BACAAJA, YOGYAKARTA – Nama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X kembali dicatut dalam video palsu yang beredar di media sosial. Kali ini, wajah dan suara Sultan dibuat seolah-olah sedang menawarkan jasa pengelolaan keuangan kepada masyarakat.
Video tersebut diduga merupakan hasil rekayasa menggunakan artificial intelligence (AI). Kontennya menampilkan Sultan seakan memberikan rekomendasi layanan keuangan yang disebut bisa memberikan keuntungan bagi penggunanya.
Pemda DIY langsung mengingatkan masyarakat agar tidak gampang percaya dengan video semacam itu. Apalagi, konten tersebut masih mendapat respons positif dari sejumlah warganet, yang menunjukkan ada kemungkinan sebagian orang mengira video itu benar-benar dibuat oleh Sultan.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Kominfo DIY, Ditya Nanaryo Aji, memastikan video tersebut merupakan hoaks.
“Sesuai ketugasan, kami merasa perlu menyampaikan kepada masyarakat video hoax yang mengatasnamakan bapak Gubernur,” ujar Ditya melalui sambungan telepon, Kamis (10/9/2026).
Wajah dan Suara Sultan Direkayasa
Ditya menjelaskan, video tersebut masuk kategori scam karena menggunakan identitas tokoh publik untuk menawarkan layanan tertentu. Dalam video, Sultan dibuat seolah-olah mempromosikan jasa pengelolaan keuangan yang menjanjikan keuntungan bagi penggunanya.
“Video tersebut terkesan Bapak Gubernur mempromosikan jasa pengelolaan keuangan yang memberikan keuntungan penggunanya, typical scam,” kata Ditya.
Menurutnya, jika diperhatikan dengan teliti, terdapat sejumlah kejanggalan dalam video tersebut. Namun, rekayasa yang dibuat menggunakan teknologi AI tetap berpotensi mengecoh orang yang tidak mengetahui ciri-ciri konten palsu.
Yang menjadi perhatian Pemda DIY, unggahan itu justru mendapat sejumlah respons positif dari pengguna media sosial. Kondisi tersebut menunjukkan masih ada masyarakat yang kemungkinan menganggap konten tersebut sebagai pernyataan asli Sultan.
“Artinya mungkin masih ada yang menganggap video tersebut benar,” ujarnya.
Warganet Diminta Lebih Teliti
Pemda DIY pun mendorong masyarakat agar lebih hati-hati ketika menemukan video tokoh publik di media sosial. Jangan langsung percaya hanya karena wajah, suara, atau gerak bibir dalam video terlihat meyakinkan.
Ditya mengatakan sosialisasi akan dilakukan, terutama kepada pengguna Facebook. Platform tersebut banyak digunakan oleh kelompok generasi Boomer, Gen X, dan generasi Y awal.
Masyarakat diminta tidak asal mengikuti ajakan atau layanan yang muncul dalam video sebelum memastikan sumber informasinya. Terlebih jika konten tersebut berkaitan dengan investasi, pengelolaan uang, maupun tawaran keuntungan.
Menurut Ditya, teknologi AI kini bisa dimanfaatkan untuk membuat konten yang terlihat seperti rekaman asli. Karena itu, pengguna media sosial perlu lebih kritis sebelum membagikan atau mengikuti informasi yang beredar.
Belum Dibawa ke Jalur Hukum
Terkait kemungkinan membawa kasus tersebut ke ranah hukum, Pemda DIY untuk sementara belum mengambil langkah pelaporan resmi.
Ditya mengatakan pemerintah masih melihat perkembangan kasus dan dampak yang ditimbulkan dari video tersebut. Namun, bukan berarti laporan hukum tertutup sepenuhnya.
“Jika kejadian-kejadian lain yang dianggap merugikan ada kemungkinan kami akan melaporkan secara resmi,” pungkasnya.
Pemda DIY kembali mengingatkan masyarakat untuk mengecek kebenaran informasi sebelum mempercayai konten yang mengatasnamakan pejabat atau tokoh publik. Terlebih jika konten tersebut mengarahkan masyarakat untuk menggunakan jasa keuangan atau menjanjikan keuntungan tertentu. (*)

