Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pemerintah Tutup Pintu Bantuan Asing, Prabowo: Bodoh Sekali Kalau Kita Tolak!
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Politik

Pemerintah Tutup Pintu Bantuan Asing, Prabowo: Bodoh Sekali Kalau Kita Tolak!

R. Izra
Last updated: Januari 6, 2026 11:48 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Pemerintah atas arahan Presiden, sempat menutup pintu rapat-rapat untuk bantuan asing. Katanya: “kita mampu!”. Namun, Presiden Prabowo Subianto bilang: bodoh kalau kita tolak bantuan asing.

Bencana banjir dan longsor yang menghantam Sumatera sejak akhir November lalu bukan cuma menyisakan duka, tapi juga bikin publik garuk-garuk kepala.

Bukan soal skalanya—karena itu sudah jelas besar—melainkan sikap pemerintah soal bantuan asing yang bikin bingung.

Bacaaja: Indonesia Tolak Bantuan Asing Bikin Negara-negara Arab Heran, Ada yang Ditutupin?
Bacaaja: Warga Aceh Jalan Kaki Puluhan Km Demi Dapat Bantuan, Potret Buram Harga Diri Tinggi?

Di awal, pemerintah berulang kali menegaskan tidak butuh bantuan dari luar negeri. Alasannya satu: Indonesia dinilai masih mampu menangani bencana sendiri.

Padahal, data BNPB mencatat dampaknya brutal—lebih dari 1.071 orang meninggal, ratusan masih hilang, dan ratusan ribu warga terpaksa mengungsi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kerusakan infrastruktur juga belum main-main. Jalan dan jembatan putus, sejumlah wilayah terisolasi, dan hingga tiga pekan pascabencana, bantuan masih sulit masuk ke beberapa titik. Tapi di tengah kondisi itu, pintu bantuan asing justru sempat ditutup rapat.

Presiden Prabowo Subianto sendiri mengaku banyak pemimpin dunia menghubunginya dan menawarkan bantuan. Namun, tawaran itu ditolak secara halus.

“Saya bilang terima kasih. Kami mampu. Indonesia mampu mengatasi ini,” kata Prabowo dalam sidang kabinet, pertengahan Desember 2025 lalu.

Nada yang sama datang dari lingkaran istana. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah masih sanggup menangani bencana dengan sumber daya sendiri, termasuk lewat dana siap pakai APBN sebesar Rp500 miliar.

Bahkan, kata dia, pemerintah siap menggunakan “cara-cara tidak normal”, seperti dropping bantuan lewat udara.

Kementerian Luar Negeri juga satu suara. Pemerintah memilih mengerahkan seluruh kekuatan nasional, dan sikap itu sudah disampaikan ke negara-negara yang ingin membantu.

Beberapa daerah pun ikut menutup pintu. Pemkot Medan bahkan sempat menolak bantuan 30 ton beras dan ratusan paket sembako dari Uni Emirat Arab, setelah koordinasi dengan BNPB dan Kemenhan.

Kini bertolak belakang 180 derajat

Namun, memasuki awal 2026, narasi itu mendadak berubah. Dalam rapat terbatas di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026), Prabowo justru menyampaikan pernyataan yang terdengar 180 derajat berbeda.

Prabowo menegaskan, menolak bantuan kemanusiaan bukan pilihan yang masuk akal.

“Kalau siapapun mau bantu, masa kita tolak? Bodoh sekali kalau kita tolak,” ujar Prabowo, blak-blakan.

Ia juga menepis anggapan pemerintah sombong atau tidak serius menangani bencana hanya karena tak menetapkan status bencana nasional. Menurutnya, membuka pintu bantuan bukan berarti Indonesia tidak mampu.

“Kita tidak mau mengatakan kita tidak mampu, karena kita benar-benar mampu. Tapi ini soal kemanusiaan,” katanya.

Kini, Prabowo justru mempersilakan bantuan asing masuk lewat pemerintah daerah, dengan fasilitasi kementerian dan lembaga terkait.

Mau ke Aceh, Sumbar, atau Sumut—dipersilakan. Pemerintah pusat, kata dia, siap mempermudah jalurnya.

Perubahan sikap ini pun jadi sorotan. Dari “kami mampu, terima kasih” ke “kalau mau bantu, silakan”—publik bertanya-tanya: apa yang sebenarnya terjadi di lapangan sampai sikap itu berubah?

Yang jelas, di tengah krisis kemanusiaan, satu hal terasa makin relevan: korban bencana butuh bantuan cepat, bukan tarik-ulur narasi. Dan bagi warga di pengungsian, siapa pun yang membantu—asal tulus—tetap berarti besar. (*)

You Might Also Like

Macan Asia Beneran! Xi Jinping Pecat 9 Jenderal Busuk di Lingkaran Elit China

Puan: Sekali Lagi, Saya Minta Maaf DPR Belum Bekerja Sempurna

Serikat Pekerja Kampus Minta MK Lindungi Dana Pendidikan

Psikologi Fisip UB Ajak Siswa MA Mambaul Ulum Susun Masa Depan

Ketika Hujan Turun Lagi, Kroya-Bantarsari Mulai Siaga Banjir

TAGGED:bodohheadlineprabowo subiantopresidentolak bantuan asing
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi kecelakaan bus penumpang. (grafis/wahyu) SIM Sopir Bus Maut Cahaya Trans Diduga Palsu, Siapa akan Terseret?
Next Article Ilustrasi makan steak daging sapi. Pola Makanmu Pengaruhi Perubahan Iklim, Kok Bisa? Begini Penjelasannya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Macan Kumbang Batang Dirawat Tim Dokter, Dipantau 24 Jam

Pemprov Bagikan Ratusan Kursi Roda Adaptif, Buka Jalan untuk Penyandang Disabilitas

34 Hoaks Terdeteksi di Semarang, Pemkot: Jangan Sampai Kejar Viral Malah Kena Masalah

Hari Pramuka di Wonoplumbon Jadi Ajang Anak SD-SMP Belajar Kompak

Samuel Soroti Janji Sejahterakan Rakyat: Visi Presiden Jangan Berhenti di Pidato

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

DITAHAN - Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen Pol (Purn) Sony Sinjaya, ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah menjadi tersangka skandal mega korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (3/6/2026).
Hukum

Sony Sonjaya Eks-Waka BGN Siap ‘Nyanyi’, Bakal Seret Nama Besar di Kasus Korupsi MBG

Juni 5, 2026
Ilustrasi bencana banjir bandang yang menghanyutkan kayu-kayu gelondongan.
Info

Kini Giliran Papua, Banjir Bawa Kayu Gelondongan Hancurkan Jembatan

Desember 20, 2025
Ilustrasi kebakaran hutan.
Olahraga

Timnas Spanyol Berlatih di Tengah Kabut Asap, Kebakaran Hutan Ancam Final Piala Dunia 2026

Juli 18, 2026
Ketua DPR RI PUan Maharani. Foto: dok.
Ekonomi

Ekonomi 5,4%? Puan Bilang Masih Realistis, Tapi Tergantung Pemerintah Serius atau Nggak

Agustus 22, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pemerintah Tutup Pintu Bantuan Asing, Prabowo: Bodoh Sekali Kalau Kita Tolak!
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?