Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Reaktivasi Jalur Kereta Api Semarang-Rembang, Penting Banget Gak Sih?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Reaktivasi Jalur Kereta Api Semarang-Rembang, Penting Banget Gak Sih?

R. Izra
Last updated: April 27, 2026 8:36 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
Peta jalur rel Semarang-Rembang dan kolase foto kondisi stasiun yang berubah fungsi. (ist)
Peta jalur rel Semarang-Rembang dan kolase foto kondisi stasiun yang berubah fungsi. (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Rencana pengaktivan lagi jalur kereta api Semarang-Rembang makin menguat. Rencana itu masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional sampai 2030.

Ini bukan jalur baru. Dulu, rel membentang dari Jurnatan di Kota Semarang ke Rembang lewat Demak, Kudus, sampai Juana (Pati). Jalur pesisir utara ini sempat jadi urat nadi angkutan orang dan barang.

Sekarang banyak titiknya mati. Beberapa stasiun bahkan berubah fungsi, ada yang jadi pasar, gudang, sampai bangunan kosong yang nyaris tak terurus.

Bacaaja: Reaktivasi Jalur Kereta Api Kedungjati-Tuntang Paling Mungkin Direalisasikan, Asalkan. . .
Bacaaja: Janji Vonis Ringan Berujung Duit Rp140 Juta? Oknum Jaksa Rembang Disorot

Dorongan buat ngidupin lagi jalur ini datang dari Masyarakat Transportasi Indonesia. Mereka menilai rel lama itu masih sangat relevan buat kebutuhan transportasi hari ini.

Djoko Setijowarno dari MTI bilang, reaktivasi rel bukan sekadar romantisme masa lalu. Ini langkah penting buat meratakan akses dan menggerakkan ekonomi daerah.

“Reaktivasi jalan rel adalah langkah strategis untuk menyeimbangkan kembali sistem transportasi, memastikan pemerataan akses, dan memicu perkembangan ekonomi berbasis kewilayahan,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).

Data Direktorat Jenderal Perkeretaapian tahun 2026 mencatat total jaringan rel nasional sudah 9.178 kilometer. Tapi yang aktif baru 6.945 kilometer, sisanya 2.233 kilometer masih non-aktif.

Artinya, masih banyak aset negara yang belum dimanfaatkan maksimal. Termasuk jalur Semarang-Rembang yang sudah lama “tidur”.

Djoko bilang, kalau jalur ini aktif lagi, dampaknya cukup besar. Pertama, masyarakat punya alternatif transportasi yang lebih aman dan terjangkau.

Kedua, distribusi barang bisa lebih efisien. Selama ini logistik berat banyak bergantung ke jalan pantura yang padat dan cepat rusak.

Ketiga, kota-kota kecil di sepanjang jalur berpotensi hidup lagi. Aktivitas ekonomi bisa tumbuh dari sekitar stasiun.

Selain itu, jalur ini juga bisa dikembangkan untuk wisata. Rute pesisir utara punya daya tarik tersendiri kalau dikemas serius.

Pemerintah juga mendorong kolaborasi dengan swasta untuk proyek besar ini. Agus Harimurti Yudhoyono menyebut kebutuhan anggaran reaktivasi dan pembangunan rel nasional sangat besar.

Targetnya bahkan mencapai 14.000 kilometer jalur hingga 2045. Nilai investasinya diperkirakan tembus Rp1.200 triliun, jadi tak bisa hanya mengandalkan dana pemerintah. (bae)

You Might Also Like

Soal Program 3 Juta Rumah, Jateng Dianggap Paling Siap

Kopdes Merah Putih di Jateng Sudah Beroperasi, Ini Kata Gubernur Luthfi

Mahfud MD Ungkap Mark-up Proyek Kereta Cepat Whoosh, Singgung Jokowi

Seleksi Akpol 2026, Polda Jateng Terapkan One Day Result: Hasil Bisa Langsung Dilihat

Jalan Anyar Gondoriyo Semarang Rusak Parah, Warga Mengaku Diintai Bahaya

TAGGED:djoko setijowarnoMasyarakat Transportasi Indonesiamtireaktivasi jalur keretarembangSemarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article MBG: Keren di Konsep, “Anyep” di Lapangan, Akademisi Spill Masalahnya
Next Article Bupati Temanggung Agus Gondrong bersama warga dan perwakilan perusahaan rokok menghadiri prosesi 'Wiwitan' atau mengawali musim tanam tembakau di Lereng Sumbing. Wiwitan di Lereng Sumbing: saat Doa dan Benih Tembakau Bertemu di Awal Musim Tanam

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang. (ist)

Kantin Sekolah Masuk Panggung, Dapur MBG Siap Berbagi Peran

Dapur MBG Jangan Asal Jalan, Gerindra Pasang Alarm Kualitas

Ilustrasi BPJS Kesehatan.

Kelas BPJS Bakal Berganti, Soal Layanan Jadi Perbincangan Baru

Bensin Campur Bioetanol Segera Jalan, Mobil Perlu Khawatir Nggak?

Hafal Alquran Dapat Bonus Rp1 Juta

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pasngan Sabar Karyaman/Reza Pahlevi gagal persembahkan gelar juara bagi Indonesia dalam gelaran Indonesia Open 2025.
Olahraga

Indonesia Open 2025: Indonesia Kembali Puasa Gelar

Juni 9, 2025
Hukum

Mayat Tangan Terikat Lakban di Sungai Citandui Bikin Geger

Februari 22, 2026
HukumViral

Libur Usai, ASN Jambi Malah Kena Sanksi Tegas

Maret 31, 2026
Info

LINKK Semar Latih Penyandang Disabilitas Biar Nggak Cuma ‘Nunggu Diselamatkan’

April 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Reaktivasi Jalur Kereta Api Semarang-Rembang, Penting Banget Gak Sih?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?