Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Empat Kecamatan di Semarang Rawan Kekeringan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Empat Kecamatan di Semarang Rawan Kekeringan

Musim kemarau baru mulai menunjukkan taringnya, tapi Pemerintah Kota Semarang memilih bergerak lebih dulu. Daripada menunggu warga kesulitan air, cadangan ratusan ribu liter air bersih sudah disiapkan, sementara saluran irigasi dijaga agar sawah tetap mendapat pasokan air.

T. Budianto
Last updated: Juli 27, 2026 1:53 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
BERI KETERANGAN: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri kegiatan Jalan Sehat HANI 2026 di halaman Kantor BNN Jateng, Jl Madukoro Blok BB, Semarang, Minggu (26/7). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Pemkot Semarang mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan selama musim kemarau 2026. Mulai dari menyiapkan cadangan 900 ribu liter air bersih, menjaga jaringan irigasi, hingga mempercepat distribusi bantuan ke kawasan yang rawan mengalami krisis air.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, seluruh organisasi perangkat daerah telah diinstruksikan bergerak bersama untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

“Mayoritas wilayah rawan ini berada di kawasan perbukitan yang minim sumber mata air dan belum sepenuhnya terlayani jaringan PDAM. Karena itu BPBD telah menyiapkan cadangan logistik air bersih sebanyak 900.000 liter yang diproyeksikan aman hingga akhir tahun,” ujar Agustina, Minggu (26/7/2026).

Berdasarkan pemetaan BPBD Kota Semarang, terdapat empat kecamatan yang masuk kategori rawan kekeringan, yakni Tembalang, Banyumanik, Gunungpati, dan Ngaliyan. Selain itu, Kecamatan Genuk juga menjadi wilayah yang mendapat pemantauan khusus.

Daerah yang berpotensi mengalami kekurangan air antara lain Kelurahan Rowosari, Mangunharjo, Jabungan, Cepoko, dan Wonosari. Untuk mempercepat distribusi bantuan, BPBD menyiagakan armada truk tangki berkapasitas 5.000 liter.

Baca juga: Ancaman Kekeringan di Semarang Bukan Cuma karena Kemarau

Hingga saat ini, sebanyak 48 ribu liter air bersih atau delapan truk tangki telah disalurkan ke sejumlah wilayah seperti Kalipancur, Perumahan Permata Tembalang, Griya Permata Permai, Perumahan Lestari Indah, Kelurahan Bulusan, hingga Kantor BPBD.

Agustina memastikan koordinasi antara BPBD, PDAM, serta pemerintah kecamatan dan kelurahan terus diperkuat agar penyaluran bantuan dapat dilakukan lebih cepat ketika masyarakat membutuhkan.

“Kalau ada wilayah yang mulai mengalami keterbatasan air, masyarakat bisa melapor melalui RT atau RW sehingga distribusi air bersih dapat segera dijadwalkan,” katanya.

Sektor Pertanian

Selain kebutuhan air bersih untuk warga, Pemkot juga memastikan pasokan air bagi sektor pertanian tetap aman. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) terus melakukan pemeliharaan bendung, saluran irigasi, serta membersihkan sampah maupun endapan yang berpotensi menghambat aliran air.

Menurut Agustina, sistem irigasi di Kota Semarang masih banyak bergantung pada bendung sungai dibanding embung. Di sisi lain, puluhan sendang yang berada di kawasan perbukitan hingga kini masih mengalir normal dan dapat dimanfaatkan masyarakat selama musim kemarau.

“Menghadapi musim kemarau ini pasokan air irigasi masih aman. Yang kami lakukan sekarang adalah memastikan bendung dan saluran irigasi tetap berfungsi dengan baik sehingga distribusi air berjalan lancar,” jelasnya.

Baca juga: Petani Jabungan ‘Nekat’ Tanam Padi saat Kemarau Mulai Datang, Gak Takut Kekeringan?

Meski kondisi pasokan masih terkendali, Agustina tetap mengimbau masyarakat mulai menerapkan pola penggunaan air yang lebih hemat. Imbauan itu disampaikan menyusul adanya potensi Hari Tanpa Hujan (HTH) berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Saya berharap seluruh masyarakat Kota Semarang menggunakan air secara bijak dan efisien agar kebutuhan bersama tetap terjaga selama musim kemarau,” pungkasnya.

Air memang masih mengalir hari ini. Tapi kalau baru sadar pentingnya saat keran sudah tak menetes, yang terlambat bukan musimnya, melainkan kebiasaan kita menganggap air selalu tersedia. (tebe)

You Might Also Like

Tol Trans Jawa Masih Lengang tapi Polisi Udah Siaga

PDIP Santai, Basarah: Ganti Kepala LKPP Itu Haknya Presiden

Kasus Sudewo: KPK Cium Ada “Main Belakang” di Jalur Kereta

Sekolah Rakyat, Cara Jateng Lawan Kemiskinan

Bukannya Ikan, Tiga Nelayan Juwana Kegep Bawa Burung Langka

TAGGED:agustina wilujengkekeringanpemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ketika Catcalling Dibungkus Candaan, Imbasnya Perempuan Kehilangan Ruang Eksistensi
Next Article KAMAR MAYAT - Korban tewas diantar ke ruang jenazah. (grafis/wahyu) Kepala Rumah Tangga Eks-Jampidsus Febrie Tewas Misterius, Sengaja Dihabisi?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SEKJEN PDIP - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. (ist)

30 Tahun Kudatuli, Sekjen PDIP Desak Pemerintah Bongkar Kasus hingga Tuntas: Jangan Tutup Mata!

KAMAR MAYAT - Korban tewas diantar ke ruang jenazah. (grafis/wahyu)

Kepala Rumah Tangga Eks-Jampidsus Febrie Tewas Misterius, Sengaja Dihabisi?

Empat Kecamatan di Semarang Rawan Kekeringan

Ketika Catcalling Dibungkus Candaan, Imbasnya Perempuan Kehilangan Ruang Eksistensi

Perry Warjiyo saat masih menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Perry saat ini resmi mengundurkan diri dari Gubernur BI.

Terungkap! Alasan Pribadi Bikin Perry Warjiyo Sukarela Mundur dari Guberur BI

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Menteri Purbaya, ya? Mungkinkah dia cuma jadi bayang-bayang Luhut Binsar Panjaitan, ikut-ikutan tanpa suara sendiri? Atau malah jagoannya Luhut yang siap jadi pemain cadangan di panggung besar?. Gambar ilustrasi: Tim Kreatif/dok. 
Ekonomi

Belum Sebulan Jadi Menteri, Ini Polah Menkeu Purbaya yang Bikin Geger

September 29, 2025
Ekonomi

Uang Deras ke Jateng: Investasi 2025 Tembus Target

Januari 22, 2026
Olahraga

Jateng Gaspol Jadi Pusat Olahraga Berkuda Nasional, Trek Internasional Dibangun di Batang

September 21, 2025
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Tengah, Dhoni Widianto. (dul)
Info

Jateng Kekurangan Nakes, Pemprov Usulkan 2.076 Formasi CASN pada 2026

Juni 25, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Empat Kecamatan di Semarang Rawan Kekeringan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?