BACAAJA, TEMANGGUNG — Bupati Agus Setyawan kasih pesan tegas ke perusahaan-perusahaan besar di Temanggung: bisnis jalan, tapi jangan lupa ‘jaga tetangga’.
Pesan ini disampaikan saat ia meninjau pabrik PT Shoenary Javanesia Inc (SJI) di Kecamatan Kranggan, Selasa (21/4/2026), bertepatan dengan Hari Kartini.
Menurut Agus, perusahaan nggak boleh cuma fokus ke profit. Harus ada kontribusi nyata ke warga sekitar, terutama desa yang paling dekat dengan pabrik.
Bacaaja: Agus Gondrong Ajak Gen Z Temanggung Kenali Keris: Bukan Mistis, tapi Warisan Budaya!
Bacaaja: Rumah Terapi Gratis untuk ABK, Bupati Agus Gondrong: Bentuk Cinta Warga Temanggung
“Harapannya perusahaan bisa benar-benar jaga tetangga. Supaya manfaatnya kerasa langsung ke masyarakat sekitar,” ujarnya.
Desa seperti Badran, Bengkal, Pare, sampai Nguwet disebut jadi prioritas karena lokasinya paling dekat.
Agus juga nitip soal rekrutmen. Dia minta perusahaan lebih mengutamakan tenaga kerja lokal Temanggung.
“Kalau ada rekrutmen, utamakan warga sini dulu. Biar ada rasa memiliki,” katanya.
Logikanya simpel: kalau warga merasa punya, mereka juga bakal ikut menjaga keberlangsungan perusahaan.
Nggak cuma itu, Agus juga ingatkan perusahaan buat memperlakukan karyawan sebagai “saudara”, bukan cuma pekerja.
“Tanpa karyawan, produksi nggak jalan. Tapi karyawan juga harus jaga investor,” pesannya.
Intinya: harus ada keseimbangan,perusahaan jalan, karyawan sejahtera.
Dari sisi perusahaan, Jason Yang bilang pihaknya memang berusaha tumbuh bareng masyarakat lokal.
Saat ini, PT SJI mempekerjakan sekitar 2.168 karyawan, dengan 72% di antaranya warga lokal Temanggung.
“Kami sudah enam tahun di sini dan ingin terus berkembang bersama,” katanya.
Pesan “jaga tetangga” ini jadi semacam pengingat: investasi itu bukan cuma soal angka, tapi juga soal dampak sosial.
Karena di balik pabrik besar, ada warga sekitar yang ikut merasakan, atau justru menanggung dampaknya. (*)

