Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Diperiksa KPK, Plt Bupati Cilacap Ngaku Gak Tahu Apa-Apa
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Diperiksa KPK, Plt Bupati Cilacap Ngaku Gak Tahu Apa-Apa

Usai keluar dari ruang pemeriksaan, Ammy langsung dicecar pertanyaan oleh awak media. Dengan nada santai namun tegas, ia menyampaikan bahwa dirinya sudah memberikan keterangan sesuai yang ia ketahui selama ini.

Nugroho P.
Last updated: Mei 6, 2026 8:23 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Ammy Amalia Fatma Surya
SHARE

BACAAJA, CILACAP – Sorotan publik masih tertuju pada kasus dugaan pemerasan berkedok tunjangan hari raya (THR) yang menyeret pejabat di Cilacap. Di tengah proses hukum yang terus berjalan, satu per satu nama mulai dimintai keterangan oleh penyidik.

Salah satunya adalah Pelaksana Tugas Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, yang baru saja menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi. Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK pada Selasa lalu, sebagai bagian dari pengembangan kasus yang tengah diselidiki.

Usai keluar dari ruang pemeriksaan, Ammy langsung dicecar pertanyaan oleh awak media. Dengan nada santai namun tegas, ia menyampaikan bahwa dirinya sudah memberikan keterangan sesuai yang ia ketahui selama ini.

Menurutnya, sebagian besar pertanyaan penyidik berkutat pada sejauh mana ia mengetahui dugaan praktik pemerasan tersebut, serta perannya selama menjabat sebagai wakil bupati sebelum menjadi pelaksana tugas.

“Ya cuma ditanya apa-apa saya mengetahui apa tidak, ya saya tidak mengetahui apa-apa,” ujarnya, menegaskan bahwa dirinya tidak punya informasi terkait dugaan yang sedang diusut.

Ia juga menjelaskan soal tugasnya selama ini yang lebih banyak membantu kepala daerah. Dalam keterangannya, ia menyebut bahwa posisi wakil bupati memang bertugas mendukung kebijakan dan arahan dari bupati.

“Wakil bupati ya tugasnya membantu bupati. Membantunya dalam hal apa saja? Ya dalam hal yang diinginkan oleh bupati,” katanya, mencoba menggambarkan batas peran yang ia jalani selama ini.

Saat disinggung lebih jauh soal dugaan pemerasan yang dikaitkan dengan pemberian THR kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Ammy kembali menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui hal tersebut.

“Saya enggak tahu sama sekali beneran. Saya enggak pernah dilibatkan dan saya enggak pernah diajak bicara,” ucapnya, menampik keterlibatan dalam praktik yang kini jadi sorotan.

Ia bahkan mengaku tidak bisa memastikan apakah praktik pemberian THR kepada pihak tertentu merupakan hal yang biasa atau tidak dalam pemerintahan daerah.

“Biasa apa enggak, saya enggak tahu. Saya belum pernah soalnya,” tambahnya, menegaskan posisinya yang merasa tidak terlibat dalam hal tersebut.

Kasus ini sendiri bermula dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada Maret 2026. Dalam operasi itu, sejumlah pejabat diamankan bersama barang bukti berupa uang tunai.

Nama Bupati Cilacap saat itu, Syamsul Auliya Rachman, ikut terseret dalam operasi tersebut. Ia diamankan bersama puluhan orang lainnya dalam pengembangan kasus yang cukup mengejutkan publik.

Tak hanya itu, Sekretaris Daerah Cilacap, Sadmoko Danardoo, juga ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya diduga terlibat dalam praktik pemerasan serta penerimaan uang di lingkungan pemerintah daerah.

Dalam konstruksi perkara yang diungkap penyidik, disebutkan adanya target pengumpulan dana hingga ratusan juta rupiah. Dana tersebut diduga berasal dari berbagai pihak dalam lingkup pemerintahan.

Sebagian dana disebut-sebut dialokasikan untuk kebutuhan THR bagi Forkopimda, sementara sisanya diduga digunakan untuk kepentingan lain yang tidak semestinya.

Namun, sebelum target tersebut tercapai sepenuhnya, KPK lebih dulu melakukan operasi tangkap tangan dan mengamankan sejumlah pihak yang diduga terlibat.

Sejauh ini, proses penyidikan masih terus berjalan. KPK juga terus memanggil saksi-saksi lain guna mengurai peran masing-masing pihak dalam kasus tersebut.

Pemeriksaan terhadap Ammy sendiri menjadi bagian dari upaya mendalami apakah ada keterkaitan atau alur komunikasi yang melibatkan pejabat lain di lingkungan pemerintah daerah.

Meski demikian, Ammy tetap pada pernyataannya bahwa dirinya tidak mengetahui adanya praktik pemerasan yang sedang diselidiki.

Di tengah proses hukum yang masih berlangsung, publik kini menunggu kejelasan lebih lanjut terkait siapa saja yang benar-benar terlibat dan bagaimana alur kasus ini sebenarnya terjadi.

Kasus ini juga jadi pengingat bahwa transparansi dan integritas dalam pemerintahan daerah masih jadi isu penting yang terus disorot masyarakat.

Apalagi ketika praktik yang diduga terjadi menyangkut hal sensitif seperti tunjangan hari raya, yang seharusnya jadi hak, bukan malah dijadikan celah penyimpangan.

Untuk sementara, semua mata tertuju pada langkah lanjutan KPK dalam mengungkap kasus ini secara terang benderang.

Sementara itu, pernyataan Ammy menjadi salah satu potongan puzzle yang kini sedang disusun oleh penyidik untuk mengungkap gambaran utuh dari kasus yang cukup menyita perhatian ini. (*)

You Might Also Like

PMKRI Sorot TNI Kawal Jampidsus saat Polisi Sidik Kasus Mega Korupsi: Ada yang Janggal

Napi Berduit Bisa Makan Sesuai Selera, Warung Simbok Dalem Buka di Lapas Semarang

Nurkholes Plt Bupati Pemalang

Berkas Masuk Pengadilan, Kasus Korupsi Bupati-Sekda Cilacap Siap Disidang

Kasus Sudewo: KPK Cium Ada “Main Belakang” di Jalur Kereta

TAGGED:ammyKPKplt Bupati Cilacapthr
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article DPRD Semarang Dukung Revisi Perda Rusun
Next Article Masuk Rumah Bidan Diam-diam, Warga Geruduk Tuntut Kadus Mundur

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pilgub 2029 Telan Rp1,2 Triliun, Jateng Sisihkan Dana dari Sekarang

Viral Pasien BPJS Meninggal Usai Tunggu 8 Jam, DPR Minta Kemenkes Turun Tangan

Semarang Lagi Menata Masa Depan 850 Keluarga

Sekolah Rakyat Disiapkan Jadi Jalan Keluar Kemiskinan

Rektor SCU Soroti Dana MBG: Jangan Sampai Besar Anggaran, Kecil Dampaknya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tim penyidik sedang memeriksa pelimpahan kasus pengedit konten cabul dengan AI, Kamis (8/1/2026). (bae)
Hukum

Masih Ingat Chiko, Pengedit Konten Cabul Smanse? Bentar Lagi Dia Disidang

Januari 8, 2026
Mantan Bupati Purworejo, Agus Bastian (batik hijau) dan tiga orang lain bersaksi di sidang korupsi BPR Purworejo, Selasa (10/2/2026). (bae)
Hukum

Mantan Bupati Purworejo Dicecar Soal BPR saat Jadi Saksi Sidang Korupsi di Semarang

Februari 10, 2026
KPK menahan lima tersangka kasus kredit fiktif di BPR Jepara Artha senilai Rp263,6 miliar. Modusnya, menggunakan nama pedagang kecil hingga pengangguran untuk mencairkan dana. Kerugian negara ditaksir Rp254 miliar. Uang mengalir ke jajaran bank hingga dipakai untuk beli aset dan perjalanan umrah. Foto:dok.
Hukum

Kredit Bodong Rp263,6 M BPR Jepara Arta, Cuma Modal Nama Pedagang & Pengangguran

September 19, 2025
Hukum

Proyek Kakao Fiktif, Tiga Dosen Bergelar Doktor Jadi Terdakwa

Oktober 23, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Diperiksa KPK, Plt Bupati Cilacap Ngaku Gak Tahu Apa-Apa
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?