Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: JK Geram Tanahnya Diserobot, Menteri ATR Ngaku BPN Salah Fatal
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

JK Geram Tanahnya Diserobot, Menteri ATR Ngaku BPN Salah Fatal

Mafia tanah memang nyata adanya, melibatkan jaringan besar dari pengusaha, aparat penegak hukum, hingga pihak berwenang lainnya. Ke mana rakyat mencari perlindungan?

R. Izra
Last updated: November 9, 2025 3:11 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, JAKARTA — Kasus lahan JK dicaplok di Makassar jadi bukti jelas, ada mafia tanah bergentayang. Jika sekelas JK saja bisa jadi korban, bagaimana dengan rakyat?

Kasus tumpang tindih sertifikat tanah milik keluarga Jusuf Kalla (JK) di Makassar bikin heboh. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid, buka suara: pihaknya salah.

“Saya akui ada kesalahan dari BPN. Kok bisa keluar dua sertifikat untuk lahan yang sama? Ini jelas nggak benar,” ujar Nusron, Kamis (6/11/2025).

Menurut Nusron, lahan itu awalnya sudah bersertifikat atas nama PT Hadji Kalla, perusahaan milik keluarga JK. Tapi belakangan, muncul lagi sertifikat baru atas nama PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD), anak usaha Lippo Group.

“Kalau sertifikat Hadji Kalla terbit lebih dulu, seharusnya dimediasi dulu. Nggak bisa langsung dieksekusi gitu aja,” jelasnya.

Meski begitu, Nusron menegaskan, sengketa langsung bukan antara Hadji Kalla dan GMTD, tapi antara GMTD dan pihak lain yang ikut mengklaim lahan tersebut.

Kementerian ATR/BPN kini udah kirim surat ke Pengadilan Negeri Makassar buat minta klarifikasi kenapa bisa tiba-tiba ada eksekusi lahan.

“Kami mempertanyakan dasar eksekusinya. PN Makassar sudah tiga kali batalin undangan konstatering, eh tiba-tiba langsung eksekusi. Ini nggak benar,” kata Nusron.

Nggak tinggal diam, Jusuf Kalla langsung turun ke lokasi tanah miliknya di Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar. Wajahnya kelihatan kesal.

“35 tahun lalu saya beli sendiri, nggak pernah bermasalah. Kami nggak punya hubungan hukum dengan GMTD,” tegasnya.

JK juga heran karena ada pihak bernama Manyombalang yang menggugat lahan itu.
“Yang nuntut itu penjual ikan. Masa penjual ikan punya tanah seluas ini?” ujarnya dengan nada heran.

Lebih lanjut, JK menyebut kasus ini sarat rekayasa dan kebohongan.
“Ini kebohongan, rekayasa macam-macam. Jangan main-main di Makassar ini,” katanya tegas.

JK curiga ada mafia tanah besar

JK menduga ada praktik mafia tanah yang memanfaatkan celah hukum dalam kasus ini.

“Tanah ini dulu saya beli dari Hj Najmiah, dia pemilik aslinya. Mungkin dia ditipu, makanya muncul masalah begini,” ungkap JK.

Ia pun memperingatkan, kalau kasus kayak gini dibiarkan, bisa bahaya buat pemilik lahan lain.

“Kalau Hadji Kalla aja bisa diginiin, apalagi yang kecil-kecil. Ini kayak perampokan,” tukasnya.

JK memastikan, keluarganya siap tempur di jalur hukum.

“Mau sampai mana pun, kita lawan ketidakadilan. Pengadilan juga harus adil, jangan dimaini,” ujarnya menutup pernyataan.

Bagaimana menurut Sobat Bacaaja, mafia tanah memang bukan isapan jempol belaka bukan? (*)

You Might Also Like

Bandara ‘Ilegal’ Diresmikan Jokowi, Pengamat: Negara dalam Negara

Kowad Cantik Diduga Dapat Jatah Alphard dari Letjen Widi, TPPU Korupsi BUMD Cilacap

Pemprov Perkuat Sekolah Inklusi buat Penyandang Disabilitas

Jalan Honggowongso Ngaliyan Ambles Tengah Malam, Warga Ungkap Fakta Memilukan

IDI Jateng Pasang Badan, Gak Terima Dokter RSI Sultan Agung Jadi Korban Kekerasan Keluarga Pasien ‘Sultan’

TAGGED:headlinejusuf kallamafia tanahtanah jk dicaploktanah jk diserobot
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Novita Rachmah Sari, Mahasiswa Program Studi Magister Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFAR) Yayasan Pharmasi Semarang. Manfaat Sambiloto untuk Mengobati Diabetes Melitus
Next Article Antara Takdir, Kopi, dan Cara Rizal Galih Tuntaskan S2 UGM dengan IPK Sempurna

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SIDANG TPPU--Gus Yazid terdakwa kasus pencucian uang BUMD Cilacap, digiring dari ruang sidang menuju mobil tahanan. (bae)

Istri Gus Yazid Ungkap Fakta Mencengangkan: Dia Lebih Pilih Setia kepada Jenderal Widi

JALAN--Jalan baru Undip Tembalang. (google earth)

Pemkot Semarang Ikut Terseret, Warga Tuntut Ganti Rugi Lahan Proyek Jalan Jangli-Undip

Mohammad Saleh Minta Perbaikan Jalan Pantura Barat Dipercepat

Menengok Ulang Kontroversi “Wonderland Indonesia” yang Mengubah Cara Kita Melihat Budaya

Warga Binaan Lapas Purwodadi Belajar Jadi Barista

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

PDIP Jateng Mulai Panasin Mesin 2029

Mei 25, 2026
Daerah

Pemkot Semarang Gandeng Kejaksaan, Biar Urusan Pemerintahan Nggak Bikin Was-Was

Agustus 25, 2025
CUKAI - Ilustrasi pita cukai rokok. (ist)
Ekonomi

Purbaya Pastikan Cukai Rokok Tahun Depan Gak Naik, Angin Segar untuk IHT

Mei 20, 2026
Hukum

Puan Tegas Minta Kasus Kematian Alvaro Diusut Tuntas: Jangan Sampe Terulang

November 25, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: JK Geram Tanahnya Diserobot, Menteri ATR Ngaku BPN Salah Fatal
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?