BACAAJA, SEMARANG- Mahasiswa Undip bareng PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk lagi serius ngajarin UMKM desa masuk dunia digital. Mulai dari jualan online, bikin NIB, sampai ngenalin QRIS buat warung yang biasanya masih andalkan uang receh di kaleng biskuit.
Program itu dikemas lewat pembekalan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Desa BRILiaN yang digelar Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip di Gedung G Dekanat FPP, Selasa (26/5/2026).
Sebanyak 45 mahasiswa bakal diterjunkan ke Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal dalam tiga kloter. Mereka nggak cuma datang bawa spanduk KKN dan dokumentasi upload Instagram, tapi juga misi bantu UMKM desa naik kelas lewat digitalisasi.
Fokus pendampingannya lumayan komplet. Dari digital marketing, penguatan manajemen usaha, legalitas bisnis seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sampai pengembangan produk unggulan desa.
Baca juga: Perkuat Kualitas Akademik, FPP Undip Gelar Workshop RPS OBE-SDGs
Yang menarik, mahasiswa yang ikut program ini datang dari berbagai jurusan. Ada dari FPP, Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik, Fakultas Hukum, Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Kesehatan Masyarakat sampai Fakultas Sains dan Matematika. Jadi, vibes-nya bukan sekadar KKN biasa, tapi kayak “pasukan lintas jurusan” buat bantu desa lebih melek digital.
Ketua pelaksana kegiatan, Dr Ir Cahya Setya Utama, SPt, MSi, IPM mengatakan, program bertajuk “Smart Eco Village Program” ini diarahkan untuk menciptakan desa yang lebih cerdas, mandiri, dan berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Dekan FPP Undip, Prof Sugiharto, SPt, MSc, PhD menegaskan, mahasiswa harus hadir sebagai solusi nyata di tengah masyarakat. “Kami ingin mahasiswa membantu masyarakat desa beradaptasi dengan perkembangan digital dan meningkatkan nilai ekonomi dari potensi lokal yang dimiliki,” ujarnya.
Keuangan Digital
Nantinya para mahasiswa bakal ngajarin pelaku UMKM cara jualan lewat media sosial dan marketplace. Mereka juga bakal membantu pembukuan sederhana sampai ngenalin layanan keuangan digital seperti QRIS dan agen BRILink.
Metode pendampingannya pun dibuat door-to-door alias langsung turun ke rumah-rumah warga. Cara ini dianggap lebih efektif karena mahasiswa bisa melihat langsung problem yang dialami pelaku usaha kecil di lapangan, terutama yang masih asing dengan teknologi digital.
Branch Office Head PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Kendal, Eldi Ledelsa mengatakan, kolaborasi dengan Undip menjadi bagian dari upaya memperkuat UMKM desa agar tidak tertinggal perkembangan zaman.
Menurutnya, masyarakat desa bukan cuma perlu akses layanan keuangan, tapi juga kemampuan memanfaatkan teknologi digital supaya usahanya bisa bertahan dan berkembang.
Baca juga: Undip Kembangkan Sentra Domba Terpadu di Desa Tumbrep
Program ini juga terhubung dengan sejumlah program pemberdayaan lain seperti Penguatan Desa, Klasterku Hidupku, Rumah BUMN, dan LinkUMKM yang diarahkan untuk memperkuat ekosistem usaha desa dari produksi sampai akses pasar.
Meski begitu, tantangan yang dihadapi masih cukup banyak. Mulai dari keterbatasan modal usaha, rendahnya literasi digital, sampai manajemen usaha yang masih sederhana. Karena itu, mahasiswa dibekali strategi pendampingan yang lebih aplikatif dan nggak cuma teori kelas semata.
Lewat KKN Tematik Desa BRILiaN ini, Undip dan BRI berharap produk lokal desa bisa makin kompetitif dan lebih gampang masuk pasar digital.
Karena di zaman sekarang, warung yang belum kenal QRIS mungkin bukan kalah rasa dagangannya, cuma kalah cepat sama notifikasi “ting ting pembayaran berhasil”. (tebe)

