Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Begini Kondisi Petani Tembakau Temanggung, Usai Gudang Garam Hentikan Pembelian, di Ujung Tanduk
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Begini Kondisi Petani Tembakau Temanggung, Usai Gudang Garam Hentikan Pembelian, di Ujung Tanduk

Pabrikan-pabrikan kecil memang sempat masuk ke pasar lokal sebagai alternatif pembeli. Tapi harga yang mereka tawarkan jauh dari harapan. Petani menghadapi dilema: menjual murah atau menyimpan sambil menanggung risiko kerusakan.

Nugroho P.
Last updated: Juni 17, 2025 12:36 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
RAWAT TANAMAN - Petani tembakau di Temanggung merawat tanaman yang menjadi komoditas andalan kabupaten tersebut.
RAWAT TANAMAN - Petani tembakau di Temanggung merawat tanaman yang menjadi komoditas andalan kabupaten tersebut.
SHARE

NARAKITA, TEMANGGUNG – Nasib ratusan petani tembakau di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, kini berada di ujung tanduk. Sejak PT Gudang Garam menghentikan pembelian tembakau dari daerah tersebut, gudang-gudang kecil di rumah warga justru berubah menjadi tempat penimbunan hasil panen yang tak kunjung terjual.

Situasi ini menciptakan keresahan di tengah masyarakat petani. Bukan hanya soal penghasilan yang hilang, namun juga soal keberlangsungan hidup keluarga mereka. Puluhan ton tembakau yang telah dikeringkan dan dikemas kini menumpuk tak bergerak.

Kepala Desa Purbasari Pujiyono, mengungkapkan kondisi ini makin membingungkan warga. Biasanya, setelah musim panen selesai, petani tinggal mengirim hasil olahan ke pabrikan dan menerima pembayaran. Namun tahun ini, semuanya terhenti.

“Sudah dikeringkan, sudah dikemas, tapi tidak ada yang ambil. Sudah penuh di rumah, petani jadi bingung mau dijual ke mana,” ungkap Pujiyono saat ditemui Senin kemarin.

Pabrikan-pabrikan kecil memang sempat masuk ke pasar lokal sebagai alternatif pembeli. Tapi harga yang mereka tawarkan jauh dari harapan. Petani menghadapi dilema: menjual murah atau menyimpan sambil menanggung risiko kerusakan.

Untuk diketahui, harga tembakau kualitas menengah seperti grade D dan G yang biasanya bisa mencapai Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram, kini hanya dihargai sekitar Rp80 ribu hingga Rp100 ribu. Itu pun tidak selalu laku dalam jumlah besar.

Penurunan lebih parah terjadi pada grade di bawahnya. Harga yang dulu berkisar Rp60 ribu sampai Rp70 ribu, kini terjun bebas menjadi Rp50 ribu hingga Rp60 ribu. Margin keuntungan pun tergerus habis.

Fenomena ini mengurangi daya tawar petani secara signifikan. Saat pabrikan besar mundur, para petani kehilangan pegangan. Sementara pabrikan kecil memanfaatkan situasi tersebut untuk menekan harga.

“Pabrikan kecil masuk, bilangnya stok di petani masih banyak. Mereka beli dengan tawaran harga yang bisa dinego, tapi tetap jauh lebih rendah,” jelas Pujiyono lagi.

Kondisi ini memunculkan rasa frustasi di kalangan petani. Banyak dari mereka yang mengandalkan hasil tembakau sebagai pendapatan utama keluarga. Beberapa bahkan sudah terlanjur meminjam modal untuk musim tanam sebelumnya.

Di sisi lain, pihak pemerintah daerah berusaha mencari solusi. Bupati Temanggung, Agus Setyawan, mengonfirmasi bahwa dirinya bersama anggota DPRD dan perwakilan petani telah melakukan audiensi langsung ke kantor pusat Gudang Garam di Kediri, Jawa Timur.

Dalam pertemuan itu, perwakilan perusahaan menjelaskan bahwa keputusan menghentikan pembelian tembakau dari Temanggung bersifat sementara. Alasannya adalah penurunan drastis penjualan rokok di pasar domestik.

Menurut Agus, permintaan rokok di pasar nasional memang mengalami penurunan signifikan. Hal ini berdampak langsung pada kebijakan pembelian bahan baku, termasuk tembakau rajangan dari Temanggung.

Meski alasan tersebut bisa dimengerti, namun bagi para petani, keputusan itu tetap menyakitkan. Mereka tak punya banyak pilihan selain menunggu atau menjual dengan harga murah.

Ketidakpastian inilah yang kini menjadi momok di tengah masyarakat petani tembakau. Banyak pihak berharap ada solusi jangka pendek dan jangka panjang agar kejadian serupa tak terus berulang setiap musim panen. (*)

You Might Also Like

Tikungan Bromo Bikin Heboh, Kuda Lepas Hantam Kijang Innova

Beruntungnya Para Ukhti, Lagi Haid Pun, Pahala Ngaji Tetap Ngalir Deras, Asal…

Pemkot Semarang Percepat Transisi TPA Jatibarang

Pramono Anung Tidak Perlu Viral Seperti Kepala Daerah Lainnya

Duka Lebanon Menggema, Rico Gugur Dunia Ikut Menoleh

TAGGED:gudang garamgudang garam stop beli tembakaunasib petani tembakaupetani tembakautembakau temanggung
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Petugas Damkar Kena Prank, Laporan Masuk Ada Ular Eh… Disuruh Tagih Utang Pinjol
Next Article Indonesia Siap Guncang Dunia Basket, Jadi Tuan Rumah Dua Turnamen FIBA 3×3 Internasional

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Anak Muda Ogah Jadi Petani? Ketua DPRD Jateng Bongkar Penyebabnya

Agustina: Bullying Bukan Kenakalan Biasa, Pelaku Harus Diproses

Heboh di Banjarnegara, Pengasuh Ponpes Diduga Lakukan Pencabulan Kepada 4 Santriwati

KOORDINASI--Sudewo Bupati Pati nonaktif, berkoordinasi dengan penasihat hukumnya di ruang sidang, Senin (29/6/2026). (bae)

Kubu Sudewo Salahkan Pengawal KPK: Kericuhan Dipicu Ulah Petugas

FPP Undip dan Pertamina Bikin KKN Naik Kelas di Pedurungan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Pengusaha Angkutan Selalu Dikambinghitamkan, Aptrindo Protes

Juni 28, 2025
Unik

Korlantas & Kemenhub Gaspol Menuju Zero ODOL 2027, Safety Week Jadi Alarm Keselamatan Jalan

Agustus 27, 2025
Tips

Saat Stres Melanda, Sepuluh Kalimat Ini Malah Terdengar Lebih Dewasa

Juni 27, 2026
Wali Kota Solo, Respati Ardi, saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral kesiapan pengamanan Idul Fitri 1447 H di Polresta Surakarta, Senin (2/3/2026).
Unik

Solo Siap Sambut Lebaran! Respati: Keamanan sampai Tempat Singgah Pemudik Disiapkan

Maret 2, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Begini Kondisi Petani Tembakau Temanggung, Usai Gudang Garam Hentikan Pembelian, di Ujung Tanduk
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?