Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: OTT Ketiga di Jateng, Gubernur: “Sudah Diingatkan Berkali-kali, Jangan Kebablasan”
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

OTT Ketiga di Jateng, Gubernur: “Sudah Diingatkan Berkali-kali, Jangan Kebablasan”

Korupsi lagi, OTT lagi. Kali ini giliran Kabupaten Cilacap yang jadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi turun tangan. Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi pun kembali angkat suara, nadanya campur antara prihatin dan jengkel.

T. Budianto
Last updated: Maret 15, 2026 4:25 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
DIKAWAL PETUGAS: Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman bersama Sekda Kabupaten Cilacap Sadmoko Danardono dikawal menuju tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pertengahan Maret lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi akhirnya buka suara soal Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi di Cilacap.

Menurut Luthfi, persoalan integritas pejabat sebenarnya sudah berkali-kali ia ingatkan kepada kepala daerah, wakil kepala daerah, hingga aparatur sipil negara (ASN) di Jawa Tengah. “Soal integritas ini sudah saya ulang-ulang dan saya tekankan,” kata Luthfi di Semarang, Sabtu (14/3/2026).

Ia mengaku prihatin karena kasus ini menambah daftar kepala daerah di Jawa Tengah yang terseret perkara korupsi. Sebelumnya, dua kepala daerah lain juga sempat tersandung kasus serupa, yakni Sudewo sebagai Bupati Pati dan Fadia Arafiq sebagai Bupati Pekalongan.

Baca juga: Bupati Pati Sudewo Nongol di KPK, Ngaku Cuma Datang Tanpa Bawa Berkas

Padahal, kata Luthfi, Pemprov Jateng sudah menjalin kerja sama dengan KPK untuk memperkuat pencegahan korupsi. Salah satunya melalui program pendampingan dari Korsupgah KPK yang rutin memberi pengarahan kepada kepala daerah hingga anggota DPRD.

Selain itu, saat peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, para pejabat daerah juga sudah diingatkan agar tidak melakukan penyimpangan anggaran maupun pelanggaran hukum. Meski demikian, Luthfi menegaskan bahwa proses hukum yang dilakukan KPK tetap harus dihormati.

Pengingat Keras

Di sisi lain, ia berharap kasus ini bisa menjadi pengingat keras bagi para pejabat publik, terutama bupati, wali kota, wakil kepala daerah, serta ASN di Jateng. “Ini pelajaran bagi kita semua pejabat publik, khususnya bupati dan wali kota agar memiliki integritas kuat. Integritas itu tidak hanya di mulut tapi juga diwujudkan dalam perbuatan,” tegasnya.

Menurutnya, integritas berarti tidak menyalahgunakan kewenangan dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. Hal itu penting agar birokrasi berjalan bersih dan profesional.

Baca juga: OTT Bupati Fadia Arafiq, Pemprov Jateng Pastikan Pemerintahan Pekalongan Tetap Berjalan

“Clean governance dan good governance itu harus jadi nafas bupati dan wali kota termasuk ASN-nya,” lanjut Luthfi. Ia juga meminta jajaran Pemerintah Kabupaten Cilacap tetap fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat meski kasus hukum sedang berjalan. Apalagi saat ini pemerintah daerah sedang bersiap menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Pesan soal integritas sebenarnya sudah sering diulang di berbagai forum. Tapi entah kenapa, tiap tahun selalu ada saja pejabat yang “lupa catatan”. Akhirnya yang datang bukan lagi undangan rapat, melainkan tim OTT. Kadang yang susah memang bukan memahami aturan, tapi menahan godaan saat kekuasaan sudah di tangan. (tebe)

You Might Also Like

Warga Amerika Ramai-ramai Tolak Pembangun Data Center AI, Ada Apa?

Demo di Kejati Jateng, Massa Sentil Blackout PLN hingga Kasus Jampidsus

Serakah Ya! Tak Cukup Korupsi di Pati, Sudewo Juga Terima Rp3,8 M dari Proyek Jalur Kereta

Gamers Ngumpul, 121 Tim Serbu Turnamen Free Fire di Warmindo Mayoritas

Guyon Korea hingga Daring, Prabowo Sapa Bambang Pacul di Peluncuran Kopdes Merah Putih

TAGGED:ahmad luthfiheadlineOTT KPKpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kuliner ‘Bandeng Juwana’ Sedang Panas, Kasusnya “Dimasak” di Pengadilan
Next Article Mau Mudik Lewat Tol Jateng? Ini Bocoran Tarif Trans Jawa 2026

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla yang akrab disapa JK (tengah). (dul)

Ancaman Kekeringan Mengintai, JK Kerahkan PMI Genjot Distribusi Air Bersih

Ilustrasi petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Anomali! Cerita Perwira Polisi Pegawai KPK Peras Tersangka Korupsi Bupati Pemalang

Guys.. Nyamuk Jantan Baik, yang Hisap Darah Nyamuk Betina

Prabowo Bidik Indonesia Bebas Gunung Sampah

Isu Santet Berujung Maut, Lansia Tewas Dipukul

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Program Sekolah Rakyat Telan Rp4 Triliun

Juli 15, 2026
Arnendo (menunduk) didampingi kuasa hukumnya saat berada di kantor polisi menanyakan tindak lanjut laporan kasus penganiayaan. (ist)
Hukum

Mahasiswa Undip Korban Pengeroyokan Diduga Pelaku Pelecehan Seksual, Begini Sikap Kampus

Maret 7, 2026
Pendidikan

Anak Papua Merantau Demi Ilmu, Puan Datang Dengar Cerita

Desember 11, 2025
Info

Dua Putaran, Deg-degan, Fix! Arif Rahman Nakhodai GP Ansor Kota Semarang

Januari 6, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: OTT Ketiga di Jateng, Gubernur: “Sudah Diingatkan Berkali-kali, Jangan Kebablasan”
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?