Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: MBG: Keren di Konsep, “Anyep” di Lapangan, Akademisi Spill Masalahnya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

MBG: Keren di Konsep, “Anyep” di Lapangan, Akademisi Spill Masalahnya

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lagi jadi obrolan serius, bukan cuma soal menu makan siang, tapi soal kepercayaan publik. Di Semarang, forum nasional bakal jadi ajang “curhat bareng” antara pemerintah dan akademisi buat bongkar apa yang sebenarnya masih ganjel di lapangan.

T. Budianto
Last updated: April 27, 2026 3:15 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Ilustrasi siswa sedang menyantap MBG.
Ilustrasi siswa sedang menyantap MBG.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Semarang lagi siap jadi tuan rumah Dialog Nasional bertajuk Praktik Baik MBG yang digelar 28-30 April 2026 di Hotel Gumaya. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, ikut mendorong forum ini jadi ruang terbuka buat ngegas kualitas program Makan Bergizi Gratis biar nggak cuma bagus di atas kertas.

Soalnya, kalau kata pengamat pangan Fakultas Teknologi Pertanian UNIKA Soegijapranata, Inneke Hantoro, konsep MBG sebenarnya udah “aman”. Masalahnya? Eksekusinya masih banyak bolong.

“Program ini bagus, tapi implementasinya belum solid. Mulai dari keamanan pangan, kualitas makanan, SDM, sampai sistem penyediaan pangan masih perlu dibenahi serius,” ujarnya.

Baca juga: Soal MBG, Zulhas: Kalau Basi, Komplain Langsung ke SPPG, Nggak Usah Drama di Medsos

Ia juga nggak basa-basi soal risiko yang bisa muncul kalau standar keamanan pangan disepelekan. Menurutnya, kasus makanan nggak layak atau bahkan keracunan bukan sekadar kesalahan teknis, tapi bisa jadi alarm besar yang bikin publik kehilangan trust.

“Kalau masih ada kasus kayak gitu, ya jangan kaget kalau orang tua nolak. Nggak ada yang mau ambil risiko buat kesehatan anaknya,” tegasnya. Nggak cuma soal kualitas makanan, transparansi juga ikut disorot.

Pendekatan Sentralistik

Tanpa sistem yang terbuka dan bisa dipertanggungjawabkan, MBG bakal susah dapat legitimasi dari masyarakat. Bahkan, Inneke juga “nyeletuk” soal pendekatan yang terlalu sentralistik.

Menurutnya, kondisi di tiap daerah beda-beda, jadi nggak bisa semuanya diatur dari pusat tanpa kasih ruang buat daerah dan sekolah ikut ambil peran.

“Kuncinya pemerintah pusat harus mau denger. Jangan semuanya dipukul rata. Perlu dilihat lagi, apa sistem yang terlalu terpusat ini masih relevan atau justru perlu lebih fleksibel,” jelasnya.

Harapan dari forum ini juga nggak main-main. Para akademisi dan praktisi pengen dialog ini nggak cuma berakhir jadi laporan atau kesimpulan doang, tapi benar-benar melahirkan aksi nyata.

Baca juga: Anggaran Jumbo MBG Disorot, KPK Bilang Rawan, Ah Berani?

Minimal ada tiga PR besar yang harus diberesin: standar keamanan pangan yang ketat, sistem pengawasan yang transparan, dan keterlibatan aktif dari pemerintah daerah serta sekolah. “Dialog itu harus ada ujungnya, aksi nyata. Perbaikan nggak bisa ditunda, apalagi kalau menyangkut kesehatan anak-anak,” tambahnya.

Pemerintah Kota Semarang sendiri melihat masukan ini sebagai “wake up call” buat terus memperbaiki MBG ke depan. Kolaborasi antara pusat, daerah, akademisi, sampai sekolah dianggap jadi kunci biar program ini benar-benar bermanfaat, bukan malah jadi sumber masalah baru.

Jadi, MBG ini sebenarnya udah kayak makanan fancy di menu, terlihat menarik dan menjanjikan. Tapi kalau pas disajikan rasanya hambar, ya tetap aja bikin orang mikir dua kali buat nyicip lagi. Tinggal sekarang, mau dibenerin resepnya… atau dibiarkan jadi wacana yang terus diulang tiap acara? (tebe)

You Might Also Like

Dokter IGD Ini Viral, Cara Ngomongnya Bikin Adem Banget

Cukai Khusus Rokok Ilegal: Menimbang Jalan Tengah antara Penertiban dan Keadilan Fiskal

Gubernur: Jangan Biasakan yang Biasa, ASN Harus Berani Berinovasi

Walhi Soroti Tata Ruang Kota yang Bikin Ngaliyan Porak-Poranda

Ogah Nanggung Beban Sendirian, Pemkot Semarang Ajak Daerah Lain Kompak Atasi Banjir-Rob

TAGGED:headlineMBGpemkot semarangSCU Semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi). Eks-Kanit Narkoba Beralih Profesi Jadi Bandar Sabu, Kirim Narkoba Lewat Ekspedisi
Next Article Peta jalur rel Semarang-Rembang dan kolase foto kondisi stasiun yang berubah fungsi. (ist) Reaktivasi Jalur Kereta Api Semarang-Rembang, Penting Banget Gak Sih?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Genjot Ketahanan Pangan Semarang: Dari Kebun Warga hingga Pasar Murah

Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, 340 Ribu Orang Kebagian Peluang Kerja

Tinggal Satu Titik Api di Gunung Lawu, Luthfi Minta Petugas Jangan Pulang Dulu

YLBHI Soroti Pengerahan Ribuan Aparat Saat Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran

ASN Disuruh Naik Angkutan Umum Seminggu Sekali, Biar Nggak Cuma Jago Bikin Kebijakan!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

ASN, Ingat Ya! Liburan Nggak Boleh Pakai Mobil Dinas

Desember 30, 2025
Ekonomi

RPP Pengupahan Disebut Drakula, SPN “Birukan” Gubernuran

Desember 8, 2025
Ilustrasi tawuran.
Hukum

Janjian Duel via Instagram, Dua Geng Magelang Malah Berujung Ditangkap

Juni 30, 2026
Hukum

Jaksa Nggak Mau Bebaskan Terdakwa Korupsi Kakao UGM

November 6, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: MBG: Keren di Konsep, “Anyep” di Lapangan, Akademisi Spill Masalahnya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?