BACAAJA, MALANG – Suasana di lingkungan Universitas Brawijaya (UB) Malang mendadak geger pada Kamis pagi. Seorang mahasiswa berinisial RR (19) ditemukan dalam kondisi kritis setelah jatuh dari lantai enam salah satu gedung kampus.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di Gedung A Fakultas Bio Industri Pertanian dan Kehutanan UB. RR yang merupakan mahasiswa semester 3 Fakultas Kedokteran diduga melompat dari jendela sebelum jatuh ke area parkir sepeda motor di lantai dasar.
Benturan keras membuat RR mengalami sejumlah luka serius. Meski jatuh dari ketinggian, mahasiswa angkatan 2025 itu masih hidup dan langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.
Polisi Masih Cari Tahu Motifnya
Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobhikin mengatakan pihaknya belum bisa memastikan alasan di balik kejadian tersebut.
Penyidik Unit Reskrim Polsek Lowokwaru bersama Polresta Malang Kota masih mengumpulkan informasi dan petunjuk dari lokasi kejadian.
“Untuk motif belum bisa diketahui karena masih dalam penyelidikan oleh Unit Reskrim Polsek Lowokwaru dan Polresta Malang Kota,” kata Lukman, Kamis (10/9/2026).
Berdasarkan informasi awal yang diperoleh polisi, RR sempat keluar melalui jendela di lantai enam. Setelah itu, korban diduga mengambil ancang-ancang sebelum akhirnya menjatuhkan diri ke area parkiran.
“Benar bahwa tadi pagi sekira pukul 09.00 WIB, telah terjadi dugaan bahwa seorang mahasiswa UB melakukan percobaan bunuh diri dari lantai enam tersebut dengan cara melompat dari jendela,” ujar Lukman.
“Ia kemudian melakukan ancang-ancang sebelum menjatuhkan diri ke bawah, yang tepat berada di area parkiran motor,” lanjutnya.
RR Masih Dirawat di ICU
RR selamat dari kejadian tersebut, tetapi mengalami cedera serius akibat benturan dengan permukaan parkiran.
Saat ini, mahasiswa Fakultas Kedokteran tersebut masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.
Lukman menyebut korban mengalami patah tulang pada bagian kaki dan lengan. Namun, polisi belum dapat memastikan secara detail bagian tubuh sebelah mana yang mengalami patah tulang.
“Korban mengalami patah tulang di bagian kaki dan lengan yang saat ini masih dilakukan pemeriksaan di ICU RSSA Kota Malang,” kata Lukman.
Kondisi RR masih belum memungkinkan untuk dimintai keterangan. Polisi pun memilih menunggu kondisi medis korban membaik sebelum menggali informasi langsung mengenai kejadian tersebut.
Keterangan dari korban nantinya diharapkan bisa membantu penyidik mengetahui latar belakang serta motif di balik tindakan yang diduga dilakukan RR.
Kampus Benarkan RR Mahasiswa FK
Pihak Universitas Brawijaya membenarkan bahwa RR merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran. Informasi tersebut disampaikan Humas Fakultas Kedokteran UB, Dame Marpaung.
“Iya benar, dari Fakultas Kedokteran,” kata Dame.
Ketua Unit Layanan Terpadu Kekerasan Seksual dan Perundungan (ULTKSP) Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan UB, Dwi Retnoningsih, juga membenarkan kejadian tersebut.
“Benar, anak FK angkatan 2025 lompat melalui jendela. Sekarang sedang ditangani oleh pihak Kepolisian,” ujar Dwi.
Wakil Rektor Bidang III UB, Dr. Setiawan Noerdajasakti, turut datang ke lokasi setelah mendapat informasi mengenai kejadian tersebut.
Setiawan mengaku belum mengetahui detail peristiwa sehingga memilih melihat langsung kondisi di lapangan.
“Saya belum tahu. Makanya saya datang ke sini untuk melihat langsung. Informasinya korban masih hidup dan sedang dilarikan ke rumah sakit,” kata Setiawan.
Lokasi Kejadian Dipasangi Garis Polisi
Insiden tersebut sempat membuat suasana kampus ramai. Sejumlah mahasiswa terlihat berkumpul di sekitar lokasi setelah proses evakuasi korban dilakukan.
Petugas kepolisian kemudian memasang garis polisi di area parkiran lantai dasar Gedung A Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan UB. Satpam kampus juga disiagakan untuk membantu menjaga lokasi agar tidak terganggu selama proses penyelidikan.
Sejumlah mahasiswa yang memarkirkan sepeda motor di area tersebut juga belum diperbolehkan mengambil kendaraannya. Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan sejumlah petunjuk.
Sementara itu, penyelidikan terus dilakukan untuk memastikan rangkaian kejadian sekaligus mencari tahu apa yang melatarbelakangi aksi tersebut. Polisi masih menunggu kondisi RR memungkinkan untuk memberikan keterangan secara langsung. (*)

