Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Wiwitan di Lereng Sumbing: saat Doa dan Benih Tembakau Bertemu di Awal Musim Tanam
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Wiwitan di Lereng Sumbing: saat Doa dan Benih Tembakau Bertemu di Awal Musim Tanam

R. Izra
Last updated: April 27, 2026 11:38 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
Bupati Temanggung Agus Gondrong bersama warga dan perwakilan perusahaan rokok menghadiri prosesi 'Wiwitan' atau mengawali musim tanam tembakau di Lereng Sumbing.
Bupati Temanggung Agus Gondrong bersama warga dan perwakilan perusahaan rokok menghadiri prosesi 'Wiwitan' atau mengawali musim tanam tembakau di Lereng Sumbing.
SHARE

BACAAJA, TEMANGGUNG – Pagi di lereng Gunung Sumbing pada Jumat (24/4/2026) kemarin terasa berbeda. Udara dingin, kabut tipis, dan langkah-langkah pelan warga yang membawa harapan. Di sinilah semuanya dimulai, musim tanam tembakau 2026 resmi dibuka lewat tradisi Wiwitan.

Bukan sekadar seremoni, Wiwitan adalah momen sakral. Ada doa, ada budaya, dan ada masa depan yang dipertaruhkan.

Di barisan depan, ibu-ibu berjalan sambil membawa tumpeng Sego Gono. Di belakangnya, bibit unggul varietas Kemloko ikut diarak. Simbol sederhana, tapi maknanya dalam: awal dari perjuangan panjang para petani.

Bacaaja: Begini Kondisi Petani Tembakau Temanggung, Usai Gudang Garam Hentikan Pembelian, di Ujung Tanduk
Bacaaja: Pesan Tegas Bupati Temanggung: Perusahaan Jangan Cuma Cari Untung, ‘Jaga Tetangga’ Juga

Bagi petani Temanggung, tanam tembakau itu bukan cuma soal kerja, ini soal hidup. Soal bertahan di tengah harga pupuk yang naik, cuaca yang makin sulit ditebak, dan pasar yang kadang nggak ramah.

Bupati Temanggung, Agus Setyawan, yang hadir langsung di lokasi, nggak menutup mata soal itu. Ia blak-blakan minta pabrikan lebih adil dalam menentukan harga. Bukan asal beli, tapi benar-benar menghitung dari awal proses, dari olah tanah sampai panen.

Bupati yang akrab disapa Agus Gondrong itu menekankan pentingnya peran pabrikan dalam menjaga stabilitas ekonomi petani. Ia berharap pihak pabrikan melakukan penghitungan biaya produksi petani secara menyeluruh.

“Harapan kami, pihak pabrikan menghitung biaya dari olah lahan sampai dengan pascapanen untuk menentukan harga per grade dengan perhitungan yang tidak merugikan petani. Jangan sampai petani yang sudah kerja keras justru rugi saat panen,”  ujarnya.

Bupati Temanggung Agus Gondrong bersama warga dan perwakilan perusahaan rokok menghadiri prosesi 'Wiwitan' atau mengawali musim tanam tembakau di Lereng Sumbing. Wiwitan adalah momen di mana doa, harapan, dan benih tembakau bertemu.
Bupati Temanggung Agus Gondrong bersama warga dan perwakilan perusahaan rokok menghadiri prosesi ‘Wiwitan’ atau mengawali musim tanam tembakau di Lereng Sumbing. Wiwitan adalah momen di mana doa, harapan, dan benih tembakau bertemu.

Satu hal yang cukup disorot, nasib petani non-kemitraan. Selama ini, nggak semua petani punya akses ke sistem kemitraan dengan pabrikan. Padahal, mereka juga punya hasil panen yang butuh pasar.

Harapannya sederhana: ada sistem yang lebih terbuka. Pelan-pelan, tapi pasti, supaya semua petani bisa ikut “masuk” dan hasilnya tetap terserap.

Dari sisi industri, PT Djarum juga mulai pasang standar. Lewat perwakilannya, Dawam, mereka menegaskan pentingnya kualitas. Mulai dari penggunaan varietas asli Jawa sampai proses tanpa campuran gula.

Di atas kertas, ini soal kualitas. Tapi di lapangan, ini juga soal tantangan.

Petani seperti Yamuhadi paham betul. Biaya produksi naik, cuaca nggak menentu, tapi standar tetap tinggi.

Tahun lalu, harga tembakau Kemloko sempat bikin senyum, Grade E tembus Rp85 ribu per kilo. Tapi itu bukan jaminan tahun ini bakal sama.

Wiwitan ditutup dengan kembul bujana, makan bersama nasi Gono. Sederhana, hangat, dan penuh makna.

Di tengah obrolan ringan, sebenarnya ada satu doa besar: semoga musim ini berpihak.

Karena di Temanggung, tembakau bukan cuma komoditas. Ia adalah cerita panjang tentang harapan, kerja keras, dan keyakinan bahwa tanah masih bisa memberi. Dan dari lereng Sumbing, cerita itu kembali dimulai. (*)

You Might Also Like

Macet Datang, Tol Jateng Siap ‘Disulap’ Kalau Udah Nggak Gerak

Tata Kelola Ruwet! Mitra Ancam Gembok Nasional SPPG, MBG bakal Tamat?

Petugas Damkar Kena Prank, Laporan Masuk Ada Ular Eh… Disuruh Tagih Utang Pinjol

Viral “Doa Berbayar” Yusuf Mansur, Netizen Heboh, Ustaz atau Content Creator?

Badan Gampang Loyo Terus, Bisa Jadi Ginjal Lagi Kasih Sinyal

TAGGED:agus gondronggunung sumbingheadlinelereng sumbingtanam tembakautemanggungwiwitan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Peta jalur rel Semarang-Rembang dan kolase foto kondisi stasiun yang berubah fungsi. (ist) Reaktivasi Jalur Kereta Api Semarang-Rembang, Penting Banget Gak Sih?
Next Article Semarang Disulap Jadi “War Room” MBG, Pakar Dunia Turun Gunung

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SAPA PELANGGAN SETIA - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah turut mewarnai peringatan Hari Pelanggan Nasional 2026 dengan memberikan apresiasi kepada pelanggan ICONNET sebagai bentuk penghargaan atas kebersamaan yang telah terjalin.

PLN Icon Plus Apresiasi Pelanggan Setia ICONNET di Hari Pelanggan Nasional 2026

SAMBUT MTQ--Bandara Ahmad Yani Semarang menyambut kedatangan rombongan MTQ Nasional dengan mendekorasi area bandara dengan nuansa Islami. (ist)

Bandara Ahmad Yani Semarang Siap Sambut Kafilah MTQ Nasional

SAPA ANAK CTEV - Kapolda Jateng Irjen Ribut Hari Wibowo jenguk anak-anak dengan kaki pengkor atau CTEV (clubfoot) yang sedang dirawat di RS Bhayangkara Semarang, Kamis (10/9/2026).

Kapolda Ribut Jenguk Anak Penderita CTEV di RS Bhayangkara Semarang, Ada 88 Kasus Terdata

Pagi Mepet? Coba Lima Menu Sarapan Ini

Video Viral Bikin Warga Geruduk Majelis Dzikir di Bekasi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Capratar Akpol Asal Papua Barat Daya Meninggal di Kompleks Akpol

Juli 31, 2026
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi berbincang santai dengan warga nelayan yang biasa menyandarkan kapalnya di PPP Asemdoyong Pemalang
Unik

Gubernur Luthfi Diam-diam Keruk Muara Asemdoyong Pemalang Karena Ganggu Nelayan

Juni 9, 2025
Unik

Bisa Bikin Mustahik Jadi Muzaki? Begini Cara Baznas Jateng Dorong Ekonomi Umat di Purbalingga

Agustus 13, 2025
Pendidikan

Mau Sekolah Gratis Berasrama? SMK Boarding Jateng Buka Pendaftaran

Maret 14, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Wiwitan di Lereng Sumbing: saat Doa dan Benih Tembakau Bertemu di Awal Musim Tanam
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?