial di masyarakat.

Di sisi lain, Kardiyo juga mengapresiasi cara warga menyampaikan aspirasi. Meski jumlahnya ratusan, aksi berlangsung tertib tanpa kericuhan yang berarti.

Ia menilai hal tersebut menunjukkan kedewasaan masyarakat dalam menyampaikan kritik dan tuntutan terhadap pemerintah desa.

Setelah keputusan mundur diambil, harapan pun mulai diarahkan pada pemulihan kondisi desa. Warga ingin suasana kembali tenang tanpa bayang-bayang konflik.

Kardiyo berharap, setelah tidak lagi menjabat, yang bersangkutan tetap bisa kembali ke tengah masyarakat tanpa stigma berkepanjangan.

“Semoga bisa kembali diterima dan menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya, menutup pernyataan dengan nada yang lebih menenangkan.

Kini, bola panas yang sempat bergulir mulai mereda. Namun, peristiwa ini jadi pengingat bahwa kepercayaan masyarakat adalah hal yang sangat sensitif dan harus dijaga, terutama oleh mereka yang memegang jabatan publik.

Bagi warga Gununggiana, kejadian ini bukan sekadar masalah personal, tapi juga soal menjaga nilai dan rasa aman bersama di lingkungan desa mereka. (*)

You Might Also Like

Pengacara Tolak Suap Rp400 Juta, Pilih Kawal Terus Kasus Kiai Pati Cabuli 50 Santriwati

Mbak Ita ‘Serang’ Putusan Hakim Tipikor Semarang, Siapkan Bukti Baru untuk Amunisi

Balada Bos Sritex: Kakak Dihukum 14 Tahun, Adik Kena 12 Tahun Penjara

The Power of Kiai Ashari: Cabuli 50 Santriwati, Bebas Berkeliaran Gak Ditahan, Polisi Kalah Sakti?

Napi Berduit Bisa Makan Sesuai Selera, Warung Simbok Dalem Buka di Lapas Semarang

TAGGED:banjarnegarabidankadusrumah bidan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Diperiksa KPK, Plt Bupati Cilacap Ngaku Gak Tahu Apa-Apa
Next Article Badan Berotot Tanpa Nyiksa, Ini Cara Benernya Biar Jadi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BACA BUKU GRATIS - Dari mahasiswa, ojol, hingga karyawan swasta menjadikan Lapak Baca Gratis di Taman Ngaliyan, Semarang, sebagai tongkrongan 'penuh gizi'. Di Taman Baca Gratis, pengunjung bisa menikmati ragam bacaan, mulai dari buku-buku filsata, novel, hingga komik. (dul)

Tongkrongan Mahasiswa sampai Ojol, Lapak Baca Gratis di Taman Ngaliyan Curi Perhatian

SEKOLAH PARALEGAL--Perwalilan buruh dari berbagai serikat mengikuti launching Sekolah Paralegal di Kota Lama Semarang, Sabtu (20/6/2026). (ist)

PHK Kian Marak, Buruh Jateng Bikin Sekolah Paralegal untuk Perjuangkan Hak

Misteri dan Kejanggalan Warung Pecel Lele, Banyak Rahasia Belum Terungkap

Detail Rajut Jadi Ciri, Imam Ghozali Pamerkan Karya Penuh Makna Menyentuh

Curhat Alumni Viral, Dugaan Perundungan Guru SMAN Bantul Diusut Serius Sekarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

[11.26, 22/4/2026] Baihaqi Annizar - Jateng Today: Hoke2 [14.31, 22/4/2026] Baihaqi Annizar - Jateng Today: Ribuan Kendaraan Bodong Diselundupkan ke Timor Leste, Sindikat Dibongkar Polisi BACAAJA, SEMARANG - Praktik penyelundupan kendaraan bodong lintas negara kebongkar. Polda Jateng mengungkap sindikat yang sudah beroperasi sejak lama. Jumlahnya nggak sedikit. Ada 1.727 kendaraan yang diduga sudah dikirim ke Timor Leste sejak awal 2025. Kasus ini mulai terendus sejak Januari 2026. Polisi dapat info soal pengiriman kendaraan tanpa dokumen lengkap. Dirreskrimsus Kombes Pol Djoko Julianto bilang, kecurigaan muncul dari kontainer berisi kendaraan yang cuma dilengkapi STNK. Bahkan ada yang tanpa surat jelas. Petugas lalu bergerak cepat. Satu kontainer diamankan di Exit Tol Krapyak, isinya 17 motor dan 2 mobil. Selang beberapa waktu, satu kontainer lagi disikat di Exit Tol Banyumanik. Muatannya serupa, kendaraan tanpa dokumen sah. Penyelidikan terus dikembangkan. Polisi kemudian menuju gudang di wilayah Wonosari, Klaten. Di sana ditemukan lagi belasan motor dan dua truk. Semuanya sudah siap dikirim ke luar negeri. Dua orang ditetapkan sebagai tersangka. AT (49) warga Klaten dan SS (52) warga Jakarta Selatan. AT berperan sebagai pemodal sekaligus penghubung ke pembeli di Timor Leste. Dia juga yang menyediakan kendaraan dari berbagai sumber. Sementara SS jadi perantara. Tugasnya mencarikan jasa ekspedisi untuk pengiriman. Modusnya cukup rapi. Kendaraan dikumpulkan lalu dibuatkan dokumen ekspor fiktif. Setelah itu, kendaraan dikirim lewat kontainer melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Barang bukti yang diamankan cukup banyak. Mulai dari puluhan motor, mobil, truk, hingga dokumen dan ponsel. “Total kendaraan yang berhasil diamankan sebanyak 52 unit, terdiri dari 46 sepeda motor, 4 mobil, dan 2 truk,” kata Djoko. Selama beroperasi, sindikat ini sudah mengirim sekitar 52 kontainer. Total kendaraan yang diselundupkan mencapai 1.727 unit. Nilai transaksi diperkirakan lebih dari Rp50 miliar. Keuntungan pelaku ditaksir lebih dari Rp10 miliar. “Kasus ini masih kami kembangkan untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain,” tegasnya. Polisi juga membuka kesempatan bagi warga yang merasa kehilangan kendaraan. Silakan datang ke Polda Jateng dengan membawa bukti kepemilikan. “Kalau identitasnya cocok, kendaraan akan diserahkan langsung tanpa biaya,” ujarnya. *bae [14.32, 22/4/2026] Baihaqi Annizar - Jateng Today: Polisi menunjukkan barang bukti kendaraan bodong yang hendak diselundupkan, Rabu (22/4/2026). (ist)
Hukum

Ribuan Kendaraan Bodong Diselundupkan ke Timor Leste, Sindikat Dibongkar Polisi

April 22, 2026
Hukum

Pesta Nikah Berujung Duka, Akhirnya Pelaku Dikeler Polisi

April 7, 2026
TEMBAK - Ilustrasi penembakan menggunakan senjata api (senpi) laras pendek/pistol.
Hukum

Joget Berujung Letusan, Cafe Palembang Mendadak Jadi Lokasi Mencekam

Mei 17, 2026
Hukum

Uang Palsu Rp300 Juta Digerebek, Mesin Masih Nyala

Maret 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Masuk Rumah Bidan Diam-diam, Warga Geruduk Tuntut Kadus Mundur
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?