Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pemprov Siapkan Pekerja Migran Jateng Jadi Profesional
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Pemprov Siapkan Pekerja Migran Jateng Jadi Profesional

Bekerja di luar negeri bukan lagi soal berangkat lalu berharap nasib baik. Gubernur Ahmad Luthfi ingin pekerja migran asal Jawa Tengah naik level: berangkat dengan skill, siap kerja profesional, dan tentu saja lebih terlindungi.

T. Budianto
Last updated: Maret 6, 2026 10:59 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PELATIHAN MENJAHIT: Sejumlah peserta mengikuti pelatihan menjahit di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Pekalongan, beberapa waktu lalu. Program pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan kerja masyarakat agar siap memasuki dunia industri maupun membuka usaha mandiri di sektor konveksi dan garmen. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemprov Jateng menyatakan siap memberikan dukungan penuh untuk meningkatkan kapasitas pekerja migran agar mampu bersaing sebagai tenaga profesional di luar negeri. Komitmen itu disampaikan Gubernur Ahmad Luthfi saat menerima audiensi Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla di Semarang, Kamis (5/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Luthfi juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia yang datang langsung ke Jateng untuk melakukan asistensi.

Baca juga: Dijanjikan Kerja di Korsel Ternyata Cuma Diajak Plesiran ke Luar Negeri, Belasan Warga Demak Tertipu

Menurutnya, Jateng memang menjadi salah satu kantong pekerja migran Indonesia (PMI) terbesar di Tanah Air. Data menunjukkan jumlah PMI dari provinsi ini terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021 tercatat sekitar 17.440 orang, kemudian melonjak menjadi 47.493 orang pada 2022, 64.566 orang pada 2023, dan 66.610 orang pada 2024. Sementara pada 2025 jumlahnya tercatat 62.276 orang yang bekerja di berbagai negara.

Beberapa daerah yang dikenal sebagai penyumbang PMI di Jawa Tengah antara lain Cilacap, Kendal, Brebes, Pati, Grobogan, Banyumas, Sragen, hingga Kebumen. “Jangan sampai mereka jadi perasan karena tidak sesuai dengan aturan atau hukum,” kata Luthfi.

Karena itu, ia menilai langkah pemerintah pusat dalam meningkatkan kapasitas dan membangun ekosistem pekerja migran sangat sejalan dengan program yang sedang dijalankan Pemprov Jateng. Apalagi, Jawa Tengah memiliki banyak Balai Latihan Kerja (BLK), sekolah vokasi, SMK, hingga politeknik yang dapat dimanfaatkan untuk menyiapkan calon pekerja migran agar lebih kompeten.

Sesuai Prosedur

“Minimal ekosistem pemberangkatan PMI sesuai dengan proporsinya dan sesuai negara yang dituju. Contohnya tentang bahasa, budaya, dan keprofesionalannya,” ujarnya. Menurut Luthfi, jika ekosistem penyiapan tenaga kerja sudah dibangun dengan baik, maka perlindungan terhadap PMI juga akan lebih kuat. Sebab banyak persoalan pekerja migran selama ini berawal dari keberangkatan yang tidak sesuai prosedur.

Sementara itu, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla mengatakan pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memetakan sarana dan prasarana di daerah-daerah kantong PMI.

Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengoptimalkan penempatan pekerja migran Indonesia di sektor profesional. “Arahan Presiden untuk mengoptimalkan kurang lebih sekitar 500 ribu calon pekerja Indonesia yang akan kita tempatkan di berbagai sektor profesional di luar negeri,” jelasnya.

Baca juga: Anak Jateng Didorong Naik Level di Jepang

Ia juga mengapresiasi kesiapan Jateng yang sejak awal telah serius menyiapkan sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi dan pelatihan kerja. Perlindungan pekerja migran, lanjutnya, harus dilihat sebagai satu ekosistem utuh mulai dari pelatihan kompetensi, kemampuan bahasa, kelengkapan dokumen, hingga proses penempatan kerja. Menurutnya, infrastruktur pendidikan di Jateng sebenarnya sangat siap mendukung program tersebut.

Jika dihitung dari seluruh sekolah vokasi, BLK, SMK, hingga politeknik di provinsi ini, kapasitasnya bahkan mencapai sekitar 1,2 juta orang. “Ini menjadi kabar gembira bagi kami. Mudah-mudahan secepatnya kita bentuk tim percepatan untuk menyusun agenda-agenda strategisnya,” ujarnya.

Selama ini banyak orang mengira kerja ke luar negeri cuma soal berangkat dan cari gaji lebih besar. Padahal tanpa skill dan sistem yang jelas, yang besar bukan cuma gajinya, risikonya juga. Makanya, sebelum koper ditutup dan paspor dicap, bekalnya harus lebih dari sekadar nekat.  (tebe)

You Might Also Like

Noel Tuding KPK Konten Kreator, “Hukum Mati Saya Kalau Terbukti Korupsi”

Sukses Bertahan, COO PSIS Apresiasi Kerja Keras Tim

Pilkada lewat DPRD Bentuk Kemunduran Demokrasi, Pengamat: Politik Transaksional

Sidang Isbat Digelar Hari Ini: Penentu Awal Bulan Ramadan Versi Pemerintah, Bisa Ditonton Live

Gebrakan Baru Prabowo: Orang Asing Boleh Jadi Bos BUMN!

TAGGED:BLKheadlinekementerian p2mipekerja migran indonesiapemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pemain PSIS Tetap Dapat ‘PR’ Latihan Selama Jeda Liga
Next Article Dua Pekan Jelang Lebaran, 400 Ribu Orang Sudah Amankan Tiket Kereta

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Borobudur Ajak Lima Daerah Berbagi Panggung Wisata

Ilustrasi armada BRT Trans Jateng.

Mulai 2027, Trans Jateng Sambungkan Magelang-Temanggung

Mangrove 46 Hektare Digusur Tol, Penggantinya Masih Misteri

LAUTAN SAMPAH --Gunungan sampah tampak menjulang di kawasan TPA Jatibarang, Semarang. (ist)

85 Investor Berebut Proyek Sampah Jadi Listrik Rp3 Triliun di Semarang

TAHANAN KASUS KORUPSI - Mantan Pangdam IV/Diponegoro, Letjen TNI Widi Prasetijo, ditahan terkait kasus korupsi BUMD Cilacap. Widi menjadi ajudan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada 2014. (ist)

Jenderal TNI Eks-Ajudan Jokowi Ditahan, Skandal Mega Korupsi BUMD Cilacap

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi warga binaan dalam penjara.
Hukum

Tiga Kreak Ditangkap setelah Keroyok Pesilat Pagar Nusa hingga Tewas di Demak

Desember 27, 2025
Plesir

Kemenpar Dorong Shiva Festival Naik Level Nasional

Februari 17, 2026
Ketua Dewan Pertimbangan Apindo Jateng, Frans Kongi, memberi pemaparan dalam diskusi publik “Titik Kumpul 2 SKS” bersama perwakilan organisasi buruh dan Peradi SAI Semarang, yang di selenggarakan bacaaja.co, Rabu (29/4/2026). (dul)
Info

Pengusaha Jateng Tertekan Kenaikan BBM dan Bahan Baku, Produksi Terancam Turun

April 30, 2026
Megawati Soekarnoputri kembali tunjuk Hasto Kristiyanto sebagai Sekretaris jendral PDI Perjuangan periode 2025-2030. Keputusan yang membuat kaget kader dan juga pengurus DPP sendiri.
Politik

Megawati Main Kartu Uno, Hasto Balik Jadi Sekjen

Agustus 15, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pemprov Siapkan Pekerja Migran Jateng Jadi Profesional
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?