Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mengintip Dapur Sekolah India, Bagus Mana Sama MBG-nya Indonesia?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Mengintip Dapur Sekolah India, Bagus Mana Sama MBG-nya Indonesia?

Menariknya, India sudah lebih dulu memulainya sejak tahun 1995 lewat Program Nasional Dukungan Gizi untuk Pendidikan Dasar atau National Programme of Nutritional Support to Primary Education (NP-NSPE).

Nugroho P.
Last updated: November 6, 2025 3:51 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Program yang dikenal juga sebagai Mid-Day Meal ini diluncurkan pada 15 Agustus 1995, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan India. Tujuannya simpel tapi berdampak besar: meningkatkan kehadiran siswa, menurunkan angka putus sekolah, dan memperbaiki gizi anak-anak di negeri itu.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Indonesia akhirnya ikut jejak India dalam menerapkan program makan siang gratis di sekolah. Program ini bukan cuma soal makanan, tapi juga tentang harapan besar agar anak-anak bisa tumbuh sehat, cerdas, dan semangat belajar tanpa perut keroncongan.

Menariknya, India sudah lebih dulu memulainya sejak tahun 1995 lewat Program Nasional Dukungan Gizi untuk Pendidikan Dasar atau National Programme of Nutritional Support to Primary Education (NP-NSPE).

Program yang dikenal juga sebagai Mid-Day Meal ini diluncurkan pada 15 Agustus 1995, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan India. Tujuannya simpel tapi berdampak besar: meningkatkan kehadiran siswa, menurunkan angka putus sekolah, dan memperbaiki gizi anak-anak di negeri itu.

Setiap anak mendapat jatah 100 gram makanan per hari sekolah. Tapi seiring waktu, program ini terus berevolusi mengikuti kebutuhan generasi baru.

Pada tahun 2001, Mahkamah Agung India turun tangan dan menetapkan standar baru—anak-anak harus menerima makanan siap saji dengan minimal 300 kalori dan 8–12 gram protein. Kebijakan ini diperluas hingga siswa kelas VIII pada 2008–2009.

Nggak berhenti di situ, tahun 2021 pemerintah India meluncurkan skema baru bernama Pradhan Mantri Poshan Shakti Nirman (PM POSHAN). Melalui program ini, sekolah-sekolah pemerintah, madrasah, dan pusat pelatihan juga ikut menyediakan makanan sehat dari tahun 2022 hingga 2026.

Untuk mendukungnya, pemerintah India menyiapkan dana besar—sekitar Rs 12.467,39 crore atau setara Rp24,9 triliun dalam anggaran 2025. Angka yang bikin banyak negara melirik dan belajar dari keberhasilan mereka.

Porsi makan pun disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Anak-anak pra-sekolah hingga kelas dasar mendapat 100 gram per hari, sementara siswa sekolah lanjutan sampai NCLP kebagian 150 gram.

Uniknya, program ini juga membuka lapangan kerja. Satu juru masak dipekerjakan untuk setiap 25 siswa, dan dua untuk sekolah berisi 26–100 siswa. Honor minimumnya sekitar Rp200 ribu per bulan, tapi banyak negara bagian memberi tambahan sesuai kemampuan daerah.

Lewat cara sederhana ini, India membuktikan bahwa dapur sekolah bisa jadi ujung tombak pemerataan gizi nasional.

Nah, hampir tiga dekade berselang, Indonesia pun meluncurkan program serupa bernama

Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program MBG 2025 ini akan dijalankan lewat 5.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Targetnya luar biasa: menjangkau 15 hingga 16,5 juta penerima manfaat dari berbagai kalangan pelajar dan tenaga pendidik.

Menu yang disajikan pun khas Indonesia banget—nasi, lauk, sayur, dan buah, semuanya bernilai gizi seimbang dengan harga sekitar Rp10 ribu per porsi.

Kualitas makanan dijamin oleh Kepala SPPG dan tim ahli gizi yang bertugas di tiap wilayah. Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap bukan cuma kenyang yang didapat, tapi juga gizi yang cukup untuk tumbuh optimal.

Program ini juga membuka peluang besar bagi UMKM lokal, terutama penyedia bahan pangan dan katering desa. Jadi, dampaknya bukan hanya ke anak sekolah, tapi juga ke ekonomi sekitar.

Kalau di India, program ini sukses menurunkan angka putus sekolah hingga 15% dalam dekade pertama, Indonesia berharap bisa merasakan efek serupa di masa depan.

Selain itu, MBG juga jadi bagian dari upaya besar mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, di mana generasi muda tumbuh sehat dan berdaya saing tinggi.

Bisa dibilang, dapur-dapur kecil di sekolah kini punya peran besar dalam mencetak masa depan bangsa.

Jadi, dari dapur sekolah di Gujarat sampai dapur SPPG di Indonesia semangatnya tetap sama: menghadirkan piring yang bukan cuma berisi makanan, tapi juga masa depan. (*)

You Might Also Like

Dipikir Sehat, Ternyata Air Kelapa Bisa Jadi Pantangan untuk Orang Ini

Gerobak Pinggir Jalan Hancur, Disikat Mobil MBG Owi Pulang Tinggalkan Anak Masih Balita

Bisa Bikin Mustahik Jadi Muzaki? Begini Cara Baznas Jateng Dorong Ekonomi Umat di Purbalingga

Tersangka Kredit Fiktif, Iwan Lukminto Pernah Singgung Permendag Era Jokowi Bikin Sritex Bangkrut

Menyambut Maulid Nabi 2025, Ini Amalan Sunah yang Bisa Dilakukan agar Berkah

TAGGED:INDIAMBGMBG India
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Penasaran? Ini Profil KGPA Tedjowulan, Plt Raja Keraton Solo
Next Article Lalu Siapa KGPH Purbaya, Simak Berikut Ini

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Polisi Ungkap Napi Lapas Sragen Kendalikan Peredaran Sabu di Solo

ANJING RAKSASA - Denver seekor anjing berjenis Alaskan Malamute berusia 2 tahun asal Semarang dengan bobot sekitar 70 kilogram Foto bersama pemilik Lily Harts, Minggu (27/9/2026). (dul)

Denver si Selebdog Malamute Raksasa Asal Semarang, Popularitasnya Jadi Jalan Berbagi

PENIPUAN - Ilustrasi pelaku penipuan sedang beraksi.

Sial! Rela Bayar Rp380 Juta Demi Anak Masuk UI, Ujungnya Kena Tipu

BANTAL KUCING - Dina memegang bantal bergambar kucing buatan tangannya sendiri, Minggu (27/9/2026). Sebagian keuntungan dari jualan bantal kucing itu digunakan untuk memberi makan kucing jalanan. (dul)

Kisah Dina Rawat Kucing-kucing Terlantar, Andalkan Cuan dari Jualan Bantal Bergambar Meong

Gubes UGM: Kuliah Gratis Jangan Cuma PTN

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Viral

Isu Sabotase Kebakaran Terra Drone Makin Liar, Polisi Angkat Suara

Desember 12, 2025
Unik

Suara Wanita Mendesah Menggema di GBK, Pihak Pengelola Akhirnya Angkat Bicara

Juli 15, 2025
Unik

Pemprov Dikasih Alat “Nyedot Air dari Udara”

Mei 5, 2026
Tips

Duduk Bersila Kelamaan Bikin Kaki Kesemutan, Ini Penjelasan Serunya

Juni 29, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mengintip Dapur Sekolah India, Bagus Mana Sama MBG-nya Indonesia?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?